Fintech payment masih mendominasi di 2018

Fintech payment masih mendominasi di 2018

Beritafintech.com – JAKARTA. Perkembangan bisnis perusahaan financial technology (fintech) memang terhitung semakin berkembang pesat sejak beberapa tahun belakangan ini. PT Digital Artha Media (DAM) pun melihat, potensi bisnis fintech di 2018 bakal semakin prospektif.

Managing Director DAM Fanny Verona mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari Asosiasi Fintech Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di tahun ini jumlah pemain fintech payment atawa pembayaran masih menjadi primadona dengan porsi 42,22%, lalu menyusul fintech lending 17,78% dan sisanya diisi oleh crowd funding, financial planning dan sebagainya.

Tak dipungkiri kehadiran fintech payment maupun lending semakin memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, potensi pasar di tahun depan atas kedua bisnis ini akan semakin luas.

Fanny mencontohkan, dari total 250 juta penduduk di Indonesia baru hanya 60 juta yang menggunakan rekening dan sisanya ialah belum menggunakan. Ini artinya, penduduk yang unbanked tersebut menjadi ceruk pasar bagi perusahaan fintech yang tidak bisa masuk ke dalam perbankan.

“Jadi sebetulnya kehadiran fintech bukan menjadi saingan, tapi saling melengkapi untuk meng-grab kebutuhan penduduk Indonesia,” imbuh Fanny

M. Thoriq Husein, VP of Brand and Buzz DAM menyetujui, tahun depan bisnis fintech payment masih jadi perusahaan yang dominan dibanding jenis lain semisal lending. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang meningkat sehingga otomatis penggunaan layanan pembayaran juga akan bertambah.

Menurut Kamar Dagang Indonesia (Kadin) saja, investasi di fintech pada tahun 2018 diprediksi akan menembus angka Rp 105,6 triliun. Sedangkan data Statista menunjukkan, transaksi fintech dalam negeri ditaksir akan mencapai US$ 23,8 miliar pada 2018 dan US$ 37,15 miliar di 2021 atau setara dengan nominal Rp 494 triliun.

TRENDING  Direktur Bank Neo Commerce (BBYB) Bocorkan Kinerja di 2024 Sudah Mulai Profit

Fanny menyebut, ada enam tren fintech di tahun depan. Pertama, sinergi yang kuat antara perbankan dan fintech sehingga lebih meluas lagi dalam menjangkau nasabah unbanked. Kedua, pemanfaatan automated personalization. Ketiga, teknologi voice user interface (VUI), keempat yakni Asia sebagai rumah bagi investasi fintech.

Lalu kelima adalah inovasi teknologi mobile akan terus berkembang dan keenam keamanan, privasi dan kepercayaan akan terus menjadi tantangan.

Fintech payment tetap mendominasi pasar pembayaran di tahun 2018. Teknologi keuangan ini terus berkembang pesat dan semakin populer di kalangan masyarakat. Banyak platform fintech yang menawarkan berbagai metode pembayaran yang praktis dan efisien, mulai dari transfer uang, pembelian barang secara online, hingga pembayaran tagihan. Penggunaan aplikasi fintech semakin meningkat karena memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi. Selain itu, adopsi teknologi blockchain juga semakin diperkuat oleh fintech payment, mengubah cara tradisional pembayaran menjadi lebih modern dan aman. Dengan perkembangan yang pesat ini, fintech payment diprediksi akan terus mendominasi pasar pembayaran di masa mendatang.

Check Also

Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan

Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan di Aplikasi Reksadana

Untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Aplikasi Reksadana, pertama-tama Anda perlu memahami tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek untuk keperluan mendesak atau jangka panjang untuk persiapan masa depan? Selain itu, tentukan juga tingkat risiko yang siap Anda tanggung. Apakah Anda lebih nyaman dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi? Setelah mengetahui tujuan investasi dan tingkat risiko yang sesuai, selanjutnya pilihlah jenis reksadana yang cocok. Jika Anda menginginkan keuntungan stabil dan risiko rendah, maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar demi potensi keuntungan yang lebih tinggi, maka reksadana saham atau campuran mungkin lebih cocok untuk Anda. Ingatlah bahwa setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan potensi return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli finansial sebelum memutuskan jenis reksadana mana yang akan dibeli. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda

%site% | NEWS