Skip to content

Berita Fintech

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TOS
Berita Fintech
  • Kelola THR Lebaran Ala Dosen IPB, Bijak Atur Finansial
    UPDATE

    Kelola THR Lebaran Ala Dosen IPB, Bijak Atur Finansial

    ByAnindita Maya March 12, 2026March 12, 2026

    Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri, Dosen IPB memberikan tips-tips kelola THR Lebaran yang bijak untuk mengatur keuangan dengan baik. Dengan adanya panduan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan dana THR dengan lebih efisien dan tidak boros. Selamat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan bijaksana dalam mengelola finansial!

    Read More Kelola THR Lebaran Ala Dosen IPB, Bijak Atur FinansialContinue

  • Kilas Balik 2025, Gagal Bayar di Industri Fintech Mulai dari Akseleran Hingga DSI
    UPDATE

    Kilas Balik 2025, Gagal Bayar di Industri Fintech Mulai dari Akseleran Hingga DSI

    ByVincent Abdur March 11, 2026March 11, 2026

    Pada tahun 2025, industri fintech di Indonesia mengalami goncangan besar akibat maraknya kasus gagal bayar. Mulai dari platform peer-to-peer lending seperti Akseleran hingga perusahaan payment gateway seperti DSI terdampak oleh masalah ini. Para investor dan nasabah pun mulai merasa khawatir dengan keamanan dan keberlangsungan bisnis fintech di tanah air. Tidak sedikit yang merasa kecewa dan menuntut transparansi serta tanggung jawab dari para pelaku usaha fintech yang terlibat dalam kasus gagal bayar tersebut

    Read More Kilas Balik 2025, Gagal Bayar di Industri Fintech Mulai dari Akseleran Hingga DSIContinue

  • Fitch Revisi Outlook Bank Mandiri, BRI, BNI dan LPEI Jadi Negatif, Rating Tetap BBB
    UPDATE

    Fitch Revisi Outlook Bank Mandiri, BRI, BNI dan LPEI Jadi Negatif, Rating Tetap BBB

    ByVincent Abdur March 10, 2026March 10, 2026

    Fitch Ratings telah merevisi outlook dari Bank Mandiri, BRI, BNI dan LPEI menjadi negatif. Meskipun demikian, rating mereka tetap dipertahankan di level BBB. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar terkait dengan kondisi keuangan dan kinerja perbankan di Indonesia. Meskipun demikian, Fitch juga menekankan bahwa langkah-langkah yang tepat dapat diambil untuk memperbaiki situasi ini dan mengembalikan kepercayaan investor

    Read More Fitch Revisi Outlook Bank Mandiri, BRI, BNI dan LPEI Jadi Negatif, Rating Tetap BBBContinue

  • AFPI Usulkan Revisi RUU P2SK Efek Pinjol Ilegal Marak, Ini Kata OJK
    UPDATE

    AFPI Usulkan Revisi RUU P2SK Efek Pinjol Ilegal Marak, Ini Kata OJK

    ByVincent Abdur March 9, 2026March 9, 2026

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengusulkan revisi terhadap Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Sistem Keuangan (RUU P2SK) untuk mengatasi maraknya praktik pinjaman online ilegal. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pinjol ilegal telah menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, sehingga perlu adanya langkah konkret untuk melindungi konsumen dari praktik yang merugikan ini

    Read More AFPI Usulkan Revisi RUU P2SK Efek Pinjol Ilegal Marak, Ini Kata OJKContinue

  • Pesan OJK, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Meminjam di Fintech Lending
    UPDATE

    Sejumlah Fintech Lending Kembalikan Izin Usaha, OJK Jelaskan Alasannya

    ByAnindita Maya March 8, 2026March 8, 2026

    Beberapa perusahaan fintech lending telah mengembalikan izin usaha mereka kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan yang dijelaskan oleh OJK. Salah satunya adalah karena adanya regulasi yang semakin ketat dalam industri fintech lending. OJK juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen dan keamanan data dalam layanan fintech lending. Dengan mengembalikan izin usaha, perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan komitmen mereka untuk mematuhi regulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending

    Read More Sejumlah Fintech Lending Kembalikan Izin Usaha, OJK Jelaskan AlasannyaContinue

