Pentingnya Penguatan Identitas Digital untuk Masa Depan Fintech

Pentingnya Penguatan Identitas Digital untuk Masa Depan Fintech

Bangkok: Vida menegaskan pentingnya penguatan identitas digital dalam menjaga keberlanjutan industri fintech dan ekonomi digital di Asia Tenggara. 
 
Founder dan Group CEO VIda, Niki Luhur, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat harus diimbangi dengan sistem keamanan yang lebih kuat, terutama di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber yang menyasar sektor fintech.
 
Dalam sesi bertajuk How Cybercriminals Target Fintech and What’s Next, Niki menyoroti modus penipuan digital kini semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut dia, edukasi kepada pengguna saja tidak cukup untuk melindungi ekosistem keuangan digital.
 

“Pertumbuhan fintech dan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur keamanan yang lebih kuat serta ekosistem regulasi yang mampu melindungi konsumen,” ujar Niki dalam keteranganya. 

Ia menilai identitas digital akan menjadi pondasi utama dalam menjaga kepercayaan di industri fintech, khususnya pada layanan pembayaran digital, pinjaman online, hingga perbankan digital yang semakin mengandalkan proses verifikasi jarak jauh. Vida mendorong penerapan sistem keamanan berlapis atau multi-layered defense untuk memperkuat perlindungan transaksi digital.
 
Strategi tersebut mencakup verifikasi biometrik pengguna, autentikasi perangkat, validasi identitas terhadap database pemerintah, hingga pemanfaatan AI untuk mendeteksi anomali dan pola penipuan secara real-time.
 
Menurut Niki, keamanan perangkat menjadi salah satu aspek yang sering diabaikan oleh industri fintech. Padahal, banyak serangan siber berasal dari manipulasi perangkat, termasuk penggunaan deepfake dan injeksi data biometrik palsu untuk membobol sistem verifikasi digital.
 
“AI tidak hanya dipakai oleh pelaku kejahatan siber, tetapi juga harus menjadi alat pertahanan bagi industri fintech,” katanya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Vida juga meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama Beyond Liveness. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi ancaman penipuan digital yang tidak lagi dapat diatasi hanya dengan sistem liveness detection konvensional.
 
Fitur tersebut menggabungkan lima lapisan keamanan secara simultan, mulai dari analisis perilaku perangkat, pola jaringan, hingga behavioral analytics secara real-time. Seluruh proses terintegrasi dalam satu software development kit (SDK) dengan waktu respons di bawah 100 milidetik agar tetap memberikan pengalaman pengguna yang cepat dan mulus.
 
Vida menilai penguatan identitas digital akan menjadi elemen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

TRENDING  Sejumlah Fintech P2P Lending Beberkan Strategi Kejar Target Ekuitas Rp 12,5 Miliar

Google News

(SAW)

Similar Posts

  • TWP90 Fintech Lending Naik Jadi 4,62% per April 2026, Ini Kata Pengamat

    Menurut pengamat industri keuangan, pertumbuhan fintech lending yang naik menjadi 4,62% per April 2026 menunjukkan adanya tren positif dalam sektor ini. Hal ini menandakan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan pinjaman dari platform fintech. Dengan adanya inovasi teknologi dan kemudahan akses, para pengguna dapat dengan mudah mendapatkan dana pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit seperti pada lembaga keuangan konvensional. Selain itu, tingginya tingkat persaingan di pasar juga mendorong para pelaku usaha fintech untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar dapat memenangkan hati para konsumen

  • Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Fintech Yuk!

    Jakarta: Masa pandemi mendorong peningkatan akselerasi digital di Indonesia, di antaranya menabung di bank digital, memberi bantuan sosial secara online, investasi dengan akun digital, belanja di marketplace, transaksi dengan dompet digital, dan lain-lain.  Digitalasasi pun telah merevolusi seluruh sektor kehidupan manusia yang lebih maju dan canggih, seperti memudahkan transaksi keuangan, belanja semakin gampang, berinvestasi dengan

  • Fintech Lending Resmi Didukung Asuransi Kredit, Begini Skemanya

    Fintech lending resmi kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah adanya asuransi kredit yang melindungi para peminjam dari risiko default. Dengan skema ini, proses pengajuan pinjaman menjadi lebih aman dan terjamin. Tidak heran jika minat masyarakat terhadap layanan fintech lending semakin meningkat. Jadi, jangan ragu untuk mencoba skema ini dan nikmati kemudahan dalam mendapatkan pinjaman tanpa khawatir akan risiko yang timbul

  • Sinergi Perbankan & Fintech Wujudkan Keuangan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Sinergi antara perbankan dan fintech menjadi kunci utama dalam mewujudkan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara kedua pihak, maka layanan keuangan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah terpencil. Hal ini akan membantu meningkatkan literasi keuangan serta memperluas akses terhadap produk-produk finansial yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan demikian, keuangan digital tidak hanya akan menjadi milik segelintir orang saja, tetapi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata

  • Manajemen Bank Nagari Tegaskan Belum Berencana IPO hingga 2027

    Manajemen Bank Nagari dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan mereka belum memiliki rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun 2027. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang dan strategi bisnis yang telah disusun oleh manajemen. Meskipun banyak pihak yang menunggu kehadiran Bank Nagari di pasar modal, namun perusahaan tetap konsisten dengan visi dan misinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah serta memperkuat posisi sebagai bank terkemuka di Indonesia. Dengan komitmen yang kuat, Bank Nagari yakin dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi negara

  • Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Jakarta, 15 Februari 2022 – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) telah resmi bergabung dengan Principles for Responsible Investment (PRI), sebuah inisiatif global yang mendorong praktik investasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya Bahana TCW dalam jaringan PRI, perusahaan ini semakin memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bahana TCW, Bapak Sigit Wiryadi mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan mereka dalam jaringan PRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab, kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bapak Sigit.

    Selain itu, keikutsertaan Bahana TCW dalam jaringan PRI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasinya. Dengan adanya kerjasama antara Bahana TCW dan PRI, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif dalam upaya memperkuat prinsip-prinsip investasi berkelanjutan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu manajer aset terkemuka di Indonesia, Bahana TCW memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan praktik investasi yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan bergabungnya mereka dalam jaringan UN PRI ini, diharapkan akan semakin banyak institusi keuangan lainnya yang ikut serta aktif dalam mendukung prinsip-prinsip investasi berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang