Membedah Kredit Bermasalah Bank Mandiri

Membedah Kredit Bermasalah Bank Mandiri

ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (11/11/2024).

Beritafintech.com JAKARTA. Kualitas aset PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat masih  terjaga baik. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank ini berlogo pita emas ini tercatat turun tipis tahun lalu. 

Kendati rasio NPL turun, namun nilai kredit bermasalah di Bank Mandiri tahun lalu sebetulnya naik. Rasio mengecil lantaran outstanding kredit perseroan tumbuh sangat pesat.

Melansir laporan keuangan Bank Mandiri, Selasa (18/2), rasio NPL Bank Mandiri pada akhir 2024 ada di level 1,12%, turun dari 1,19% pada tahun 2023. 

Per akhir Desember 2024, total kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.670,5 triliun, meningkat 19,5% secara tahunan atau year on year (YoY). 

Adapun total nilai kredit bermasalah di Bank Mandiri pada tahun 2024 mencapai Rp 18,6 triliun, bertambah Rp 2,1 triliun dari Rp 16,5 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Tantangan dan Strategi Perbankan Menghadapi Risiko Kredit di 2024

NPL Bank Mandiri di segmen korporasi mencapai 0,36% dengan nilai Rp Rp 2,26 triliun. Sedangkan rasio di tahun sebelumnya mencapai 0,31% dengan nilai kredit bermasalah Rp 1,52 triliun. Adapun total kredit korporasi bank ini per akhir 2024 mencapai Rp 620 triliun atau meningkat 26,7% secara YoY. 

Kredit Bank Mandiri di segmen komersial mencapai Rp 293 trilion atau tumbuh 23% secara tahunan. Rasio NPL di segmen ini turun menjadi 1,1% pada 2024 atau senilai Rp 3,23 triliun, turun dari tahun 2024 yang rasionya mencapai 1,73% atau senilai Rp 4,12 triliun. 

TRENDING  Separuh Nasabah Fintech Ini Pinjam Uang untuk Kebutuhan Pendidikan

Kredit bermasalah di segmen konsumer mencapai Rp 2,67 triliun atau 2,18% dari total kredit konsumer yang mencapai Rp 123 triliun pada akhir 2024. Tahun sebelumnya, nilai kredit bermasalah di segmen ini mencapai Rp 2,31 triliun atau 2,04% dari total portofolionya. 

Di segmen usaha kecil dan menengah (UKM), kredit bermasalah Bank Mandiri mencapai sekitar Rp 800 miliaran atau 0,92% dari total kredit UKM yang nilainya sebesar Rp 87 triliun. Angka tersebut meningkat dari Rp 740 miliar pada tahun 2023 atau 0,97% dari total portofolio UKM. 

Baca Juga: Rasio Kredit Macet Bank-Bank Besar Kompak Mencatatkan Perbaikan

Kredit bermasalah di segmen mikro dan payroll tercatat naik paling tinggi. Nilainya mencapai Rp 3,65 triliun atau 1,94% dari total kredit di segmen ini yang jumlahnya Rp 188 triliun pada akhir 2024. Itu meningkat dari Rp 2,3 triliun pada tahun 2023 atau 1,37% dari total kredit mikro dan payroll.

Adapun kredit bermasalah anak usaha Bank Mandiri pada akhir 2024 mencapai Rp 6,02 triliun atau 1,63% dari  Rp 360 triliun total kreditnya. Angkanya naik dari Rp 5,6 triliun pada tahun sebelumnya dengan rasio 1,19%. 

Untuk memperkuat bisnis dan menjaga kualitas aset, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit.

Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan penguatan manajemen risiko dengan posisi rasio pencadangan atau coverage ratio Bank Mandiri yang berada di level 304% pada akhir 2024. 

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Bakal Buyback, Siapkan Dana Hingga Rp 1,17 Triliun

TRENDING  Masih di Bawah Target, Porsi Pembiayaan Fintech Lending ke Produktif Sebesar 33,83%

“Melalui upaya ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mempertahankan kelangsungan bisnis yang sehat serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan,” kata Darmawan, belum lama ini.

Selanjutnya: Penumpang Unggah Video Mengerikan, Pesawat Delta Terbalik saat Pendaratan Darurat

Menarik Dibaca: Simak Jadwal Terbaru KRL Solo-Jogja Pada Rabu, 19 Februari 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Registering a Company Using a Rented Room Address in Singapore

    Untuk memulai proses pendaftaran perusahaan di Singapura menggunakan alamat ruangan sewa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyedia layanan sewa ruangan yang terpercaya. Pastikan untuk memilih ruangan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan memiliki reputasi yang baik di mata pemerintah Singapura. Setelah itu, lengkapi semua dokumen yang diperlukan dan ajukan permohonan pendaftaran perusahaan Anda. Dengan mengikuti prosedur ini dengan teliti dan hati-hati, Anda dapat memulai bisnis Anda dengan lancar dan legal di Singapura

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • AFPI: Aturan Baru OJK Perkuat Legitimasi Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan baru yang bertujuan untuk memperkuat legitimasi industri fintech lending di Indonesia. Aturan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pelaku usaha dan konsumen dalam menggunakan layanan fintech lending. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri fintech lending sehingga pertumbuhan sektor ini dapat semakin berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, aturan baru ini juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis bagi para pelaku usaha fintech lending agar dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif

  • OJK Bakal Perluas Ruang Lender Fintech P2P Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk memperluas ruang bagi para pemberi pinjaman di platform fintech peer-to-peer (P2P) lending. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan akses pendanaan bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan peluang lebih luas bagi para investor dalam mendiversifikasi portofolio mereka. Dengan adanya ekspansi ini, diharapkan industri fintech P2P lending dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia

  • Moody’s Ubah Outlook Lima Bank Besar Indonesia Jadi Negatif

    Moody’s Investors Service telah mengubah outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif, menyoroti ketidakpastian ekonomi global dan dampaknya terhadap sektor perbankan di Indonesia. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran bagi para investor dan pelaku pasar yang tengah memantau perkembangan ekonomi nasional. Bank-bank besar di Indonesia harus siap menghadapi tantangan yang lebih berat dalam menjaga stabilitas keuangan dan pertumbuhan bisnis mereka di tengah kondisi yang tidak pasti ini

  • Berikut Daftar Pinjol Legal dan Ilegal dari OJK Per Juni 2024 – Page all

    ILUSTRASI. Tawaran platform pinjaman online malalui kanal digital, Rabu (15/11/2023). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membatasi masyarakat meminjam maksimal di tiga platform fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol). Ketentuan pembatasan penggunaan platform pinjol dikeluarkan OJK agar konsumen bisa mengindari kelebihan pendanaan./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/15/111/2023. Beritafintech.com – JAKARTA. Hingga kini pinjaman online masih banyak…