Industri Fintech Diprediksi Tumbuh Positif hingga Akhir 2024, Cermati Penyebabnya

Industri Fintech Diprediksi Tumbuh Positif hingga Akhir 2024, Cermati Penyebabnya

ILUSTRASI. Pengguna sosial media mengamati iklan platform pinjaman online alias pinjol di Tangerang Selatan, Minggu (24/9/2023). Perusahaan fintech mencatatkan kinerja positif tercermin dari penyaluran pembiayaan yang terus tumbuh dan Non Performing Financing (NPF) aman.

Beritafintech.com – JAKARTA. Perusahaan fintech baik yang memiliki ekosistem maupun tidak, tetap mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini tercermin dari penyaluran pembiayaan yang masih terus tumbuh dan Non Performing Financing (NPF) berada dalam kondisi aman. 

Salah satunya seperti, PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) mencatatkan kinerja yang positif perusahaan hingga Oktober 2024. Hal ini terlihat dari penyaluran pembiayaan yang stabil, di mana TKB90 mencapai sebesar 98% pada Oktober 2024. 

CEO UKU Tony Jackson mengatakan, pihaknya terus menjaga stabilitas penyaluran pinjaman, kemudian memastikan NPL tetap terkendali, dan komunikasi aktif dengan pelanggan. 

Baca Juga: Kinerja Perusahaan Fintech dalam Tren Positif, Cermati Pendorongnya

“Kami memanfaatkan analisis kontrol risiko berbasis big data dan aktif mengedukasi pengguna UKU agar dapat mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan membayar tagihan tepat waktu demi kesejahteraan finansial mereka,” kata Tony kepada Kontan, Jumat (9/11).

Selaras dengan hal ini, Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar juga mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan tumbuh positif hingga Oktober 2024. Untuk itu, sampai dengan akhir tahun, perusahaan optimistis menargetkan peningkatan transaksi secara keseluruhan lebih dari 50%. 

Adapun secara bulanan, pada Agustus hingga September 2024, LinkAja mencatatkan persentase pertumbuhan transaksi QRIS sebesar hampir 5%. 

“Tentunya dengan menghadirkan berbagai program dan pengalaman pelanggan yang lebih efisien agar seluruh pengguna semakin mudah dan nyaman mengutilisasi platform LinkAja,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (5/11).

TRENDING  Resmi, Bunga Turun Mulai 2025, Berlaku 97 Di Perusahaan Pinjol Legal Berikut

Baca Juga: Akseleran Menilai Faktor Ini Bisa Membuat TWP90 Industri Fintech Lending Naik

Yogi bilang, peningkatan ini diharapkan dapat bertumbuh sejalan dengan kebutuhan pembayaran transaksi digital yang terus meningkat setiap tahunnya. Dalam mendongkrak transaksi QRIS di platform LinkAja, LinkAja akan berfokus pada model bisnis dua sisi B2B2C. 

Di sisi B2B, perusahaan berfokus pada end to-end value chain dari sisi tradisional maupun digital, sementara di sisi B2C, perusahaan mengutakan low-cost user acquisition dan retention. 

“Ekosistem BUMN akan tetap menjadi key competitive advantage LinkAja sebagai solusi keuangan digital yang mendukung pengembangan infrastuktur pembayaran bersama dengan berbagai lini bisnis BUMN, termasuk meneruskan inisiatif layanan disbursement insentif dan platform penukaran poin loyalitas di dalam lingkup perusahaan BUMN,” tururnya.

Dengan mengoptimalkan strategi ini, LinkAja optimistis dapat terus melanjutkan perkembangan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan dengan persentase perbaikan yang baik antara jumlah pengguna aktif dengan nilai transaksi yang dilakukan.

Industri Fintech diprediksi akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2024. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih, meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital, serta dukungan regulasi yang memudahkan perkembangan industri Fintech. Selain itu, adopsi yang semakin luas terhadap layanan Fintech juga turut mempengaruhi pertumbuhan positif industri tersebut. Dengan perkembangan ini, perusahaan Fintech diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan layanan demi memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi kepada masyarakat.

