Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain

OJK Dorong Fintech Lending Terapkan Struktur Pembayaran yang Sesuai Ketentuan

ILUSTRASI. OJK mengatakan penyelenggara fintech perlu menyampaikan struktur pembayaran secara transparan kepada borrower. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending agar menerapkan struktur pembayaran yang sesuai dengan ketentuan berlaku.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan penyelenggara juga perlu menyampaikan struktur pembayaran secara transparan kepada borrower. 

“Apabila ditemukan pelanggaran, penyelenggara diminta untuk melakukan perbaikan, serta dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 13,65%, Kinerja Bank Swasta Masih Bervariasi

OJK juga turut angkat bicara mengenai substansi keluarnya Surat Nomor S-299/PL.12/2026 terhadap industri fintech lending. Agusman menyampaikan Surat Nomor S-299/PL.12/2026 merupakan penguatan atas ketentuan transparansi yang sebelumnya telah diatur, antara lain dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 40 Tahun 2024 tentang fintech lending, POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, serta Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 37/PADK.08/2025 tentang Penyediaan Informasi dan Penyampaian Informasi untuk Pemasaran Produk dan Layanan Jasa Keuangan.

Melalui surat tersebut, dia bilang penyelenggara diminta untuk memperkuat mekanisme penyampaian informasi agar lebih mudah diperoleh, dibaca, dan dipahami oleh borrower.

Dengan keluarnya surat tersebut, Agusman juga berharap penyelenggara fintech lending dapat memperkuat mekanisme penyampaian informasi pendanaan pada sistem elektroniknya sebelum borrower memberikan persetujuan. Dia bilang implementasinya akan dipantau secara ketat.

TRENDING  World Bank Payment Systems

Baca Juga: Bank Agresif Garap Bisnis Emas Digital, BSI, Mandiri, dan BRI Catat Pertumbuhan

“Hal itu sebagai bagian dari penilaian kepatuhan penyelenggara,” ucapnya.

Agusman menerangkan apabila ditemukan adanya praktik yang tidak transparan, penyelenggara diminta untuk melakukan perbaikan serta dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 106,94 triliun per Agustus 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 22,07% secara Year on Year (YoY).

Adapun TWP90 industri fintech lending memburuk atau meningkat dari posisi Juli 2026 yang sebesar 4,32%, menjadi sebesar 4,73% per Agustus 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Bank Mega (MEGA) Bagi Saham Bonus 1:1, Terbitkan 11,74 Miliar Saham

    Bank Mega (MEGA) mengumumkan rencana penerbitan saham bonus sebanyak 1:1, dengan total saham yang akan diterbitkan sebanyak 11,74 miliar. Keputusan ini disambut baik oleh para pemegang saham yang antusias dengan langkah perusahaan untuk meningkatkan nilai investasi mereka. Dengan adanya penerbitan saham bonus ini, diharapkan Bank Mega dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang sahamnya

  • Tiga Petinggi KoinP2P Ditahan Dugaan Korupsi, Pengamat Soroti Tata Kelola Fintech

    Tiga petinggi perusahaan fintech KoinP2P ditahan oleh pihak berwajib atas dugaan korupsi yang dilakukan. Kejadian ini menjadi sorotan bagi pengamat terkait tata kelola perusahaan fintech di Indonesia. Menurut mereka, kasus ini menunjukkan pentingnya regulasi yang ketat dalam mengawasi aktivitas perusahaan fintech agar tidak terjadi penyalahgunaan keuangan dan kerugian bagi masyarakat pengguna layanan tersebut. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi industri fintech untuk lebih memperhatikan aspek tata kelola dan transparansi dalam menjalankan bisnis mereka

  • Kolaborasi dengan Fintech, Bisnis Pengiriman Uang Perbankan Tumbuh Pesat

    Kolaborasi antara perusahaan perbankan dengan fintech telah membawa dampak yang signifikan pada pertumbuhan bisnis pengiriman uang. Dengan adanya kerjasama ini, layanan pengiriman uang semakin mudah, cepat, dan efisien bagi para konsumen. Hal ini turut memberikan dorongan positif bagi perkembangan industri perbankan yang kini tumbuh pesat. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam teknologi finansial, pelanggan pun semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan layanan yang lebih modern dan praktis. Kolaborasi antara kedua pihak ini menjadi kunci sukses dalam menghadapi persaingan di era digital saat ini

  • Fintech Lending Terapkan Sejumlah Strategi untuk Tekan Angka Kredit Macet

    Fintech lending telah menjadi solusi yang semakin populer bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. Namun, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh platform fintech ini adalah tingginya angka kredit macet. Untuk mengatasi hal ini, terdapat sejumlah strategi yang diterapkan oleh para pelaku industri fintech lending.

    Salah satu strategi yang digunakan adalah meningkatkan proses analisis risiko terhadap calon peminjam. Dengan melakukan analisis risiko yang lebih mendalam, platform fintech dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kredit macet. Selain itu, penggunaan teknologi seperti machine learning dan big data juga membantu dalam mengidentifikasi potensi peminjam yang berisiko tinggi.

    Selain itu, para pelaku industri fintech lending juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keuangan dan tanggung jawab dalam menggunakan layanan pinjaman online. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada calon peminjam, diharapkan angka kredit macet dapat ditekan secara signifikan.

    Dengan menerapkan sejumlah strategi tersebut, diharapkan platform fintech lending dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka tanpa harus khawatir akan risiko kredit macet

  • Pusat Finansial

    Mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan finansial. Dengan merencanakan anggaran secara cermat dan disiplin dalam menabung, kita dapat memastikan bahwa masa depan finansial kita akan terjamin. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli keuangan jika diperlukan, karena investasi dalam pengetahuan finansial juga merupakan investasi dalam diri sendiri

  • Bank Mulai Kurangi SRBI: Profitabilitas Kredit Lebih Menarik

    Bank mulai mengurangi Suku Bunga Dasar Kredit (SRBI) untuk menarik minat nasabah dalam mengambil kredit. Langkah ini diambil karena profitabilitas dari pemberian kredit dinilai lebih menarik daripada hanya bergantung pada pendapatan dari bunga deposito. Dengan adanya penurunan SRBI, diharapkan dapat meningkatkan volume kredit yang diberikan oleh bank dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis bank tersebut