  • Fintech semakin gencar lakukan kolaborasi dengan perbankan
    UPDATE

    Pengamat Nilai Pembiayaan Fintech Lending Berpotensi Tumbuh Tinggi pada 2026

    ByAnindita Maya March 8, 2026March 8, 2026

    Menurut pengamat industri, nilai pembiayaan fintech lending diprediksi akan terus tumbuh tinggi hingga tahun 2026. Hal ini didorong oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih dan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman online. Dengan adanya kemudahan akses dan proses yang cepat, fintech lending menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. Selain itu, regulasi yang semakin mendukung juga turut berperan dalam pertumbuhan industri ini. Dengan potensi pertumbuhan yang besar, para pelaku bisnis di bidang fintech lending perlu terus mengikuti perkembangan pasar dan memperhatikan kebutuhan konsumen agar dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan di masa depan

    Read More Pengamat Nilai Pembiayaan Fintech Lending Berpotensi Tumbuh Tinggi pada 2026Continue

  • Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain
    UPDATE

    Rasio Utang Dibatasi Maksimal 30% Mulai 2026, Begini Dampaknya bagi Fintech Lending

    ByVincent Abdur March 6, 2026March 6, 2026

    Keputusan untuk membatasi rasio utang maksimal menjadi 30% mulai tahun 2026 telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi industri fintech lending. Hal ini membuat para perusahaan fintech lending harus melakukan penyesuaian besar-besaran dalam model bisnis mereka. Banyak dari mereka yang harus mengurangi jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah, sehingga berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

    Selain itu, adanya batasan rasio utang juga membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Para pemain baru akan kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki basis pelanggan yang kuat. Namun, di sisi lain, regulasi ini juga dapat memberikan perlindungan bagi konsumen dari risiko over-leveraging dan kemungkinan terjerat dalam utang yang tidak terkendali.

    Secara keseluruhan, kebijakan pembatasan rasio utang maksimal ini telah membawa dampak yang kompleks bagi industri fintech lending. Perusahaan-perusahaan di sektor ini harus mampu beradaptasi dengan cepat dan mencari strategi baru untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif

    Read More Rasio Utang Dibatasi Maksimal 30% Mulai 2026, Begini Dampaknya bagi Fintech LendingContinue

  • Guru Didorong Jadi Agen Inklusi Keuangan di Sekolah Lewat Literasi Finansial
    UPDATE

    Guru Didorong Jadi Agen Inklusi Keuangan di Sekolah Lewat Literasi Finansial

    ByVincent Abdur March 4, 2026March 4, 2026

    Guru-guru diharapkan dapat menjadi agen inklusi keuangan di sekolah melalui literasi finansial. Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan, guru dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswinya. Hal ini akan membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas dalam mengelola uang dan investasi di masa depan. Selain itu, guru juga dapat memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya tabungan dan investasi untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Dengan demikian, para guru memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku finansial positif pada generasi mendatang

    Read More Guru Didorong Jadi Agen Inklusi Keuangan di Sekolah Lewat Literasi FinansialContinue

  • Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi
    UPDATE

    Ini yang dilakukan Raiz Invest untuk berekspansi di Indonesia

    ByVincent Abdur March 3, 2026March 3, 2026

    Raiz Invest telah melakukan langkah strategis untuk berekspansi di Indonesia dengan menggandeng mitra lokal yang memiliki pemahaman mendalam tentang pasar keuangan Tanah Air. Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan tim ahli yang berpengalaman, Raiz Invest siap memberikan layanan investasi yang inovatif dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu lebih banyak orang untuk mulai berinvestasi secara cerdas dan efektif, sehingga menciptakan masa depan keuangan yang lebih baik bagi semua pihak

    Read More Ini yang dilakukan Raiz Invest untuk berekspansi di IndonesiaContinue

  • Laba Bank Sahabat Sampoerna Melorot 75,74% Sepanjang 2024
    UPDATE

    Laba Bank Sahabat Sampoerna Melorot 75,74% Sepanjang 2024

    ByVincent Abdur March 3, 2026March 3, 2026

    Menurut laporan Laba Bank Sahabat Sampoerna, terjadi penurunan signifikan sebesar 75,74% sepanjang tahun 2024. Hal ini mengejutkan banyak pihak dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar. Para investor pun mulai bertanya-tanya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan melorotnya kinerja bank tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ekonomi global yang tidak stabil turut berperan dalam penurunan laba tersebut. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencari solusi guna memulihkan kembali performa Bank Sahabat Sampoerna ke jalur yang lebih baik

    Read More Laba Bank Sahabat Sampoerna Melorot 75,74% Sepanjang 2024Continue

Page navigation

1 2 3 … 104 Next PageNext

© 2026 Berita Fintech - WordPress Theme by Kadence WP

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TOS