Ini Jadwal RUPST Bank Mandiri, BNI & BRI Terbaru

Ini Jadwal RUPST Bank Mandiri, BNI & BRI Terbaru

ILUSTRASI. Pertumbuhan Kredit: Dari kiri: Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo dan Sekretaris Perusahaan M. Ashidiq Iswara saat paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan IV-2024 di Jakarta, Rabu (5/2/2025). Bank Mandiri berhasil mendorong pertumbuhan kredit secara konsolidasi sebesar 19.5% YoY pada 2024, atau dua kali lipat dari industri menjadi Rp1.670,55 triliun menyusul agresifitas perseroan dalam mengoptimalkan ekosistem segmen wholesale. KONTAN/Baihaki/5/2/2025

Beritafintech.com – JAKARTA. Bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank BTN (BBTN) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada akhir Maret 2025.

Jadwal RUPST ini mundur dari semula dijadwalkan pada awal Maret 2025. Perubahan jadwal tersebut disebut-sebut berkaitan dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto besok, pada 24 Februari 2025. Mayoritas bank-bank pelat merah ini nantinya akan menjadi aset yang dikelola oleh BPI Danantara.

Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), BRI misalnya, awalnya akan menyelenggarakan RUPS Tahunan pada Selasa, 11 Maret 2025. Namun dalam pengumuman terbaru, BRI mengubah jadwal RUPST menjadi 24 Maret 2025.

Pemanggilan rapat akan dilakukan pada Jumat, 28 Februari 2025. Para pemegang saham yang berhak menghadiri/diwakili dan memberikan suara dalam RUPST adalah yang namana tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan dan/atau rekening efek di KSEI pada Kamis, 27 Februari 2025 pukul 17.00 WIB.

TRENDING  Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, Begini Efeknya ke Saham dan Fundamental Bank

Jika dilihat dari keterbukaan informasi, bank-bank pelat merah ini belum merilis agenda yang akan dibahas dalam RUPST tahun ini. Namun jika melihat pada histori tahun lalu, RUPST bank-bank pelat merah ini salah satunya membahas terkait pembagian dividen, perubahan pengurus, dan nomenklatur jabatan direksi.

Menjelang RUPST, berbagai rumor pun banyak berseliweran. Terlebih, jika ada nama-nama direktur yang memang masa jabatannya telah habis pada tahun tersebut.

Adapun di BRI memang belum ada nama direksi yang akan berakhir masa jabatannya. Hanya ada beberapa komisaris yang akan habis masa jabatan, salah satunya Komisaris Utama Kartika Wirjoatmodjo yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

Baca Juga: Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Siapkan Rp 3 Triliun Buyback Saham di 2025

Meski beberapa nama memang masih memiliki sisa waktu jabatan, bukan berarti terbebas dari pergantian, terlebih posisi direktur utama. Sumber Beritafintech.com mengungkapkan bahwa ada potensi Direktur Utama BRI Sunarso akan berlabuh menjadi orang nomer satu di Bank Mandiri. Itu akan terjadi kalau memang Direktur Bank Mandiri Darmawan Junaidi tidak dilanjutkan.

Selanjutnya, sumber Beritafintech.com juga mengungkapkan bahwa Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar ada kemungkinan untuk menggantikan Sunarso sebagai Direktur Utama BRI. Di mana, Alexandra akan bersaing dengan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi untuk menempati posisi tersebut.

Sementara, Bank Mandiri yang semula akan mengadakan RUPST pada 12 Maret 2025, mengubah jadwal menjadi 25 Maret 2025. Pemanggilan rapat yang memuat mata acara rapat akan diumumkan paling sedikit melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), situs web PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan situs web Perseroan pada Senin (3/3). 

TRENDING  Ini Kata Pengamat Soal Porsi Pembiayaan Fintech Lending ke Produktif Menyusut

Pemegang Saham yang berhak hadir/diwakili dalam rapat adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham dan/atau pemilik saham Perseroan dalam catatan saldo rekening efek di Penitipan Kolektif KSEI pada penutupan perdagangan saham pada hari Jumat, tanggal 28 Februari 2025 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: BNI Menaikkan Dana untuk Buyback Menjadi Rp 1,5 Triliun

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, nantinya akan ada sedikit perubahan di anggaran dasar. “Iya, jadi memang belum bisa di tanggal rencana awal, harus ada waktu. Ada sedikit perubahan di anggaran dasar,” ujar Darmawan.

Bank Mandiri memiliki empat direktur dengan masa jabatan habis di 2025. Mereka adalah Direktur Keuangan Sigit Prastowo, Direktur Jaringan dan Ritel Banking Aquarius Rudiantoro, Direktur Operation Tono E.B. Supari, dan Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas.

Adapun Bank BNI mengumumkan perubahan jadwal RUPST Tahun Buku 2024. Diketahui, BNI semula menjadwalkan RUPS pada 13 Maret 2025.

Melalui keterbukaan informasi BEI, perseroan menyatakan, RUPS akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025. RUPS akan berlangsung pukul 10.00 WIB di Ballroom Menara BNI Lantai 6, Jakarta Pusat.

Pemegang Saham yang berhak menghadiri/mewakili dan memberikan suara dalam Rapat tersebut adalah Pemegang Saham Perseroan yang Namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan atau Pemegang Saham dalam rekening efek di KSEI pada hari Senin, 3 Maret 2025 pukul 16.00 WIB.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjadi yang paling banyak memiliki direktur dengan masa jabatan yang akan berakhir di RUPST tahun ini.

