Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

ILUSTRASI. Pengguna sosial media mengamati iklan platform pinjaman online alias pinjol di Tangerang Selatan, Minggu (24/9/2023). Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menegaskan, biaya pinjaman di platform pinjol tak lebih melebihi 1%. Bahkan, platform pinjol dilarang mengenakan biaya pinjaman di atas 0,4% per hari. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Beritafintech.com – JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending tampaknya melirik multifinance sebagai upaya untuk melebarkan bisnis.

Salah satunya dilakukan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang merupakan bagian dari PT Amartha Nusantara Raya, melakukan akuisisi PT Bosowa Multi Finance.  

Mengenai hal itu, Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra sempat mengatakan adanya akuisisi multifinance tersebut merupakan salah satu strategi dalam memperluas cakupan bisnis dengan tetap mempertahankan fokus pada pelayanan pelanggan. 

Baca Juga: Ini Tujuan Group Modalku Mengakuisisi Multifinance

“Memang multifinance itu one of the license, sehingga kami ada aspirasi punya beragam produk, beragam segmen yang dilayani. Selain itu, kami berupaya melayani mereka dengan lebih baik, serta fokusnya tetap ke end user, tetap ke customer,” kata Taufan kepada Beritafintech.com, Selasa (26/11). 

Selain itu, Taufan mengatakan bahwa membangun produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan mitra adalah hal yang penting. Pasalnya, langkah tersebut didukung oleh diversifikasi lisensi bisnis agar dapat memenuhi kebutuhan di berbagai segmen yang dilayani oleh Amartha. 

Taufan bilang fokus utama Amartha akan tetap berada pada segmen produktif. Sebab, dia menyebut potensi pada sektor tersebut masih cukup besar.

Baca Juga: Fintech Lending Akuisisi Multifinance untuk Kembangkan Layanan Buy Now Pay Later

TRENDING  Pensiun Mini, Kebebasan Finansial dan Makna Hidup

Sementara itu, VP of Public Relations Amartha Harumi Supit menyampaikan Amartha terus berkembang untuk fokus melayani UMKM akar rumput melalui layanan keuangan digital yang makin komprehensif, serta pendampingan usaha oleh tenaga lapangan terlatih.

“Oleh karena itu, Amartha terus mengeksplorasi peluang untuk memperluas cakupan layanan dan manfaat bagi customer, dalam rangka memajukan segmen akar rumput di perdesaan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/12).

Selain Amartha, Group Modalku juga mengakuisisi multifinance untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Diketahui, Grup Modalku mengakuisisi PT Buana Sejahtera Multidana pada 2022, kini berubah nama menjadi PT Modalku Finansial Indonesia (Modalku Finance).

Mengenai hal itu, Country Head Modalku Indonesia Arthur Adisusanto menyampaikan akuisisi multifinance menjadi langkah strategis Group Modalku untuk menjawab kebutuhan pendanaan yang makin beragam bagi UMKM di Indonesia. 

Baca Juga: Daftar 97 Pinjol Resmi OJK Terbaru, Berlaku Per Desember 2024

“Dengan batasan pendanaan maksimal Rp 2 miliar (penyaluran pinjaman fintech lending), Modalku melihat adanya celah pasar yang signifikan untuk UMKM yang membutuhkan modal lebih besar guna mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/12).

Melalui akuisisi itu, Arthur menerangkan Modalku juga bisa memberikan solusi pembiayaan yang lebih komprehensif bagi para pelaku UMKM. 

“Hal itu juga sejalan dengan komitmen kami untuk mendorong inklusi keuangan dan memberdayakan UMKM di Indonesia,” tuturnya.

Mengenai akuisisi fintech lending terhadap multifinance, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai aksi tersebut kemungkinan untuk memperluas ke segmen Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater.

TRENDING  Dukung Finansial Ibu Tunggal, Inisiatif Nestle DANCOW FortiGro & Single MomsIndonesia

“Tentu semua yang sudah diberikan izin punya strateginya masing-masing. Sekarang, ada BNPL, tetapi BNPL itu beda dengan fintech lending. Jadi, hal yang berbeda tentunya,” ungkapnya.

