Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

Beritafintech.com – Konsep bank emas atau bullion bank telah mulai menarik perhatian di sejumlah negara. Konsep bank emas ini dinilai sebagai alternatif sistem keuangan yang berkelanjutan berbasis aset nyata.

Peluang ini mulai dilirik Indonesia, dimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi memberikan izin penyelenggaraan kegiatan usaha bullion atau bank emas kepada PT Pegadaian (persero). Izin tersebut diberikan melalui surat OJK Nomor S-325/PL.02/2024 per 23 Desember 2024. 

Berdasarkan defenisi di dalam POJK 17/2024 disebutkan bahwa usaha bullion meliputi kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas yang dilakukan lembaga jasa keuangan. Kegiatan tersebut berupa simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan mas.

Baca Juga: Pegadaian Kantongi Izin Bullion Bank, Produk Baru Tersedia Mulai Kuartal I-2025

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidaya mengatakan setelah mengantongi izin, pihaknya akan menjalankan bisnis ini mulai kuartal I-2025 ini.

“Pegadaian akan melakukan kegiatan usaha bullion yang meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi maupun perdagangan emas,” ucapnya kepada Kontan, belum lama ini.

Untuk mendukung bisnis bullion ini, PT Pegadaian akan membangun vault atau tempat penyimpanan emas baru yang memiliki kapasitas 100 ton. 

Vault yang akan dibangun bakal memiliki standar internasional. Dengan demikian, masyarakat dan korporasi dapat memanfaatkan jasa titipan emas hingga deposito emas dengan hati yang tenang.

Baca Juga: Bisnis Bulion Bantu Pegadaian Kejar Laba

Dengan kehadiran bisnis baru ini, PT Pegadaian optimistis dapat memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan laba perseroan. PT Pegadaian menargetkan dapat mengantongi pertumbuhan laba sebesar 13% dari prognosa laba 2024 menjadi Rp 5,79 triliun pada 2025.

TRENDING  Fintech semakin gencar lakukan kolaborasi dengan perbankan

Sementara itu, untuk pendapatan perseroan, PT Pegadaian membidik kenaikan pendapatan 12% dari prognosa 2024 menjadi Rp 20,4 triliun pada 2025.

Sejauh ini, Evli mengatakan usaha gadai masih menjadi core bisnis perseroan. Dimana 90% portofolio Pegadaian didominasi gadai emas.

Hingga November 2024, transaksi bisnis gadai emas menghasilkan omzet Rp 230 triliun bagi pegadaian. Barang jaminan emas tercatat mencapai 92 ton, serta saldo tabungan emas sebesar 10,3 ton.

Sepanjang rentang waktu yang sama, Elvi memaparkan pegadaian mampu mencatatkan penurunan tingkat non performing loan (NPL) ke level 0,71%. Pencapaian positif tersebut dibarengi jumlah nasabah yang terus bertambah.

Baca Juga: Pengamat: Bullion Bank di Indonesia akan Melengkapi Ekosistem Hilirasi Emas

Hingga November tahun lalu, pegadaian memiliki 15,9 juta orang nasabah jasa gadai. Angka ini mengalami peningkatan 13,2% dibanding periode yang sama pada 2023.

Optimalkan Prospek Bisnis Bullion 

Selain PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga telah mengajukan lisensi sebagai bullion bank ke OJK dan menargetkan bisnis anyar ini dapat berjalan di tahun 2025.

Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan bisnis bullion yang cukup menjanjikan pada tahun 2025 ini.

Apalagi sejauh ini, emas telah lama menjadi instrument investasi pilihan masyarakat Indonesia karena sifatnya yang stabil dan aman dari gejolak, sehingga emas berfungsi sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga: Harga Emas Global Kembali Berkilau, Intip Saham-Saham Pilihan Analis

Banjaran memproyeksikan harga emas dunia berpeluang bergerak bullish dari US$ 2.590 – US$ 2.630 per troy ounce pada 2024 menuju level US$ 2.705 – US$ 2.830 per troy ounce pada 2025.

TRENDING  Melihat Potensi Bullion Bank di Indonesia, Langkah Menuju Ekosistem Emas Terintegrasi

Sementara itu, harga emas Antam diproyeksi bakal terkerek dari level Rp 1,51 juta – Rp 1,53 juta per gram pada 2024 menjadi ke Rp 1,56 juta 0 Rp 1,69 juta per gram pada 2025.

“Emas sudah lama menjadi instrumen investasi favorit masyarakat kita. BSI sebagai salah satu bank yang diberikan arahan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan bullion bank, kini sedang melakukan persiapan,” ujar Banjaran seperti dikutip dari website BSI.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, bullion bank akan menjadi opsi yang baik bagi masyarakat dalam menyimpan aset emas di tengah potensi penguatan harga emas.

Baca Juga: Bisnis Bullion Bank Jadi Peluang Baru bagi Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

“Dengan BRIS menjadi pengelola Utama layanan bank emas, hal ini akan membuat ekosistem keuangan berbasis emas semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy mengatakan, Langkah BRIS menjadi bank emas bakal mengubah bisnis emas BSI yang sekarang berfokus pada cicilan emas.

Hingga Desember 2024, program cicilan emas BSI telah mencapai 15 ton dan diproyeksikan berlipat ganda menjadi 30 ton pada 2025.

