Likuiditas Bank Dinilai Sehat, Ini Rekomendasi Saham Big Banks

Saham Bank Menguat, Investor Asing Kembali Menyerbu

ILUSTRASI. Saham perbankan kompak menguat pada perdagangan Senin (13/7/2026), setelah investor asing mencatatkan aksi beli ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Beritafintech.com – JAKARTA. Saham perbankan kompak menguat pada perdagangan Senin (13/7/2026), setelah investor asing mencatatkan aksi beli pada sejumlah saham bank jumbo di perdagangan terakhir pekan lalu (10/7/2026). Asing membukukan net buy sebesar Rp 87,46 miliar di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Rp 47,11 miliar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Rp 13,12 miliar di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Pada perdagangan Senin (13/7/2026), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 4,17% ke Rp 4.250 per saham, menjadi penguatan terbesar di antara saham bank jumbo. Kemudian, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 3,22% ke Rp 3.530, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,87% ke Rp 2.870.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 2,12% ke Rp 1.205, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,81% ke Rp 6.225.

Baca Juga: Gen Z Jadi Rebutan, Bank Berlomba Perkuat Layanan Digital

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai, masuknya kembali dana asing ke saham-saham bank jumbo menjadi sinyal awal yang positif, baik bagi emiten tersebut maupun sektor perbankan secara keseluruhan. Meski begitu, menurutnya kondisi tersebut belum dapat diartikan sebagai kembalinya arus dana asing secara permanen ke sektor perbankan.

“Pembelian asing saat ini masih cukup selektif dan cenderung berupa aksi bargain hunting terhadap saham-saham bank yang telah terkoreksi cukup dalam. Karena itu, aliran dana tersebut masih dapat dikatakan sementara apabila tidak berlanjut dalam beberapa hari perdagangan berikutnya,” ujar Ekky kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

TRENDING  Fintech Dominasi Penjualan Reksadana

Ekky menjelaskan, sentimen jangka pendek sektor perbankan masih cenderung terbatas karena belum ada katalis positif baru yang cukup kuat. Rupiah masih berada dalam tekanan, sementara kenaikan BI Rate menjadi 5,75% berpotensi meningkatkan cost of fund dan menekan net interest margin (NIM) apabila kenaikan biaya dana lebih cepat dibandingkan penyesuaian bunga kredit.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga minyak, serta masuknya Indonesia ke dalam watchlist S&P Dow Jones Indices terkait potensi perubahan klasifikasi pasar juga membuat investor asing masih cenderung berhati-hati.

Menurutnya, secara akumulatif arus dana asing juga belum sepenuhnya membaik. Sepanjang pekan lalu, investor asing masih membukukan net sell Rp 1,31 triliun di pasar saham. Kondisi ini menunjukkan dana asing masih melakukan rotasi secara selektif dan belum kembali masuk secara luas ke pasar maupun sektor perbankan.

Baca Juga: OJK: Makin Banyak Pergadaian Berskala Nasional Dapat Berdampak Positif bagi Industri

Di tengah tekanan tersebut Ekky menilai, fundamental industri perbankan masih solid. Pertumbuhan kredit masih positif, permodalan tetap kuat, dan kualitas aset relatif terjaga sehingga prospek sektor perbankan dalam jangka panjang masih menarik. Di sisi lain, koreksi harga saham yang terjadi sebelumnya juga membuat valuasi sejumlah saham bank kembali atraktif.

Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan saham perbankan masih akan fluktuatif dalam jangka pendek. Investor masih perlu mencermati stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga, tekanan terhadap NIM, potensi kenaikan cost of credit, perkembangan isu indeks global, serta konsistensi arus dana asing.

“Konfirmasi pemulihan yang lebih kuat baru terlihat apabila pembelian asing berlangsung konsisten dalam beberapa hari hingga beberapa pekan dan mulai meluas ke saham-saham bank lainnya,” katanya.