TRENDING  Miliki Banyak Keunggulan, Pospay Ramaikan Persaingan Fintech

Seperti Direktur Utama BNI Royke Tumilaar yang telah menjabat posisi tersebut sejak 2 September 2020. Ada juga Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dan Direktur Manajemen Risiko David Pirzada yang juga menjabat posisi tersebut di tanggal yang sama.

Sementara itu, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan berpendapat ada kemungkinan perubahan jadwal RUPS ini ada hubungannya dengan BPI Danantara. Di mana, ada hubungannya juga terkait rencana pembagian dividen yang nantinya akan masuk ke lembaga tersebut.

Ia pun berpandangan bahwa keterlibatan BPI Danantara dalam RUPS nantinya tentu sudah melalui pertimbangan dari pemerintah. Alhasil, hal tersebut bisa merealisasikan tujuan Danantara yang mengkonsolidasi berbagai sektor usaha BUMN besar dan cepat meningkatkan nilai ekonomi tanah air.

“Selama tata kelola bisa dijaga baik, semoga dapat lebih bermanfaat bagi negara dan masyarakat,” ujar Trioksa.

Baca Juga: Cek Bonus Tantiem Komisaris dan Direksi Bank Besar pada 2024

Selanjutnya: Tiga Kepala Daerah Dilarikan ke RS, Bima Arya: Mereka Terlalu Lelah

Menarik Dibaca: Shopee Gelar Ramadan Competition Bagi Konten Kreator, Berhadiah THR Rp 10 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Dampak Inflasi Kesehatan bagi Kondisi Finansial Keluarga

    Inflasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Kenaikan harga-harga barang dan jasa akan membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga menyebabkan pengeluaran keluarga meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya daya beli keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

    Selain itu, inflasi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga. Kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan kesehatan akan membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Akibatnya, banyak keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan mengabaikan perawatan kesehatan karena tidak mampu membayar biayanya.

    Dengan demikian, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dampak inflasi terhadap kondisi finansial dan kesehatan mereka. Merencanakan anggaran secara bijaksana dan mempertimbangkan perlindungan keuangan seperti asuransi kesehatan dapat membantu melindungi kondisi finansial keluarga dari dampak negatif inflasi

  • Bank ICBC Indonesia Buka Cabang Baru di Surabaya

    Bank ICBC Indonesia telah membuka cabang baru di Surabaya sebagai bagian dari strategi ekspansi mereka. Dengan kehadiran cabang baru ini, Bank ICBC Indonesia semakin mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Para nasabah pun antusias menyambut kehadiran cabang baru ini, karena mereka dapat dengan mudah mengakses berbagai produk dan layanan perbankan yang ditawarkan oleh Bank ICBC Indonesia. Selain itu, keberadaan cabang baru ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Surabaya

  • Bank Mandiri Pertemukan Ribuan Investor di Mandiri Investment Forum 2022

    Bank Mandiri berhasil mengumpulkan ribuan investor dalam acara Mandiri Investment Forum 2022 yang diselenggarakan di Jakarta. Acara ini menjadi wadah bagi para investor untuk mendapatkan informasi terkini seputar investasi dan pasar keuangan. Dengan adanya sesi diskusi dan presentasi dari pakar investasi ternama, para peserta dapat memperluas pengetahuan mereka dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk bertemu langsung dengan manajer investasi terkemuka sehingga mereka dapat melakukan konsultasi secara langsung mengenai portofolio investasi mereka. Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri keuangan di Indonesia

  • OJK: Pembiayaan Fintech P2P Melonjak 87,7% di April

    Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan melalui platform fintech peer-to-peer (P2P) lending mengalami lonjakan yang signifikan sebesar 87,7% pada bulan April. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai dan menggunakan layanan pembiayaan dari fintech P2P sebagai alternatif yang cepat dan mudah. Lonjakan ini juga menjadi indikasi bahwa industri fintech P2P terus berkembang pesat di Indonesia, memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan akses pembiayaan dengan lebih mudah dan cepat

  • Gencarkan Pembiayaan Micro Financing, Cashlez & Fintech P2P Lending Lumbung Dana Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

    Lumbung Dana telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Cashlez dan Fintech P2P Lending untuk menggencarkan pembiayaan micro financing. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi finansial yang inovatif. Ayo dukung bersama-sama upaya untuk mendorong perkembangan sektor UMKM di tanah air!

  • Dukung Penguatan Industri Fintech Lending, OJK Lakukan Berbagai Langkah Kebijakan Ini

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung dan memperkuat industri fintech lending di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan akses permodalan bagi para pelaku usaha, terutama UMKM, yang seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional.

    Salah satu langkah yang telah dilakukan oleh OJK adalah dengan memberikan izin operasional kepada sejumlah perusahaan fintech lending yang memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan. Selain itu, OJK juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja serta kepatuhan dari para pelaku industri fintech lending tersebut.

    Dengan adanya dukungan dan pengawasan yang ketat dari OJK, diharapkan dapat menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan bagi para pelaku industri fintech lending. Sehingga, masyarakat dapat lebih percaya dan nyaman dalam menggunakan layanan pinjaman online ini sebagai alternatif solusi keuangan mereka