Pinnacle Investment Buka Suara Soal Manajer Investasi Bisa Masuk Bisnis DPLK

Pinnacle Investment Buka Suara Soal Manajer Investasi Bisa Masuk Bisnis DPLK

ILUSTRASI. Pinnacle Investment menyampaikan secara keseluruhan, minat terhadap peluang masuk ke bisnis DPLK cukup positif. KONTAn/Muradi/2017/06/21

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi ruang bagi manajer investasi untuk membentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Dalam rancangan Peraturan OJK (POJK), tertuang salah satu syaratnya adalah manajer investasi harus mempunyai dana kelolaan minimal Rp 25 triliun. Adapun saat ini pembentukan DPLK baru diberikan kepada bank dan asuransi jiwa.

Mengenai hal itu, PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment menyampaikan secara keseluruhan, minat terhadap peluang masuk ke bisnis DPLK cukup positif. 

CEO Pinnacle Investment Guntur Putra menyebut sebagian besar manajer investasi melihat kebijakan baru itu sebagai peluang untuk memperluas lini bisnis dan mendiversifikasi portofolio produk.

Baca Juga: OJK Beri Ruang Manajer Investasi Membentuk DPLK, Ini Respons Bahana TCW

“Namun, beberapa manajer investasi mungkin masih perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis DPLK,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu (7/9).

Menurut Guntur, besar atau tidaknya minat manajer investasi untuk masuk ke bisnis DPLK kemungkinan akan bergantung pada kondisi masing-masing perusahaan, terutama terkait kemampuan mereka untuk memenuhi syarat dana kelolaan minimal Rp 25 triliun. 

Dia menerangkan bagi manajer investasi besar yang sudah memiliki dana kelolaan di atas angka tersebut, peluangnya akan lebih mudah diakses. Namun, bagi manajer investasi yang belum mencapai angka itu, kemungkinan ada tantangan tersendiri untuk masuk ke bisnis DPLK. 

TRENDING  Luncurkan Brankas, Amar Bank Sigap Hadapi Kejahatan Finansial

“Oleh karena itu, hanya manajer investasi dengan kapasitas dana kelolaan memadai yang diperkirakan akan tertarik dan mampu memenuhi syarat tersebut,” ungkapnya.

Guntur menyampaikan dengan syarat minimum total dana kelolaan, tentu akan sangat membatasi kegiatan DPLK untuk mayoritas pelaku industri manajer investasi. 

Dia mengatakan berdasarkan data Juli 2024, tercatat hanya ada 8 manajer investasi dari total hampir 90 manajer investasi yang memiliki total dana kelolaan reksadana di atas Rp 25 triliun (tidak termasuk KPD dan produk investasi lain). 

Baca Juga: OJK Prediksi Akumulasi Dana Pensiun Berpotensi Capai 50% dari Total PDB

Jika dilihat dari total dana kelolaan secara keseluruhan, dia menyebut sepertinya hanya manajer investasi di kisaran Top 15 secara total AUM yang dapat masuk untuk membuka bisnis DPLK. 

Selain minimal dana kelolaan, manajer investasi juga harus memenuhi syarat tambahan lain apabila mendirikan DPLK, seperti tidak mengalami defisit atau rugi dalam 3 tahun terakhir dan wajib selalu memenuhi nilai modal kerja bersih disesuaikan minimal yang dipersyaratkan dalam 3 tahun terakhir.

Adapun kebijakan terkait manajer investasi bisa mendirikan DPLK juga diatur dalam Pasal 137 ayat 3 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Dana Pensiun Lembaga Keuangan tercatat hanya dapat menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). 

Selanjutnya: Cara Mengetahui Akun Telegram Diblokir Orang Lain Beserta Tipsnya

Menarik Dibaca: Cara Mengetahui Akun Telegram Diblokir Orang Lain Beserta Tipsnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pinnacle Investment membahas kemungkinan bagi manajer investasi untuk ikut serta dalam bisnis Dana⁤ Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Menurut ‌mereka, partisipasi manajer investasi dalam DPLK dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Hal⁣ ini dapat memberikan likuiditas tambahan bagi manajer investasi dan juga memberikan manfaat‍ bagi DPLK dalam diversifikasi portofolio investasi mereka. Namun, Pinnacle Investment juga menyatakan bahwa langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan kepentingan kedua belah pihak untuk memastikan kesuksesan jangka panjang. Penjelasan ini memberikan ‍wawasan bagi industri investasi di ⁤Indonesia tentang potensi kerjasama ​antara manajer investasi dan DPLK.

