Mendorong Generasi Muda Melek Finansial Lewat Digitalisasi

Mendorong Generasi Muda Melek Finansial Lewat Digitalisasi

Surabaya: Peran generasi muda semakin penting dalam upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan nasional. 
 
Salah satu upaya dilakukan dengan mendorong daerah yang masih memiliki gap literasi keuangan dan inklusi keuangan seperti di Surabaya. 
 
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, Jawa Timur mencatat indeks inklusi keuangan sebesar 92,99%, namun tingkat literasi keuangan masih di angka 55,32%. 
 

Kondisi ini menunjukkan akses ke layanan keuangan sudah tinggi, namun pemahaman dan edukasi tentang pengelolaannya masih perlu diperkuat.

Untuk mengatasinya Prudential memperkenalkan program “Cuap Bareng Prudential” sebagai gerakan digital yang mengajak generasi muda menjadi Cuapers komunitas kreator yang menyebarkan edukasi keuangan lewat media sosial dengan cara yang ringan, seru, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
 
“Generasi muda adalah motor perubahan. Melalui Cuap Bareng Prudential, kami ingin membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih cerdas, memahami pentingnya proteksi diri dan keluarga, sekaligus menjadi agen perubahan finansial di komunitas mereka,” ujar Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen dikutip Rabu, 29 Oktober 2025. 
 
Hingga Oktober 2025, lebih dari 1.600 Cuapers aktif telah bergabung dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Sejak 2024 hingga Agustus 2025, berbagai inisiatif literasi keuangan Prudential Indonesia telah menyentuh lebih dari 62 juta masyarakat, mulai dari anak muda, perempuan, pelaku UMKM, hingga kelompok disabilitas.
 
Karin menegaskan, literasi keuangan tidak dapat dilakukan secara terpisah. “Hanya melalui kolaborasi erat antara regulator, sektor swasta, dan masyarakat, kita bisa membangun ekosistem finansial yang kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
 
Prudential pun menggelar Cuap Gathering Surabaya bertajuk “Personal & Content Branding in the Digital Era: Turn Content into Winning Strategy” bersama content creator Stefani Angelia. 
Acara ini menyasar mahasiswa, first jobbers, dan ibu rumah tangga berusia 17–35 tahun, untuk belajar membangun personal branding dan membuat konten digital yang kreatif serta berdampak positif.
 
Hal ini sebagai bentuk partisipasinya dalam Financial Expo 2025 (FinExpo 2025) di Surabaya, Prudential Indonesia hadir dengan semangat kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman finansial masyarakat, khususnya generasi muda.
 
Ajang tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

TRENDING  Amartha Bantah Tuduhan KPPU Soal Kasus Dugaan Kesepakatan Bunga di Fintech Lending

Google News


Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.Beritafintech.com

(SAW)

Similar Posts

  • Huawei Cloud Indonesia Fintech Summit2023 Digelar,Potensi Industri TeknologiFinansial

    ILUSTRASI. James Huang, Direktur Global Fintech Solution Huawei Cloud, menyatakan, ‘Huawei Cloud telah memiliki pengalaman panjang selama bertahun-tahun dalam menyediakan layanan kepada pelanggan dari sektor keuangan di seluruh dunia. Beritafintech.com –  Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka dunia, menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Huawei Cloud Indonesia FinTech Summit dengan mengangkat tema “Unlocking New…

  • OJK Minta Pembiayaan Produktif P2P 50%, Pastikan Pinjam Di Pinjol Legal Januari 2025

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pembiayaan produktif peer-to-peer (P2P) mencapai 50%, untuk memastikan bahwa pinjaman dilakukan melalui platform pinjaman online (pinjol) yang legal. Hal ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan perlindungan konsumen terhadap praktik pinjol ilegal yang merugikan. Pastikan Anda selalu berhati-hati dan teliti sebelum melakukan pinjaman, agar terhindar dari risiko penipuan dan praktik ilegal lainnya. Januari 2025 menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa semua transaksi pinjam-meminjam dilakukan secara aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku

  • Laba Bank Negara Indonesia (BBNI) Januari 2026 di Rp 1,7 Triliun, Ini Rekomendasinya

    Menurut laporan Laba Bank Negara Indonesia (BBNI) Januari 2026 mencapai Rp 1,7 Triliun, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Dengan capaian tersebut, berbagai rekomendasi diberikan untuk mempertahankan pertumbuhan yang positif. Salah satunya adalah meningkatkan strategi pemasaran dan ekspansi bisnis ke wilayah-wilayah potensial. Selain itu, perlu juga untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah agar loyalitas pelanggan tetap terjaga. Dengan implementasi rekomendasi ini diharapkan BBNI dapat terus meraih kesuksesan di masa mendatang

  • Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech, perusahaan teknologi keuangan terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan penunjukan Ronald Waas sebagai anggota Dewan Komisaris mereka. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para pelaku industri finansial di Tanah Air.

    Ronald Waas, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keuangan dan investasi, diharapkan dapat membawa inovasi dan strategi baru bagi Fintech. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam manajemen risiko dan pengembangan produk keuangan, Ronald diyakini mampu membantu Fintech mencapai tujuan mereka untuk menjadi pemimpin pasar dalam layanan keuangan digital.

    Para pemegang saham dan karyawan Fintech pun optimis dengan kedatangan Ronald sebagai bagian dari tim manajemen perusahaan. Mereka percaya bahwa dengan kepemimpinan yang visioner dan komitmen yang kuat, Fintech akan semakin berkembang pesat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders-nya.

    Dengan penunjukan Ronald Waas sebagai Dewan Komisaris, Fintech siap melangkah lebih jauh menuju kesuksesan di dunia fintek Indonesia. Semua mata tertuju pada langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Ronald untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri finansial yang semakin ketat

  • Fintech Lending Wajib Credit Scoring dengan Cara Ini Dalam Salurkan Pembiayaan

    Salah satu hal yang menjadi kunci dalam proses pengajuan pembiayaan melalui fintech lending adalah credit scoring. Dengan menggunakan metode ini, pemberi pinjaman dapat menilai risiko dan kemampuan pembayaran calon peminjam dengan lebih akurat. Namun, untuk memastikan bahwa credit scoring berjalan dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, penting untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat tentang calon peminjam. Data-data seperti riwayat kredit, pendapatan, dan informasi lainnya harus terdokumentasi dengan baik agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang profil keuangan calon peminjam.

    Selain itu, penting juga untuk menggunakan teknologi dan analisis data yang canggih dalam melakukan credit scoring. Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence, pemberi pinjaman dapat membuat prediksi yang lebih tepat tentang kemampuan pembayaran calon peminjam.

    Dengan menerapkan metode credit scoring secara efektif, fintech lending dapat menjadi solusi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan. Dengan demikian, proses pengajuan pinjaman akan menjadi lebih transparan dan efisien bagi semua pihak yang terlibat

  • Daftar Terkini OJK, Ini 98 Pinjol Resmi Per Juli 2024

    ILUSTRASI. Sampai dengan 12 Juli 2024, total jumlah penyelenggara pinjol yang berizin di OJK adalah sebanyak 98 perusahaan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo Beritafintech.com – JAKARTA. Saat ini di Indonesia, pinjol semakin menjamur. Itu sebabnya, masyarakat harus jeli dalam memilih pinjol.  Jika ingin mengajukan pinjaman, sebaiknya mengajukan ke pinjol resmi alias legal.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar…