Fintech Tumbuh Pesat, OJK Ungkap Adanya Financial Gap di Indonesia Hingga US$ 165 Miliar

Fintech Tumbuh Pesat, OJK Ungkap Adanya Financial Gap di Indonesia Hingga US$ 165 Miliar

JAKARTA, 16 December 2020 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan adanya kesenjangan finansial (financial gap) yang terjadi di Indonesia sebesar US$ 165 miliar, karena belum mampu tersentuh dukungan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Besarnya nilai potensi financial gap itu mendorong pertumbuhan yang pesat untuk inovasi digital yang terbukti dengan makin banyaknya kehadiran startup financial technology (fintech) di negeri ini.

Hal itu diungkapkan Dino Milano Siregar, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam diskusi bertajuk “Strategi Finansial Services di Era Digital: Optimalisasi Inisiatif Omni-Channel untuk Growth dan Revenue Melalui Platform Digital KYC” yang diselenggarakan secara virtual oleh Telkomtelstra.

“Potensi di Indonesia memang luar biasa, dengan peringkat 16 ekonomi terbesar secara global, dan ada kurang lebih 175 juta pengguna internet saat ini. Kemudian, ada financial gap sebesar US$ 165 miliar yang memang perlu kita sentuh, supaya ini bisa masuk menjadi suatu benefit buat negara kita,” ujarnya.

Besarnya financial gap, menurut Dino, juga dapat terlihat dari banyaknya usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang belum tersentuh dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan. “Ada 70% UMKM di negeri ini yang belum tersentuh lembaga keuangan, apalagi digital keuangan. Padahal kurangnya akses kredit dinilai menjadi salah satu kendala utama dalam pertumbuhan UMKM,” jelasnya.

Karena itu, lanjut dia, tidak heran kehadiran fintech berkembang sangat pesat. “Fintech bisa menjadi solusi untuk mengisi kesenjangan pembiayaan, karena lebih hemat biaya dan saluran yang efisien untuk menjangkau jarak jauh komunitas yang tidak terlayani oleh lembaga keuangan tradisional,” ujarnya.

TRENDING  Ada Dugaan Aliran Dana dari Pinjol Legal untuk Deposit Judi Online, Ini Respons OJK

Untuk mengantisipasi pertumbuhan yang pesat dari fintech, OJK menerapkan smart regulatory approach untuk inovasi fintech. Hal itu dilakukan sebagai jembatan terkait upaya OJK mengatur fintech. “Fintech kalau diatur secara ketat, dia akan sangat terbatas, kalau tidak diatur maka dia akan berkembang secara liar. Kami mengatur secara pelan, tapi kemudian berharap seiring dengan bertumbuhnya itu maka keamanan bertransaksi dengan pengembangan pelayanannya juga bisa berkembang semakin baik,” jelasnya.

Agus F. Abdillah, Chief Customer Officer Telkomtelstra, menilai pertumbuhan pesat inovasi digital di sektor finansial memang dipengaruhi oleh revolusi industry 4.0. Transformasi digital membuat layanan pelanggan menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. “Dan menariknya, yang paling banyak mengadopsi teknologi digital ini adalah perbankan dan keuangan digital. Mengapa? Karena saat ini banyak sekali startup baru di bidang keuangan atau diberi nama fintech telah masuk ke teknologi digital,” paparnya.

Agus mengutip survei PWC tahun 2018 terhadap 52 pimpinan perusahaan perbankan di Indonesia dimana 72% dari responden menyatakan bahwa startup fintech menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan dan lembaga keuangan konvensional. “Dengan jumlah basis pelanggan yang besar, startup fintech bisa masuk sangat cepat dengan industri keuangan untuk transaksi pembayaran. Sebagai startup yang lahirnya dari teknologi digital, fintech bisa dengan sangat cepat memiliki kemampuan membangun super apps yang dilengkapi dengan data analytic, machine learning, dan teknologi lainnya,” paparnya.

Telkomtelstra saat ini bekerjasama dengan Oracle untuk penyediaan solusi digital e-KYC (know your costumer), seperti memverifikasi nasabah dalam pembukaan rekening secara online untuk salah satu pelanggannya di Bank Syariah. Bank Syariah tersebut saat ini telah berhasil melakukan 200 ribu pembukaan rekening melalui online sepanjang tahun 2020 yang tentunya sangat mendukung operasional dari layanan keuangan secara remote di masa pandemi.

TRENDING  Kuartal III-2019, transaksi mobile banking sejumlah bank tumbuh signifikan

Sementara itu, Dora Sunarli, Sales Director PT Oracle Indonesia, menjelaskan pertumbuhan pesat inovasi digital di sektor keuangan dan perbankan telah mendorong perkembangan inovasi E-KYC dari jenis tatap muka ke arah digital. Metode KYC tatap muka sebelumnya membutuhkan kehadiran secara fisik, proses verifikasi yang lebih lama dan biaya investasi yang lebih besar.