Baca Juga: Industri Fintech Catat Pertumbuhan Laba 66,15% pada Kuartal III-2024, Ini Sebabnya

Similar Posts

  • AFPI Perkuat Posisi Fintech Lending Lokal di Pasar Global

    ILUSTRASI. Hong Kong Fintech Week 2024 Beritafintech.com – JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus berupaya memperkuat posisi fintech lending Indonesia di pasar global melalui beberapa langkah strategis. Tidak hanya dengan strategi mendorong anggotanya untuk terus berinovasi dalam penggunaan teknologi, tapi AFPI juga mendorong anggotanya untuk mulai mengeksplorasi pasar internasional, Terbaru, delegasi fintech lending Indonesia…

  • PermataBank Wealth Wisdom 2025: Bekal Finansial di Tengah Dunia yang Tak Pasti

    PermataBank Wealth Wisdom 2025 memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana mengelola kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan berbagai strategi dan tips yang disajikan, pembaca akan dibimbing untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan finansial di masa depan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman Anda dalam mengelola keuangan dan investasi dengan bijak bersama PermataBank Wealth Wisdom 2025

  • Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech, perusahaan teknologi keuangan terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan penunjukan Ronald Waas sebagai anggota Dewan Komisaris mereka. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para pelaku industri finansial di Tanah Air.

    Ronald Waas, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keuangan dan investasi, diharapkan dapat membawa inovasi dan strategi baru bagi Fintech. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam manajemen risiko dan pengembangan produk keuangan, Ronald diyakini mampu membantu Fintech mencapai tujuan mereka untuk menjadi pemimpin pasar dalam layanan keuangan digital.

    Para pemegang saham dan karyawan Fintech pun optimis dengan kedatangan Ronald sebagai bagian dari tim manajemen perusahaan. Mereka percaya bahwa dengan kepemimpinan yang visioner dan komitmen yang kuat, Fintech akan semakin berkembang pesat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders-nya.

    Dengan penunjukan Ronald Waas sebagai Dewan Komisaris, Fintech siap melangkah lebih jauh menuju kesuksesan di dunia fintek Indonesia. Semua mata tertuju pada langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Ronald untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri finansial yang semakin ketat

  • Aturan Credit Scoring Bakal Pangkas Penyaluran Kredit Fintech

    Menurut aturan credit scoring yang baru, penyaluran kredit fintech akan mengalami pemangkasan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh adanya penilaian risiko yang lebih ketat terhadap peminjam. Meskipun demikian, langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar dan mencegah terjadinya krisis keuangan di masa depan. Bagi para pelaku usaha fintech, hal ini tentu menjadi tantangan besar namun juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisi mereka di pasar

  • Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Asosiasi Fintech Peer-to-Peer Lending Indonesia (AFPI) menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik bersama-sama atau bersekongkol untuk menetapkan suku bunga pinjaman. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas tuduhan yang dilontarkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    AFPI berharap bahwa dalam sidang yang akan datang, pihak-pihak yang terlibat dapat memberikan bukti konkret dan tidak hanya sekadar asumsi semata. Mereka siap untuk menghadirkan data dan fakta yang mendukung klaim bahwa industri fintech lending di Indonesia telah beroperasi secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang ada.

    Dalam upaya membuktikan ketidakbersekongkolan tersebut, AFPI juga mengajak para pelaku usaha fintech lending lainnya untuk bersama-sama memberikan klarifikasi kepada KPPU. Mereka yakin bahwa dengan kerja sama antar pemain industri, isu-isu persaingan usaha dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus melibatkan pihak ketiga.

    Dengan sikap tegas dan komitmen untuk menjaga integritas industri fintech lending, AFPI optimis bahwa kebenaran akan terungkap dalam sidang nanti. Mereka juga meminta dukungan dari seluruh anggota asosiasi serta pemerintah agar proses hukum ini dapat berjalan dengan lancar dan adil bagi semua pihak yang terlibat