Similar Posts

  • Ini Daftar Lengkap Bank Syariah di Indonesia

    Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Di Indonesia, terdapat sejumlah bank syariah yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi. Berikut ini adalah daftar lengkap bank syariah di Indonesia:

    1. Bank Muamalat Indonesia
    2. Bank Syariah Mandiri
    3. BRI Syariah
    4. BNI Syariah
    5. Bank Mega Syariah
    6. Bank BCA Syariah

    Keberadaan bank syariah di Indonesia semakin berkembang pesat, menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada masyarakat. Dengan adanya pilihan bank syariah ini, masyarakat dapat memilih layanan perbankan yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih Islami dan berkelanjutan

  • Terapkan ESG, Bank Mandiri Kampanyekan Pemrosesan Data Pribadi

    Bank Mandiri telah meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemrosesan data pribadi dengan menerapkan Environmental, Social, dan Governance (ESG). Dalam upaya untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap informasi pribadi nasabah, Bank Mandiri mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan data pribadi mereka. Dengan menerapkan prinsip ESG, Bank Mandiri berkomitmen untuk menjaga integritas dan keamanan data pribadi setiap individu demi menciptakan lingkungan digital yang aman dan terpercaya. Ayo bergabung bersama Bank Mandiri dalam mendukung kampanye ini demi melindungi privasi dan keamanan data pribadi kita semua!

  • Meski melambat, kinerja bank asing masih stabil

    ILUSTRASI. kinerja bank asing masih stabil Beritafintech.com – JAKARTA. Dalam masa pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor tengah mengalami perlambatan. Hal ini pun sedikit banyak berdampak pada berkurangnya kemampuan bank dalam menyalurkan kredit, tanpa terkecuali Bank Asing.  Merujuk Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada bulan Mei 2020 terjadi perlambatan kredit Bank Asing

  • Sehat Finansial Jelang Akhir Tahun ala Astra Life, Cek 5 Indikatornya

    ILUSTRASI. Astra Life sebagai perusahaan asuransi jiwa yang rutin mengedukasi masyarakat akan literasi finansial merangkum 5 indikator untuk meningkatkan kesehatan finansial. Beritafintech.com – Memasuki akhir tahun 2023 saatnya mengevaluasi hingga memperbaiki kondisi finansial dan bersiap untuk langkah berikutnya. Sepanjang tahun 2023, bagi yang sudah menghabiskan waktu dan dana untuk memenuhi kebutuhan personal untuk berolahraga, pergi

  • Siap-siap Raih Cuan dari Dividen Bank, Mana yang Paling Menguntungkan?

    Bagi para investor yang ingin meraih cuan dari dividen bank, penting untuk memilih investasi yang paling menguntungkan. Beberapa bank mungkin menawarkan dividen yang lebih tinggi daripada yang lain, namun perlu diperhatikan juga faktor-faktor lain seperti stabilitas keuangan dan kinerja perusahaan. Jadi, sebelum memutuskan di mana akan menginvestasikan uang Anda, pastikan untuk melakukan riset dan analisis mendalam agar dapat memperoleh hasil investasi yang optimal

  • Menilik Kinerja Penyaluran Pembiayaan Fintech Lending pada Kuartal I-2025

    Dalam kuartal pertama tahun 2025, terjadi peningkatan signifikan dalam kinerja penyaluran pembiayaan fintech lending. Data menunjukkan bahwa jumlah pembiayaan yang disalurkan meningkat secara eksponensial, mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap layanan fintech lending semakin meningkat.

    Tidak hanya itu, tingkat keberhasilan dalam pengembalian pembiayaan juga mengalami peningkatan yang cukup besar. Para peminjam cenderung lebih disiplin dalam membayar cicilan mereka tepat waktu, sehingga risiko kredit dapat dikelola dengan lebih baik.

    Selain itu, adopsi teknologi dan inovasi produk juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kinerja penyaluran pembiayaan fintech lending. Berbagai fitur baru dan kemudahan akses membuat layanan ini semakin diminati oleh masyarakat.

    Secara keseluruhan, kuartal pertama tahun 2025 dapat dikatakan sebagai periode yang sangat sukses bagi industri fintech lending. Dengan pertumbuhan yang pesat dan tingkat keberhasilan yang tinggi, prospek industri ini di masa depan terlihat sangat cerah