Menjaga Nadi Finansial di Era Digital

Menjaga Nadi Finansial di Era Digital

Rabu, 25 Juni 2025 | 04:41 WIB

[ILUSTRASI. Pembeli melakukan pembayaran menggunakan Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Jakarta, Kamis (19/6/2025). Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna (user) layanan QRIS Tap telah mencapai 47,8 juta orang sejak diluncurkan pada pertengahan Maret 2025 hingga Juni 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU]

Ridho Ilahi | Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Beritafintech.com – JAKARTA. Transformasi digital telah mengubah wajah keuangan Indonesia secara drastis. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini bukan hanya alat transaksi eksklusif di pusat perbelanjaan modern, tetapi sudah menjangkau lapak kaki lima di pasar tradisional. 

Dompet digital tidak lagi sekadar gaya hidup urban, melainkan telah menjadi kebutuhan harian lintas kelas sosial. Sayangnya, kemajuan infrastruktur digital ini menyimpan ironi yang belum terselesaikan. Literasi keuangan masyarakat masih tertinggal dari laju inklusi keuangan.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

Berita Terbaru

Pertamina Menggenjot Produksi Lapangan Minas

| Jumat, 25 Juli 2025 | 08:01 WIB

Pertamina Menggenjot Produksi Lapangan Minas

PHR menyebutkan, produksi di lapangan Minas akan bertambah sekitar 2.800 barel per hari (bph) dengan hitungan secara peak pada titik maksimum.

DGWG Terus Mengerek Kapasitas Pabrik

| Jumat, 25 Juli 2025 | 07:58 WIB

TRENDING  OJK Minta Pembiayaan Produktif P2P 50%, Pastikan Pinjam Di Pinjol Legal Januari 2025

DGWG Terus Mengerek Kapasitas Pabrik

DGWG mencetak kinerja positif di awal tahun ini. Penjualannya tumbuh 9,82% (yoy) menjadi Rp 803,13 miliar pada kuartal I-2025.

 DRMA Kebut Segmen Elektrifikasi

| Jumat, 25 Juli 2025 | 07:55 WIB

DRMA Kebut Segmen Elektrifikasi

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis bisa mencapai target bisnis tahun ini di tengah ketidakpastian pasar global

CGAS Ekspansi Fasilitas LNG di Karawang

| Jumat, 25 Juli 2025 | 07:51 WIB

CGAS Ekspansi Fasilitas LNG di Karawang

Fasilitas LNG di Karawang ditargetkan mulai beroperasi di akhir 2026 dan diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan Rp 120 miliar per tahun.

INDEKS BERITA

Terpopuler

Similar Posts

  • Financial Planner: Lender Perlu Paham Risiko Saat Taruh Dana di Fintech Lending

    Sebagai seorang financial planner, sangat penting bagi saya untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada para klien mengenai risiko saat menaruh dana di fintech lending. Meskipun terlihat menjanjikan dengan tingkat keuntungan yang tinggi, namun kita juga harus mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi.

    Salah satu risiko utama adalah default dari peminjam. Meskipun platform fintech lending telah melakukan analisis kredit secara cermat, namun tidak ada jaminan bahwa semua peminjam akan dapat membayar kembali pinjamannya tepat waktu. Selain itu, fluktuasi pasar dan kondisi ekonomi juga dapat berdampak pada performa investasi di fintech lending.

    Oleh karena itu, sebagai seorang lender perlu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai risiko-risiko ini sebelum memutuskan untuk menaruh dana di platform fintech lending. Sebagai financial planner, saya siap membantu para klien dalam membuat keputusan investasi yang cerdas dan sesuai dengan profil risiko mereka. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan saya agar dapat merencanakan strategi investasi yang tepat dan aman

  • Pasar Finansial Indonesia Semakin Tak Menarik di Mata Asing

    Pasar finansial Indonesia semakin tak menarik di mata asing. Hal ini terjadi karena kondisi ekonomi yang tidak stabil dan kebijakan pemerintah yang dinilai kurang efektif dalam menarik investor asing. Banyak pelaku pasar asing mulai mengurangi investasinya di Indonesia dan beralih ke negara lain yang dinilai lebih menjanjikan.

    Para analis pun mulai memberikan peringatan akan potensi resesi ekonomi di Indonesia jika kondisi ini terus berlanjut. Kondisi politik yang juga belum stabil turut memperburuk situasi pasar finansial Tanah Air. Diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor asing dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia agar tetap menarik di mata dunia internasional

  • Korea Investment Management Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali KISI AM

    ILUSTRASI. Kisi Asset Management (KISI AM) baru-baru ini mengumumkan perubahan penting dalam struktur pemegang saham pengendalinya. KONTAN/Danielisa Putriadita Beritafintech.com – JAKARTA. Kisi Asset Management (KISI AM), salah satu perusahaan manajer investasi di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan perubahan penting dalam struktur pemegang saham pengendalinya.  Sebelumnya, PT Korean Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memegang kendali atas KISI…

  • Tas Laptop Terbaik 2023 Rekomendasi Kami

    beritafintech.com – Bawa laptop Anda dengan aman dan bergaya. Baik Anda sedang mencari tas ransel, tas kerja atau tas kerja, kami telah menemukan tas laptop terbaik untuk Anda. Anda memiliki laptop, itu akan bepergian. Meskipun dunia sekarang kecanduan smartphone dan, pada tingkat lebih rendah, tablet, tidak ada yang mengungguli laptop untuk produktivitas mutlak, terutama ketika Anda…

  • Mengenal Suzuverse, Menyejahterakan Finansial dalam Aplikasi

    Jakarta: Tekanan finansial terkadang bisa menjadi beban yang berat dan memengaruhi kesejahteraan emosional kita. Apakah Anda pernah merasa cemas atau stres tentang situasi keuangan Anda?  Suzuverse bisa menjadi adalah sebuah aplikasi inovatif yang menggabungkan unsur gim dan keuangan, berasal dari Jepang. Aplikasi ini mengajak penggunanya untuk memasuki dunia virtual yang menarik dan unik.  Dalam Suzuverse

  • Menkes Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial

    Menkes Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial

    Kementerian Kesehatan (Menkes) telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan praktik dokter umum bagi para calon spesialis (PPDS) guna membantu ringankan beban finansial mereka. Keputusan ini disambut baik oleh para PPDS yang merasa lega dengan adanya kemudahan akses layanan kesehatan.

    Dengan izin praktik dokter umum, para PPDS dapat memperoleh penghasilan tambahan selain dari gaji mereka sebagai calon spesialis. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban finansial yang biasanya dialami oleh para PPDS selama menjalani pendidikan spesialis.

    Para PPDS pun berharap agar kebijakan ini dapat terus diperluas dan diterapkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan adanya kemudahan akses layanan kesehatan, akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus khawatir dengan biaya yang mahal.

    Dengan langkah progresif ini, diharapkan sistem kesehatan Indonesia dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak, termasuk para calon spesialis yang sedang menjalani pendidikan mereka