OttoDigital Bantu Genjot Digitalisasi Finansial Nasabah Bank Index

OttoDigital Bantu Genjot Digitalisasi Finansial Nasabah Bank Index

Jakarta: Platform layanan teknologi finansial OttoDigital melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bank Index, dalam menghadirkan solusi pembayaran digital yang terintegrasi bagi nasabah Bank Index, termasuk sistem QR, dan program loyalty dalam bentuk poin.
 
“Kami sangat antusias dengan kolaborasi ini, yang tidak hanya memperluas jangkauan solusi digital kami, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi nasabah Bank Index melalui loyalty rewards,” ucap Chief of Product Growth and Marketing OttoDigital Grace Sunarjo, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 31 Oktober 2024.
 
Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses layanan pembayaran digital, khususnya bagi nasabah Bank Index, serta mendukung program inklusi keuangan digital yang terus berkembang di Indonesia. OttoDigital dan Bank Index berkomitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik, mudah diakses, dan inovatif bagi nasabahnya, baik dari kalangan individu maupun pelaku usaha.
Presiden Direktur Bank Index Gimin Sumalim menyampaikan, kerja sama strategis ini merupakan salah satu langkah Bank Index dalam memberikan layanan keuangan yang lebih modern, aman, dan terjangkau.
 
“Kami yakin dengan dukungan OttoDigital, kami dapat menghadirkan solusi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan nasabah dari berbagai kalangan dan mendukung pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia,” tutur dia.
 

Percepat proses pembayaran

Melalui kerja sama ini, OttoDigital akan menyediakan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) as acquirer agar mempercepat proses pembayaran di gerai fisik maupun online.
 
Selain QRIS, OttoDigital juga akan mengimplementasikan sistem poin loyalitas bagi nasabah Bank Index. Nasabah dapat mengumpulkan poin dari pengendapan saldo rata-rata setiap bulan
di mana poin tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan potongan biaya transaksi atau dapat ditukar dengan hadiah pilihan berupa e-voucher.
 
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah Bank Index,” jelas Grace menambahkan.
 
Kolaborasi antara OttoDigital dan Bank Index diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kedua perusahaan serta mendorong perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia.
 
Dengan layanan pembayaran yang semakin terintegrasi, nasabah Bank Index dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas dalam setiap transaksi.

TRENDING  Dorong Kemandirian Finansial PMI, Bank Mandiri Perluas Program Mandiri Sahabatku ke Jepang

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

(HUS)

OttoDigital membantu mempercepat digitalisasi layanan​ keuangan bagi nasabah Bank Index. Dengan teknologi​ canggih yang mereka miliki, OttoDigital memungkinkan Bank Index untuk menyediakan layanan​ perbankan digital yang lebih efisien dan mudah diakses ⁢oleh nasabah. Melalui perangkat lunak yang mereka ciptakan, proses transaksi keuangan dapat ‍dilakukan dengan cepat dan aman. Dengan demikian, upaya digitalisasi finansial dapat meningkatkan pengalaman ​nasabah dan membantu Bank Index untuk lebih kompetitif di era digital ini. OttoDigital merupakan mitra yang dapat diandalkan dalam ‍mempercepat transformasi digital dalam industri keuangan.

Check Also

Ini daftar lengkap 158 fintech yang mengantongi izin dari OJK

Ini alasan fintech lending syariah jauh tertinggal dibanding pemain konvensional

Fintech lending syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pemain konvensional karena beberapa alasan utama. Pertama, masih minimnya pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan keuangan syariah. Kebanyakan orang lebih familiar dengan sistem konvensional sehingga sulit untuk beralih ke fintech lending syariah. Kedua, regulasi yang belum mendukung perkembangan fintech lending syariah juga menjadi hambatan utama. Beberapa aturan yang ada cenderung lebih menguntungkan pemain konvensional daripada syariah, sehingga membuat para pelaku usaha enggan untuk berinvestasi di sektor ini. Selain itu, kurangnya kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan fintech lending juga turut memperlambat pertumbuhan industri ini. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara kedua pihak agar dapat memberikan layanan finansial yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. Meskipun demikian, potensi pasar untuk fintech lending syariah tetap besar dan masih perlu terus dikembangkan agar dapat bersaing secara sehat dengan pemain konvensional. Diperlukan upaya bersama dari semua pihak terkait untuk meningkatkan literasi keuangan syariah serta menciptakan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri ini di masa depan

%site% | NEWS