TRENDING  OJK Proyeksi Pembiayaan Fintech Lending ke Sektor Produktif akan Tumbuh ke Depannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • BSI Ajukan Izin Bullion Bank, Berikut Gambaran Potensi Bisnisnya

    BSI telah mengajukan izin untuk menjadi bullion bank di Indonesia. Bullion bank adalah lembaga keuangan yang berfokus pada perdagangan logam mulia seperti emas dan perak. Potensi bisnis ini sangat menjanjikan mengingat permintaan akan logam mulia terus meningkat, baik dari investor maupun industri. Dengan menjadi bullion bank, BSI dapat memperluas layanan keuangan mereka dan memberikan kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi dalam logam mulia dengan lebih mudah dan aman. Bisnis ini memiliki prospek yang cerah dan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pertumbuhan BSI di masa depan

  • Menjaga Tradisi Angpau Tanpa Stres Finansial

    Menjaga tradisi angpau merupakan bagian penting dari budaya kita. Namun, seringkali hal ini dapat menimbulkan stres finansial bagi banyak orang. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan agar tetap menjaga tradisi angpau tanpa harus merasa terbebani secara finansial. Salah satunya adalah dengan menetapkan budget yang jelas dan disiplin dalam mengelolanya. Dengan cara ini, kita dapat tetap memberikan angpau dengan penuh kebahagiaan tanpa harus khawatir akan kondisi keuangan kita

  • Musim Dividen Bank Dimulai, Ini Rencana Pembagian Dividen Big Banks

    Pembagian dividen bank-bank besar telah menjadi sorotan utama di kalangan investor. Musim dividen bank dimulai, dan para pemegang saham menantikan rencana pembagian dividen dari big banks. Dengan kinerja yang solid dan laba yang mengesankan, para investor berharap akan mendapatkan bagian yang cukup besar dari keuntungan perusahaan. Tidak heran jika antusiasme para pemegang saham semakin meningkat menjelang pengumuman resmi rencana pembagian dividen ini

  • Marak Fenomena Gagal Bayar Pinjol, OJK Tegaskan Konsumen Wajib Lakukan Pembayaran

    Marak fenomena gagal bayar pinjol telah menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menegaskan bahwa konsumen wajib melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi konsumen dari risiko gagal bayar. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk mematuhi kewajiban pembayaran agar tidak terjerat dalam masalah hukum dan finansial yang lebih rumit di kemudian hari

  • Penyaluran Pembiayaan Fintech P2P Lending ke Luar Jawa Makin Masif

    Penyaluran pembiayaan melalui platform fintech peer-to-peer (P2P) lending ke luar Jawa semakin meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah pinjaman yang terus mengalami peningkatan setiap bulannya. Para pelaku usaha di luar Jawa pun semakin memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.

    Dengan adanya kemudahan akses melalui platform digital, para pengusaha di daerah-daerah terpencil juga dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi finansial ini. Mereka tidak perlu lagi bergantung pada lembaga keuangan konvensional yang seringkali sulit dijangkau dan memerlukan persyaratan yang rumit.

    Selain itu, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending ke luar Jawa juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah tersebut. Dengan adanya tambahan modal usaha, para pelaku usaha lokal dapat mengembangkan bisnis mereka sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

    Dengan potensi pertumbuhan yang masih besar, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending ke luar Jawa diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan utama bagi para pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan modalnya. Selaras dengan hal tersebut, regulasi dan pengawasan dari pihak berwenang perlu diperketat guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam ekosistem fintech P2P lending ini

  • Overview

    Overview adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk melihat informasi terkini tentang berbagai topik yang sedang trending. Dengan fitur-fitur interaktif dan ringkas, pengguna dapat dengan mudah mendapatkan gambaran umum tentang suatu topik tanpa harus membaca artikel panjang. Dengan tingkat keterlibatan yang tinggi, Overview menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap up to date dengan berita terbaru