Dengan disetujuinya lisensi bullion bank, BSI menargetkan untuk mengelola hingga 100 ton emas dalam lima tahun ke depan. Ini menjadi peluang pertumbuhan alternatif bagi BSI, baik dalam hal pinjaman maupun pendanaan.

Ekosistem Hilirisasi Emas

Upaya pemerintah mempersiapkan pembangunan bank emas atau bullion bank di Indonesia patut diapresiasi. Hal ini dinilai bisa menjadi opsi bagi masyarakat untuk menyimpan emas sebagai aset karena keuntungan yang menggiurkan.

TRENDING  Lampaui Capaian 2024, Laba Fintech Lending Tembus Rp 2,09 Triliun per Oktober 2025

Menurut Analis Komoditas Keuangan dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dengan adanya bank emas maka akan melengkapi ekosistem hilirisasi mas yang telah dirancang pemerintah.

Menurut Ibrahim, dengan kehadiran bullion bank, maka pemerintah dapat mengetahui berapa anyak masyarakat yang melakukan jual beli emas juga yang melalkukan gadai emas. 

Baca Juga: Pembiayaan Emas BSI Melesat 200%

“Dari situ juga akan tercatat di neraca keuangan bukan lagi berbentuk tonase seperti yang selama ini,” tutur Ibrahim kepada Kontan belum lama ini.

Ibrahim menekankan pentingnya bullion bank. Apalagi selama ini di setiap negara yang memiliki cadangan emas besar selalu memiliki bullion bank.

Lebih lanjut, dengan kehadiran bullion bank, pemerintah mendapatkan pemasukan pajak melalui pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan di Aplikasi Reksadana

    Untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Aplikasi Reksadana, pertama-tama Anda perlu memahami tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek untuk keperluan mendesak atau jangka panjang untuk persiapan masa depan? Selain itu, tentukan juga tingkat risiko yang siap Anda tanggung. Apakah Anda lebih nyaman dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi?

    Setelah mengetahui tujuan investasi dan tingkat risiko yang sesuai, selanjutnya pilihlah jenis reksadana yang cocok. Jika Anda menginginkan keuntungan stabil dan risiko rendah, maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar demi potensi keuntungan yang lebih tinggi, maka reksadana saham atau campuran mungkin lebih cocok untuk Anda.

    Ingatlah bahwa setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan potensi return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli finansial sebelum memutuskan jenis reksadana mana yang akan dibeli. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda

  • Ketahui Penyebab Sulit Bertahan Hidup Saat Tanggal Tua

    Beritafintech.com – Anda mungkin pernah mengalami, saat tiba-tiba Anda harus merogoh saku dalam-dalam, ternyata saku itu kosong. Sebab hari itu adalah tanggal tua yang mana sudah sangat sekarat, tidak punya uang lagi. Mengapa masih ada orang yang demikian kiranya? Orang-orang yang tidak bisa bertahan hidup karena tanggal tua. Penyebab sulit bertahan hidup begini biasanya karena…

  • OJK Batasi Kriteria Peminjam di Fintech Lending, Ini Kata Pengamat

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kriteria peminjam di layanan fintech lending. Hal ini menuai beragam tanggapan dari para pengamat industri finansial. Salah satu pengamat menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya yang tepat untuk melindungi konsumen dari risiko yang mungkin timbul akibat pinjaman online yang tidak terkendali. Menurutnya, regulasi yang ketat perlu diterapkan agar pertumbuhan fintech lending dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. Selain itu, pengamat juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara menggunakan layanan fintech lending dengan bijak agar tidak terjerumus dalam masalah keuangan yang lebih besar

  • Ini Daftar Lengkap Bank Syariah di Indonesia

    Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Di Indonesia, terdapat sejumlah bank syariah yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi. Berikut ini adalah daftar lengkap bank syariah di Indonesia:

    1. Bank Muamalat Indonesia
    2. Bank Syariah Mandiri
    3. BRI Syariah
    4. BNI Syariah
    5. Bank Mega Syariah
    6. Bank BCA Syariah

    Keberadaan bank syariah di Indonesia semakin berkembang pesat, menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada masyarakat. Dengan adanya pilihan bank syariah ini, masyarakat dapat memilih layanan perbankan yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih Islami dan berkelanjutan

  • Bank Mandiri dan Kementerian Perumahan Akselerasi Program 3 Juta Rumah di Medan

    Bank Mandiri dan Kementerian Perumahan bersatu untuk mempercepat program pembangunan 3 juta rumah di Medan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat Indonesia. Dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi kemajuan sektor perumahan di tanah air. Selamat untuk Bank Mandiri dan Kementerian Perumahan atas kerjasama yang luar biasa ini!

  • Cegah Stres Finansial Karyawan Pasca-Lebaran Dengan Cara Ini

    Setelah liburan panjang Lebaran, banyak karyawan yang mengalami stres finansial akibat pengeluaran yang meningkat. Untuk mencegah hal ini, penting bagi karyawan untuk merencanakan keuangan dengan baik. Mulai dari membuat anggaran belanja hingga menabung secara rutin, langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi stres finansial dan menjaga kestabilan ekonomi pribadi