Similar Posts

  • Strategi Fintech Lending Sektor Produktif Tekan TWP90 Agar Tak Membengkak

    Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan fintech lending di sektor produktif adalah dengan menekan Tingkat Keterlambatan Pembayaran (TWP) di bawah 90%. Hal ini penting untuk mencegah risiko pembengkakan utang yang dapat merugikan perusahaan. Dengan mengimplementasikan strategi ini, perusahaan dapat memastikan bahwa pinjaman yang diberikan kepada pelanggan produktif akan terbayar tepat waktu, sehingga meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Selain itu, dengan TWP di bawah 90%, perusahaan juga dapat meminimalkan risiko kredit dan meningkatkan profitabilitas usaha. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan fintech lending untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi guna menjaga kesehatan portofolio pinjaman mereka

  • Bank Dituntut untuk Menghadirkan Layanan Digital seperti Fintech

    Bank-bank tradisional dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan digital seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan fintech. Hal ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tingginya permintaan masyarakat akan kemudahan dalam bertransaksi secara online. Dengan adanya layanan digital, diharapkan bank dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah serta meningkatkan daya saing di pasar finansial. Selain itu, kehadiran layanan digital juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke bank konvensional. Oleh karena itu, bank dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya

  • Bahana TCW Investment Catatkan AUM Rp 73,2 Triliun pada Akhir 2024

    Bahana TCW Investment berhasil mencatatkan aset di bawah manajemennya sebesar Rp 73,2 triliun pada akhir tahun 2024. Capaian ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dari perusahaan investasi tersebut, serta kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap kemampuan Bahana TCW Investment dalam mengelola dana mereka. Dengan pencapaian ini, Bahana TCW Investment semakin kokoh sebagai salah satu pemain utama di pasar modal Indonesia

  • Bank Mandiri Pertemukan Ribuan Investor di Mandiri Investment Forum 2022

    Bank Mandiri berhasil mengumpulkan ribuan investor dalam acara Mandiri Investment Forum 2022 yang diselenggarakan di Jakarta. Acara ini menjadi wadah bagi para investor untuk mendapatkan informasi terkini seputar investasi dan pasar keuangan. Dengan adanya sesi diskusi dan presentasi dari pakar investasi ternama, para peserta dapat memperluas pengetahuan mereka dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk bertemu langsung dengan manajer investasi terkemuka sehingga mereka dapat melakukan konsultasi secara langsung mengenai portofolio investasi mereka. Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri keuangan di Indonesia

  • Laba Fintech Lending Naik 90,4% per November 2025, Ini Kata Pengamat

    Menurut pengamat, kenaikan Laba Fintech Lending sebesar 90,4% per November 2025 merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat dan semakin diminati oleh masyarakat. Kenaikan laba yang signifikan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mengelola risiko dengan baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggannya. Dengan pertumbuhan yang begitu tinggi, tidak heran jika Laba Fintech Lending menjadi sorotan utama dalam dunia bisnis saat ini

  • Saham Bank Relatif Murah, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

    Saham Bank Relatif Murah, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

    Analis keuangan terkemuka merekomendasikan untuk mempertimbangkan saham bank yang saat ini dianggap relatif murah. Dengan kondisi pasar yang sedang tidak stabil, investasi pada saham bank bisa menjadi pilihan yang cerdas.

    Menurut analis tersebut, saham bank memiliki potensi pertumbuhan yang cukup tinggi dalam jangka panjang. Selain itu, dengan harga yang masih tergolong murah saat ini, ada peluang besar bagi investor untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.

    Jika Anda sedang mencari investasi yang aman namun tetap menguntungkan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan saham bank sebagai pilihan. Dengan rekomendasi dari analis berpengalaman, Anda bisa lebih yakin dalam mengambil keputusan investasi Anda