Bidik Pasar KPR, Lamudi Akusisi Platform Fintech

Bidik Pasar KPR, Lamudi Akusisi Platform Fintech

Jakarta: Perusahaan properti teknologi (PropTech) Lamudi telah mengakuisisi platform fintech KPR di Indonesia, Ideal. Langkah strategis ini memungkinkan Lamudi.co.id untuk semakin menyederhanakan dan mendigitalisasi proses pengajuan KPR bagi jutaan pencari properti.
 
Saat ini ada lebih dari 500 pengembang properti dan 30 ribu agen properti yang telah terhubung di Lamudi.  Kehadiran Ideal menambah 28 bank dan lembaga keuangan dalam jaringannya, menciptakan peluang kolaborasi yang lebih luas dan sinergi yang semakin kuat di seluruh ekosistem properti.
 
Co-founder sekaligus CEO Ideal Albert Surjaudaja mengungkapkan antusiasmenya bergabung dengan Lamudi. Pihaknya mendirikan Ideal pada 2021 untuk merevolusi proses pengajuan KPR di Indonesia agar menjadi lebih praktis, mudah, dan transparan.
“Dengan menjadi bagian dari Lamudi, kami dapat memperluas jangkauan ke jutaan konsumen, serta pasar lainnya di bawah perusahaan induk Lamudi, DCG. Kemitraan ini memungkinkan kami berkembang lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih besar,” kata Albert dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Desember 2024.
 

CEO Digital Classifieds Group (DCG) Mark Nosworthy menjelaskan pembiayaan rumah adalah tantangan besar di semua pasar. Dengan kerjasama ini, pihaknya tidak hanya meningkatkan layanan KPR di Indonesia, tetapi juga bersiap untuk memperluas platform ini ke negara lain.
 
“Kami berencana mengembangkan Ideal di Filipina pada Januari 2025 dan terus mengintegrasikan teknologinya ke dalam portofolio perusahaan kami di Asia Tenggara,” ungkap Mark.
 
CEO Lamudi Mart Polman menganggap akuisisi ini sebagai langkah penting dalam menjawab tantangan pasar KPR, mengingat 80 persen pembelian properti residensial di Indonesia dibiayai melalui KPR.
 
“Dengan kerjasama ini, kami dapat menawarkan solusi pembiayaan yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan beragam kebutuhan pembeli properti di Indonesia. Layanan seperti kalkulator KPR dan credit scoring, akan membuat opsi pembiayaan lebih jelas dan mudah diakses oleh semua kalangan,” jelas dia.
 
Di sisi lain, teknologi ini menjadi terobosan bagi pengembang, agen, dan bank untuk mengatasi hambatan dalam proses KPR, menyederhanakan proses operasional, dan memberikan pengalaman yang lebih mudah kepada klien mereka.

TRENDING  OJK Setujui Pembentukan Satu Konsorsium Terkait Asuransi Kredit untuk Fintech Lending

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

(KIE)

Similar Posts

  • Astra Financial dan Maucash Perluas Kesadaran Produk Finansial

    ILUSTRASI. Astra Financial mengadakan acara Media Workshop dengan tema #BarengASFIN di Green Forest Horison, Bandung. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 21 hingga 22 Juni 2024. Beritafintech.com – Astra Financial mengadakan acara Media Workshop dengan tema #BarengASFIN di Green Forest Horison, Bandung. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 21

  • Tips Hemat Uang Makan untuk Orang Single

    Beritafintech.com – Sungguh menarik membicarakan kehidupan para single person. Terutama tentang bagaimana mereka mengatur keuangan. Tips hemat uang makan ini bisa jadi bekal para single dalam menentukan budget hariannya. Uang makan menjadi indikator pengeluaran belanja bulanan yang paling besar. Jumlahnya melebihi budget untuk membeli kebutuhan lain, seperti perlengkapan mandi, skincare dan tagihan listrik. Tentu hal…

  • Sejumlah Tantangan Ini Dapat Menekan Perolehan Laba Industri Fintech Lending

    Industri fintech lending saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang dapat menekan perolehan laba mereka. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di pasar, dengan munculnya banyak platform fintech baru setiap hari. Selain itu, regulasi yang terus berubah juga menjadi hambatan bagi industri ini dalam mencapai target laba yang diinginkan.

    Tidak hanya itu, risiko kredit juga menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perolehan laba industri fintech lending. Dengan tingginya tingkat non-performing loans (NPL), para pemain di industri ini harus bekerja ekstra keras untuk meminimalkan risiko tersebut dan tetap menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Meskipun demikian, dengan inovasi dan strategi yang tepat, industri fintech lending masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan. Para pemain di industri ini perlu terus melakukan penelitian pasar dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis agar dapat bertahan dan tumbuh dalam persaingan yang semakin sengit

  • Bank Dituntut untuk Menghadirkan Layanan Digital seperti Fintech

    Bank-bank tradisional dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan digital seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan fintech. Hal ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tingginya permintaan masyarakat akan kemudahan dalam bertransaksi secara online. Dengan adanya layanan digital, diharapkan bank dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah serta meningkatkan daya saing di pasar finansial. Selain itu, kehadiran layanan digital juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke bank konvensional. Oleh karena itu, bank dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya

  • Beban Membengkak, Laba Sejumlah Bank Tertekan

    ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank BJB di Bandung. Beritafintech.com – JAKARTA. Sejumlah bank bermodal mini telah merilis laporan keuangannya untuk tahun buku 2023. Beberapa di antaranya mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif, meskipun ada juga bank-bank bermodal mini yang mencatatkan penurunan kinerja.  Secara industri, jika melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank di KBMI II mencatat…

  • UMKM Juga Harus Sadar Finansial

    UMKM juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang manajemen keuangan. Dengan memahami finansial dengan baik, UMKM dapat mengelola keuangan mereka secara efisien dan mampu bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan mereka dalam hal finansial agar dapat meraih kesuksesan jangka panjang