Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun

Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun

ILUSTRASI. Bank Aladin.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk telah berhasil mengakuisisi nasabah lebih dari 2,8 juta hingga Juni 2023. Pertumbuhan jumlah nasabah tersebut mendorong pertumbuhan pesat dana pihak ketiga (DPK) bank digital ini. 

Total DPK bank yang baru seumur jagung ini sudah mencapai Rp 1,3 triliun pada semester pertama tahun ini. Capaian tersebut melesat 64,6% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022.

“Bank Aladin Syariah ingin tumbuh dengan sustainable, sehingga optimalisasi digital harus berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dan dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan mitra-mitra strategis kami,” ujar Dyota Marsudi Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Jumat (28/7).

Sementara outstanding pembiayaan Bank Aladin sudah tembus Rp 2,1 Triliun, tumbuh 50,4% dari Desember 2022. Ini berasal dari produk pembiayaan invoice financing, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi untuk nasabah UMKM & korporasi, serta pembiayaan multiguna untuk nasabah ritel. 

Baca Juga: Bank BCA Digital Telah Menghimpun DPK Rp 8,38 Triliun

Dyota bilang, pertumbuhan pembiayaan itu ditopang oleh kolaborasi ekosistem Bank dengan Alfamart. Kolaborasi itu juga yang membuat kualitas pembiayaan tetap terjaga baik dengan rasio non performing finance (NPF) di level 0,00%.

“Kami terus melakukan berbagai langkah yang inovatif melalui terobosan-terobosan dalam menyediakan produk dan layanan digital yang relevan dan beretika dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah,” kata Dyota. Per Juni, total aset bank ini mencapai Rp 5,2 Triliun 

Tahun ini, Bank Aladin telah meluncurkan QRIS dan Corporate Internet Banking untuk memperluas layanan perbankan ke segmen ritel dan segmen korporasi. Tidak hanya itu, pada kuartal ini Bank terus memperkuat kemitraannya dengan ekosistem Alfamart dengan melanjutkan peluncuran fitur Tarik Setor Tunai (Tarsetun) di gerai Alfamidi yang mempunyai lebih dari 2000 gerai di seluruh Indonesia. 

TRENDING  Utang BUMN Karya Berpotensi Ditunda, Laba Bank Himbara Terancam Tertekan

Baca Juga: BTN Siapkan Spin off Unit Usaha Syariah, Ditargetkan Terealisasi Akhir 2023

Kerjasama ini mencerminkan eksekusi lanjutan dari kerjasama dengan Alfamart grup dan dipercaya akan mempermudah serta mendekatkan masyarakat khususnya segmen underbanked dengan transaksi perbankan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dengan dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank Aladin Syariah, kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk yang memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi sehari-hari. Kinerja yang solid ini memperkuat posisi Bank sebagai Bank Digital Syariah pertama di Indonesia,” pungkas Dyota. 

Meski jumlah nasabah telah mendorong pertumbuhan DPK dan kredit, Bank Aladin masih merugi pada semester pertama tahun ini Rp 96,25 miliar.

Kerugian tersebut sejalan dengan lonjakan beban operasional Bank Aladin secara konsolidasian sekitar 94,54% jadi Rp 204,84 miliar. Beban tenaga kerja naik 55,36% secara tahunan dari Rp 60,56 miliar menjadi Rp 94,09 miliar. Selain itu, beban promosi juga melesat 397,70% secara tahunan menjadi Rp 30,41 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Cara Buka Rekening Bank Muamalat dan Syarat untuk Calon Nasabah

    ILUSTRASI. Buka Rekening Bank Muamalat dan Syarat untuk Calon Nasabah. (KONTAN/Baihaki) Penulis: Bimo Kresnomurti Beritafintech.com – JAKARTA. Ikuti panduan cara buka rekening Bank Muamalat dengan praktis. Salah satu bank syariah ini tentu dapat menjadi pilihan calon nasabah untuk menyimpan uang dalam bentuk tabungan syariah. Bank Muamalat merupakan salah perbankan swasta dengan prinsip syariah di Indonesia. Bank ini menawarkan…

  • Gagal Bayar Fintech Marak, OJK Minta Bank Perketat Channeling

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank untuk lebih ketat dalam melakukan channeling kepada fintech marak yang gagal bayar. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk mengurangi risiko kerugian bagi bank dan melindungi konsumen dari praktik ilegal yang dilakukan oleh fintech tersebut. OJK juga menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku agar industri fintech dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat

  • World Bank Fintech

    Menurut laporan terbaru dari World Bank, industri fintech di Indonesia terus berkembang pesat dan menjadi salah satu yang paling inovatif di dunia. Dengan adopsi teknologi yang semakin luas, layanan keuangan digital semakin mudah diakses oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia. Selain itu, regulasi yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan industri fintech ini. Diharapkan dengan dukungan semua pihak, Indonesia dapat menjadi pusat fintech global yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat

  • Bunga Pinjol Di P2P Berizin Akan Turun Mulai 2025, Berlaku Di Perusahaan Legal

    Pemerintah telah mengumumkan bahwa bunga pinjaman di platform peer-to-peer (P2P) berizin akan turun mulai tahun 2025. Keputusan ini akan berlaku di perusahaan legal yang telah memenuhi persyaratan dan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Hal ini disambut baik oleh masyarakat karena diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan bagi para peminjam tanpa harus terbebani dengan bunga yang tinggi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan keamanan dalam industri P2P lending di Indonesia

  • Finansial Terbatas Tetap Bisa Kuliah di Unpad, Begini Caranya

    Bagi banyak orang, kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) merupakan impian yang sulit tercapai karena biaya pendidikan yang tinggi. Namun, kini dengan adanya program Finansial Terbatas Tetap Bisa Kuliah di Unpad, impian tersebut bisa menjadi kenyataan. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi namun memiliki keterbatasan finansial untuk tetap bisa menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di Indonesia.

    Dengan adanya program ini, mahasiswa tidak perlu lagi khawatir akan biaya kuliah yang mahal. Mereka dapat fokus pada belajar dan mengembangkan potensi diri tanpa harus terbebani oleh masalah keuangan. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan membangun jaringan dengan sesama mahasiswa Unpad.

    Jadi, bagi para calon mahasiswa yang memiliki mimpi untuk kuliah di Unpad namun terkendala oleh masalah finansial, jangan ragu untuk mendaftar ke program Finansial Terbatas Tetap Bisa Kuliah di Unpad. Dengan tekad dan usaha keras, impian Anda bisa menjadi kenyataan!

  • KoinWorks Jadi Fintech Lending Pertama yang Hadirkan Layanan Customer Service 24 Jam

    KoinWorks telah menjadi pionir dalam dunia fintech lending di Indonesia dengan menghadirkan layanan customer service 24 jam pertama kali. Dengan adanya layanan ini, para pengguna KoinWorks dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dan informasi kapan pun mereka membutuhkannya. Hal ini tentu saja membuat pengalaman bertransaksi di platform KoinWorks menjadi lebih nyaman dan aman. Tidak heran jika KoinWorks berhasil menarik perhatian banyak orang dan menjadi salah satu platform fintech lending terkemuka di Indonesia