Bank Digital Perluas Jangkauan Pembiayaan Deposito Properti dengan Fintech

Bank Digital Perluas Jangkauan Pembiayaan Deposito Properti dengan Fintech

Jakarta: Albarokah Digital Bank. memperluas layanan deposito properti kepada investor dengan menggandeng Platform fintech P2P financing syariah di Indonesia, Danasyariah.
 
Direktur Utama Bank Albarokah, Dewi Mardalela menjelaskan kerja sama ini memberikan peluang besar. Dengan adanya kerja sama ini, promosi produk-produk yang ada di Albarokah Digital Bank, seperti deposito properti, bisa dibantu oleh Danasyariah.
 

“Ini tentunya bisa memperluas jangkauan pelayanan baik dari sisi sumber dana maupun pembiayaan,” kata dia dikutip dari Antara, Sabtu, 1 Juni 2024.
 
Lebih lanjut, Dewi menambahkan produk deposito berbasis properti ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, belum banyak lembaga keuangan lain yang terang-terangan membuka produk ini.

“Melalui kerja sama ini, kami harap bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk ini dan menarik lebih banyak deposan, apalagi secara pemrosesannya juga dilakukan secara cepat dan online,” tegas dia.
 
Sementara itu, Direktur Utama Danasyariah Taufiq Aljufri menyampaikan pandangannya terkait kerja sama ini, Danasyariah memiliki daftar lender yang cukup banyak, borrower yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya kesamaan produk, yaitu pendanaan berskema syariah dan berbasis properti, kami melihat potensi besar dalam kolaborasi dengan Bank Albarokah ini.
 
Bagi lender di Danasyariah, kerja sama ini bisa menjadi opsi pendanaan tambahan yang aman dan tepercaya karena selain dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memiliki agunan properti.

memungkinkan proyek properti dapatkan pembiayaan tambahan

Taufiq juga menambahkan sinergi ini memungkinkan proyek-proyek properti yang mengajukan pendanaan ke Danasyariah untuk mendapatkan pembiayaan tambahan di Bank Albarokah jika melebihi batas pembiayaan Rp2 miliar yang diizinkan bagi fintech P2P.
 
“Ini tentunya akan sangat membantu kebutuhan pembiayaan properti.” jelas dia.
 
Kolaborasi antara Danasyariah dan Bank Albarokah diharapkan dapat memberikan manfaat luas, baik bagi kedua lembaga maupun masyarakat. Bagi Bank Albarokah, kerja sama ini membuka pintu peluang untuk memperluas jangkauan nasabah melalui jaringan lender Danasyariah.
 
Pada akhirnya, hal ini bisa meningkatkan jumlah deposan dan nasabah potensial. Sementara itu bagi Danasyariah, kerja sama ini menawarkan diversifikasi investasi yang menarik bagi lender di Danasyariah.
 
Selain itu, bagi masyarakat yang memerlukan pembiayaan properti, kolaborasi ini membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau, sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, kolaborasi ini tak hanya memperkuat kedua lembaga di pasar keuangan syariah, melainkan juga mendukung pertumbuhan ekonomi lewat sektor properti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

TRENDING  Fintech Samir Sebut Banyak Menemukan Pinjol ilegal yang Mencatut Nama Perusahaan

Google News

(SAW)

Similar Posts

  • Asuransi Penyakit Kritis sejak Muda Bisa Cegah Krisis Finansial

    Asuransi Penyakit Kritis sejak muda merupakan langkah penting untuk mencegah krisis finansial di masa depan. Dengan memiliki perlindungan yang tepat, Anda dapat merasa tenang dan fokus pada pemulihan kesehatan tanpa harus khawatir tentang biaya pengobatan yang mahal. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan perlindungan ini, karena kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk diri sendiri dan keluarga. Segera ambil langkah bijak dengan mengamankan masa depan Anda melalui Asuransi Penyakit Kritis sejak dini

  • Ini Jawara Bank Penyalur KPR Terbesar Sepanjang 2024

    Menurut data terbaru, Bank Penyalur KPR terbesar sepanjang tahun 2024 adalah Bank Mandiri. Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah setiap bulan, Bank Mandiri berhasil mempertahankan posisinya sebagai jawara dalam industri perbankan. Kepercayaan masyarakat pada layanan dan produk KPR dari Bank Mandiri menjadi faktor utama yang membuat bank ini semakin diminati oleh para calon pemilik rumah. Dengan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan solusi finansial yang tepat, tidak heran jika Bank Mandiri tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki rumah impian

  • Kilas Balik 2025, Gagal Bayar di Industri Fintech Mulai dari Akseleran Hingga DSI

    Pada tahun 2025, industri fintech di Indonesia mengalami goncangan besar akibat maraknya kasus gagal bayar. Mulai dari platform peer-to-peer lending seperti Akseleran hingga perusahaan payment gateway seperti DSI terdampak oleh masalah ini. Para investor dan nasabah pun mulai merasa khawatir dengan keamanan dan keberlangsungan bisnis fintech di tanah air. Tidak sedikit yang merasa kecewa dan menuntut transparansi serta tanggung jawab dari para pelaku usaha fintech yang terlibat dalam kasus gagal bayar tersebut

  • KPPU Teruskan Kasus Dugaan Kartel Fintech

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan untuk melanjutkan kasus dugaan kartel di industri fintech. Kasus ini menjadi sorotan publik karena potensi dampaknya terhadap persaingan usaha dan konsumen. KPPU berkomitmen untuk menindak tegas praktik kartel yang merugikan masyarakat dan mengganggu ketertiban pasar. Semua pihak yang terlibat dalam praktik kartel akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Persaingan Usaha. KPPU mengajak seluruh pelaku usaha fintech untuk patuh pada aturan yang berlaku demi menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan adil bagi semua pihak

  • Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, Begini Efeknya ke Saham dan Fundamental Bank

    Fitch Ratings menurunkan outlook Bank BUMN dari stabil menjadi negatif, hal ini langsung berdampak pada saham dan fundamental bank tersebut. Penurunan outlook ini membuat investor khawatir akan kinerja Bank BUMN di masa depan, sehingga sahamnya pun langsung merosot. Selain itu, fundamental bank juga terpengaruh karena potensi penurunan rating yang dapat mempengaruhi likuiditas dan kepercayaan pasar terhadap Bank BUMN. Dengan demikian, langkah strategis perlu segera diambil untuk mengatasi dampak negatif dari penurunan outlook ini

  • PNM Imbau Nasabah Mekaar Jauhi Pinjol Ilegal

    PNM Imbau Nasabah Mekaar Jauhi Pinjol Ilegal

    Perusahaan Pembiayaan Mikro (PNM) mengimbau nasabahnya untuk menjauhi praktik pinjaman online ilegal atau yang lebih dikenal dengan sebutan pinjol. Hal ini disampaikan sebagai upaya perlindungan terhadap nasabah agar tidak terjerumus dalam praktik yang merugikan tersebut.

    “Kami sangat menghimbau kepada seluruh nasabah Mekaar untuk tidak menggunakan jasa pinjol ilegal. Praktik ini dapat memberikan dampak buruk bagi keuangan dan reputasi Anda,” ujar perwakilan PNM.

    Dengan semakin maraknya kasus penipuan dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pinjol ilegal, PNM berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada para nasabahnya agar lebih waspada dan bijak dalam memilih layanan keuangan. Dengan menjaga hubungan baik dengan lembaga keuangan resmi seperti PNM, diharapkan nasabah dapat terhindar dari masalah finansial yang tidak diinginkan