Jangan Sampai Tertipu! Ini Daftar 97 Pinjol Legal Berizin OJK per Februari 2025

Satgas PASTI Hentikan 951 Pinjol Ilegal per Maret 2026, Ada Modus Baru

ILUSTRASI. Pinjaman Online (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Beritafintech.com – JAKARTA. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal pada sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat sejak 1 Januari 2026 sampai 31 Maret 2026. 

“Selain itu, Satgas PASTI juga menemukan dan menghentikan 2 penawaran investasi ilegal pada sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Sekretariat Satgas PASTI Hudiyanto dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Dengan demikian, sejak 1 Januari 2026 sampai 31 Maret 2026, Satgas PASTI telah menghentikan total 953 entitas keuangan ilegal.

Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 44 Triliun, Yield Dividen Tembus 8,4%

Hudiyanto menyampaikan Satgas PASTI akan terus memperkuat upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan penanganan penipuan transaksi keuangan sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan masyarakat.

Lebih lanjut, Satgas PASTI juga menemukan sejumlah modus kegiatan keuangan ilegal dan penipuan yang saat ini paling banyak dilaporkan masyarakat, antara lain jasa periklanan dengan sistem deposit. Hudiyanto menjelaskan modus itu menawarkan penghasilan dari aktivitas sederhana, seperti memberi ulasan, menonton iklan, atau melakukan klik tautan yang kemudian mensyaratkan setoran dana dengan janji keuntungan berlipat.

Modus penipuan lainnya, yakni adanya duplikasi atau peniruan penawaran investasi entitas berizin (impersonation). 

“Pelaku meniru nama, logo, atau identitas pelaku usaha jasa keuangan yang legal untuk meyakinkan masyarakat, padahal penawaran tersebut tidak dilakukan oleh pihak yang berizin,” katanya.

Selain itu, modus penawaran pendanaan juga banyak dilaporkan masyarakat. Hudiyanto menerangkan modus itu menawarkan pendanaan untuk usaha atau proyek tertentu dengan janji imbal hasil tetap, tetapi tanpa penjelasan model bisnis, perjanjian, dan pengawasan yang memadai.

TRENDING  Sambut HUT RI ke-80, Bank Mandiri Akselerasi Generasi Muda Melek Finansial Lewat SimPel

Hudiyanto menyampaikan money game juga paling banyak dilaporkan masyarakat. Dia bilang skemanya mengandalkan perekrutan anggota baru atau member get member sebagai sumber pembayaran keuntungan, bukan dari kegiatan usaha yang nyata dan berkelanjutan.

Ditambah, adanya modus perdagangan aset kripto ilegal. Hudiyanto menyebut modus itu menawarkan investasi atau perdagangan aset kripto oleh pihak yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin dari otoritas berwenang yang kerap disertai klaim keuntungan tinggi tanpa risiko. Dia bilang modus-modus tersebut umumnya disebarluaskan melalui media sosial, pesan pribadi, grup percakapan, serta kanal digital lainnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Sejumlah Fintech P2P Lending Beberkan Strategi Kejar Target Ekuitas Rp 12,5 Miliar

    Sejumlah fintech P2P lending telah mengungkapkan strategi mereka dalam mengejar target ekuitas sebesar Rp 12,5 miliar. Langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan-perusahaan ini mencakup peningkatan pemasaran, ekspansi ke wilayah baru, dan pengembangan produk yang lebih inovatif. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan para fintech P2P lending dapat mencapai target ekuitas yang ambisius tersebut dan terus berkembang di pasar finansial Tanah Air

  • OJK Pastikan Fintech Ilegal Tak Bisa Peroleh Tanda Terdaftar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa fintech ilegal tidak akan bisa mendapatkan tanda terdaftar dari lembaga tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penipuan dan kehilangan uang akibat investasi di fintech ilegal. OJK juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih platform fintech yang aman dan terdaftar resmi oleh lembaga yang berwenang. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan investasi yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh pihak yang terlibat

  • Laba Bank Sahabat Sampoerna Melorot 75,74% Sepanjang 2024

    Menurut laporan Laba Bank Sahabat Sampoerna, terjadi penurunan signifikan sebesar 75,74% sepanjang tahun 2024. Hal ini mengejutkan banyak pihak dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar. Para investor pun mulai bertanya-tanya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan melorotnya kinerja bank tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ekonomi global yang tidak stabil turut berperan dalam penurunan laba tersebut. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencari solusi guna memulihkan kembali performa Bank Sahabat Sampoerna ke jalur yang lebih baik

  • Pentingnya Penguatan Identitas Digital untuk Masa Depan Fintech

    Identitas digital menjadi kunci utama dalam perkembangan industri fintech di masa depan. Dengan identitas digital yang kuat, pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan secara online tanpa perlu khawatir akan keamanan data pribadi mereka. Pentingnya penguatan identitas digital ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan industri ini di Indonesia. Dengan demikian, langkah-langkah untuk memperkuat identitas digital harus segera dilakukan agar kita dapat meraih potensi besar dari perkembangan fintech di masa depan

  • Sinergi Fintech-Perbankan Terus Menguat

    Jakarta: Indonesia Fintech Society (Ifsoc) mengapresiasi kinerja positif sektor teknologi finansial/financial technology (fintech) sepanjang 2022. Ini ditandai oleh semakin menguatnya kolaborasi antara perusahaan fintech dan perbankan seperti dalam proporsi perbankan atas sumber pembiayaan fintech yang mencapai 46 persen pada Oktober 2022.   “Kolaborasi dan sinergi ini perlu dikembangkan ke depan untuk mencapai target-target digitalisasi UMKM (usaha

  • Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak

    Menyikapi uang THR yang diterima anak, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola uang sejak dini. Berikut adalah 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola uang THR dengan baik:

    1. Ajarkan anak untuk membagi uang THR menjadi tiga bagian, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan jangka panjang, dan sedekah.
    2. Dorong anak untuk membuat catatan pengeluaran agar mereka dapat melihat dengan jelas kemana saja uang THR mereka telah digunakan.
    3. Libatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya merencanakan pengeluaran dan menabung.
    4. Berikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan keuangan agar anak bisa meniru pola pikir dan perilaku finansial yang positif.
    5. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil mengelola uang THR dengan baik, sehingga mereka merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam hal finansial.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak dapat belajar mengenai nilai dari setiap rupiah yang dimiliki serta memiliki keterampilan dalam mengatur keuangannya secara bijaksana sejak usia dini