“Dengan bantuan teknologi digital, selain dapat mempercepat proses e-KYC, penyedia jasa keuangan dapat memanfaatkan jaringan internet yang sudah dapat diakses oleh 88% populasi di Indonesia untuk meraih jangkauan yang lebih luas lagi. Strategi digital apabila dapat diterapkan dengan baik dapat membantu industri keuangan dalam mendongkrak persentase penetrasi jumlah pelanggan untuk menggunakan layanan perbankan,” ucapnya.(*)

Tentang Telkomtelstra

Telkomtelstra adalah perusahaan patungan antara PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan Telstra Corporation Limited (Telstra) yang merupakan perusahaan telekomunikasi dan layanan informasi terkemuka di Australia.

Telkomtelstra menyediakan portfolio produk dan solusi teknologi terdepan seperti Managed Network Services, Managed Security Services, dan Managed Cloud Services untuk membantu peningkatan transformasi digital di Indonesia. Melalui pemahaman akan pasar lokal dan juga pengalaman menyediakan layanan managed solutions kelas dunia, Telkomtelstra telah berhasil mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memanfaatkan layanan solusi terkelola dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis.

Fintech tumbuh pesat‌ di‌ Indonesia⁣ seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, Otoritas Jasa Keuangan⁣ (OJK) mengungkapkan adanya financial gap‍ di Indonesia yang‌ mencapai US$ 165 miliar. Financial gap ini mengindikasikan kesenjangan keuangan antara masyarakat yang memiliki ⁣akses terbatas terhadap layanan keuangan ⁣dengan yang ⁢memiliki akses penuh. Hal ini menjadi perhatian serius ⁣bagi⁣ pemerintah dan lembaga keuangan⁣ untuk ‍meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Selain⁢ itu, OJK juga berkomitmen untuk mengawasi industri fintech‍ agar bisa memberikan layanan keuangan yang‌ lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.

Similar Posts

  • Menjaga Momentum Inovasi Industri Fintech

    Jakarta: Indonesia Fintech Society (IFSOC) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, menyambut positif geliat perkembangan fintech seiring pemulihan ekonomi nasional.  Melalui Fintech Policy Forum 2023, IFSOC dan CSIS Indonesia terus mendorong pengembangan dan penguatan sektor fintech, serta perluasan peranan dan pemanfaatan fintech di sektor keuangan Indonesia.  Fintech Policy Forum yang merupakan forum…

  • Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi

    Raiz Invest adalah platform investasi yang sedang menjadi sorotan bagi para milenial yang belum pernah mencoba berinvestasi sebelumnya. Dengan fitur-fitur inovatif dan kemudahan penggunaan, Raiz Invest berhasil menarik perhatian generasi muda untuk mulai membangun portofolio investasi mereka. Dengan Raiz Invest, para milenial dapat mulai berinvestasi dengan modal kecil dan merasakan manfaat dari investasi jangka panjang. Jadi, jangan ragu untuk bergabung dengan Raiz Invest sekarang juga dan mulailah membangun masa depan finansialmu!

  • Fintech Jadi Solusi untuk Bantu Pembiayaan UKM

    Fintech telah menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk membantu pembiayaan UKM di Indonesia. Dengan teknologi yang terus berkembang, para pelaku usaha kecil dan menengah kini dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui platform fintech. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi para pengusaha dalam mendapatkan modal usaha tanpa harus melewati proses yang rumit dan memakan waktu lama.

    Tidak hanya itu, fintech juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi dalam skala yang lebih kecil namun tetap menguntungkan. Dengan adanya platform peer-to-peer lending, para investor dapat memberikan pinjaman kepada UKM dengan tingkat bunga yang kompetitif, sehingga membantu pertumbuhan bisnis mereka.

    Dengan segala potensi dan manfaatnya, tidak heran jika fintech kini menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha UKM di Indonesia. Diharapkan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, perkembangan fintech di Tanah Air akan semakin pesat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional

  • Laba Bersih Hana Bank Turun Tipis 0,96% Jadi Rp 453,20 Miliar Pada 2023

    ILUSTRASI. Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 453,20 miliar untuk tahun buku 2023. Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 453,20 miliar untuk tahun buku 2023. Keuntungan Bank KEB Hana turun tipis 0,96% secara tahunan dari sebelumnya Rp 457,59 miliar pada tahun 2022. Penurunan laba bersih…

  • Overview

    Overview adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk melihat informasi terkini tentang berbagai topik yang sedang trending. Dengan fitur-fitur interaktif dan ringkas, pengguna dapat dengan mudah mendapatkan gambaran umum tentang suatu topik tanpa harus membaca artikel panjang. Dengan tingkat keterlibatan yang tinggi, Overview menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap up to date dengan berita terbaru