Pesan OJK, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Meminjam di Fintech Lending

Hadirnya Fintech Lending Berdampak Terhadap Industri Multifinance

ILUSTRASI. OJK menyebut kehadiran fintech peer to peer (P2P) lending berdampak terhadap industri pembiayaan atau multifinance.

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kehadiran fintech peer to peer (P2P) lending berdampak terhadap industri keuangan nasional, termasuk industri pembiayaan atau multifinance. 

Dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028, Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK menyampaikan fintech lending unggul pada proses pengajuan kredit yang sangat cepat sehingga konsumen tertarik untuk memilih fintech lending dibandingkan dengan produk perusahaan pembiayaan. 

“Hal tersebut tercermin dari perkembangan industri fintech lending yang cukup masif, sudah terdapat 101 perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK,” tulis Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK dalam roadmap tersebut.

Baca Juga: Kredivo: Layanan Paylater Sudah Banyak Digunakan Pengguna Berusia di Atas 40 Tahun

Dari segi pemanfaatan teknologi, OJK menyebut fintech lending lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan pembiayaan terkait kemudahan akses dan kecepatan proses underwriting. Hal itu mendorong terjadinya peningkatan penyaluran pembiayaan yang sangat signifikan dan penetrasi pasar kepada lapisan masyarakat yang lebih luas. 

Meskipun demikian, OJK bilang perusahaan pembiayaan masih memiliki keunggulan dari sisi permodalan dan pendanaan yang menjadi aspek utama untuk penyaluran pembiayaan. Selain itu, perusahaan pembiayaan dinilai memiliki produk-produk pembiayaan yang familiar bagi masyarakat.

“Dengan demikian, sehingga melahirkan debitur-debitur yang cukup loyal terhadap perusahaan pembiayaan,” tulis OJK.

TRENDING  Pentingnya Pendidikan Finansial bagi Anak dari Kecil

OJK juga menyampaikan perusahaan pembiayaan dan fintech lending memiliki segmen pasar yang berbeda. Namun, dalam praktiknya, perusahaan pembiayaan dan fintech lending menawarkan produk yang serupa, tetapi dengan regulasi yang berbeda. Contohnya, bisnis pinjaman tunai. 

“Melalui Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, OJK memperbolehkan perusahaan pembiayaan untuk memberikan pinjaman tunai maksimal Rp 500 juta, disertai jaminan, seperti kendaraan bermotor, tanah, bangunan, atau alat berat, dengan menyertakan bukti penggunaan dana,” sebut OJK.

OJK menyatakan hal itu merupakan produk yang dapat dioptimalkan para pemain di industri pembiayaan melihat tingginya kepemilikan kendaraan bermotor yang bisa menjadi jaminan untuk mendapatkan pinjaman tunai. 

Baca Juga: Ada Rencana Kenaikan Batas Atas Pendanaan Fintech Lending, Begini Kata Modalku

Adapun fintech lending berdasarkan Peraturan OJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi diperbolehkan menyalurkan pinjaman tunai maksimal Rp 2 miliar. OJK menyebut dalam perjanjian pinjaman antara fintech lending dan penerima pinjaman, data tentang objek jaminan hanya disertakan jika memang ada. 

“Hal itu menunjukkan tidak terdapatnya level playing field yang sama antara perusahaan pembiayaan dengan fintech lending dalam produk pinjaman tunai,” tulis OJK. 

Sebagai informasi, jumlah pelaku perusahaan pembiayaan per Desember 2023 sebanyak 147. Secara rinci, ada 144 perusahaan pembiayaan konvensional dan 3 perusahaan pembiayaan syariah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Fintech Lending Wajib Credit Scoring dengan Cara Ini Dalam Salurkan Pembiayaan

    Salah satu hal yang menjadi kunci dalam proses pengajuan pembiayaan melalui fintech lending adalah credit scoring. Dengan menggunakan metode ini, pemberi pinjaman dapat menilai risiko dan kemampuan pembayaran calon peminjam dengan lebih akurat. Namun, untuk memastikan bahwa credit scoring berjalan dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, penting untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat tentang calon peminjam. Data-data seperti riwayat kredit, pendapatan, dan informasi lainnya harus terdokumentasi dengan baik agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang profil keuangan calon peminjam.

    Selain itu, penting juga untuk menggunakan teknologi dan analisis data yang canggih dalam melakukan credit scoring. Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence, pemberi pinjaman dapat membuat prediksi yang lebih tepat tentang kemampuan pembayaran calon peminjam.

    Dengan menerapkan metode credit scoring secara efektif, fintech lending dapat menjadi solusi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan. Dengan demikian, proses pengajuan pinjaman akan menjadi lebih transparan dan efisien bagi semua pihak yang terlibat

  • Jangan Tergiur Ajakan Galbay, IARFC Indonesia Ungkap Bahayanya untuk Masa Depan Finansial

    Jangan tergiur dengan ajakan investasi bodong seperti Galbay, karena IARFC Indonesia telah mengungkap bahayanya bagi masa depan finansial Anda. Jangan biarkan diri Anda terjebak dalam skema penipuan yang hanya akan merugikan Anda. Pelajari lebih lanjut tentang investasi yang aman dan terpercaya untuk memastikan keamanan dan kesuksesan finansial Anda di masa depan

  • Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Siapa Paling Tinggi?

    Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Siapa Paling Tinggi?

    Pertanyaan ini sering kali muncul di benak para nasabah yang ingin menginvestasikan dananya dalam bentuk deposito. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak bank digital terbaru yang menawarkan bunga deposito yang menarik.

    Namun, dari sekian banyak pilihan tersebut, siapakah yang menawarkan bunga deposito tertinggi? Apakah ada bank digital terbaru yang bisa menjadi pilihan utama bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan maksimal?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melakukan riset dan membandingkan berbagai penawaran bunga deposito dari berbagai bank digital terbaru. Dengan begitu, kita dapat memilih opsi yang paling menguntungkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi kita.

    Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang bunga deposito bank digital terbaru agar dapat memperoleh hasil investasi yang optimal. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam membuat keputusan finansial yang tepat!

  • Usaha Rumahan Modal 50 Ribu yang Pasti Cuan!

    beritafintech.com – Pernahkah kamu berpikir untuk memulai usaha rumahan modal 50 ribu yang pasti cuan? Kira-kira, apa yang bisa dijual seharga lima puluh ribu? Gaes di zaman sekarang ini segala sesuatu sangat mungkin terjadi. Yang kamu butuhkan adalah jeli dalam melihat peluang dan potensi yang ada di sekitarmu Untuk memulai bisnis, yang terpenting adalah niat…

  • Dampak Tekanan Finansial dari Sisi Psikologis

    Jakarta: Selama pandemi ini, banyak orang yang mengalami masalah finansial. Mungkin ada yang di-PHK, gajinya dipotong, usahanya bangkrut dan masih banyak lagi. Hal ini dapat menyebabkan tekanan finansial yang memengaruhi psikologis seseorang. Apa sih yang dimaksud dengan tekanan finansial ini? The Financial Health Institute mendefinisikan stres finansial atau keuangan sebagai “suatu kondisi yang terjadi akibat

  • Tertibkan fintech ilegal, OJK segera terbitkan aturan baru

    ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech tumbang. KONTAN/Muradi Beritafintech.com – JAKARTA. Guna mengantisipasi penyebaran fintech ilegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan baru yang merupakan penyempurnaan dari POJK 77/2016 mengenai fintech P2P Lending.  Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi menyebut, ada beberapa poin yang menjadi perhatian regulator untuk mengatur industri fintech mulai dari permodalan, tata kelola perusahaan, manajemen…