Perusahaan Fintech Rambah Payment Gateway
Jakarta: Industri finansial teknologi (fintech) telah menjadi booming beberapa waktu belakangan ini. Teknologi pun menjadi kunci utama dalam pengembangan bisnis tersebut.
Demikian yang dilakukan perusahaan pemegang lisensi pengiriman uang, Intrajasa, yang juga mengembangkan layanan dan platform teknologi untuk market Payment Gateway. Perusahaan pun mengusung branding Intrapayment untuk produk yang dijalankan, termasuk dari mitra baru seperti Alipay, WechatPay, dan China Union Pay.
Presiden dan CEO Intrajasa Milasari Anggraini mengungkapkan dengan platform teknologi pengiriman uang dan payment gateway, perusahaan memposisikan diri sebagai operator yang dapat menjalankan kedua bisnis.
Adapun dari sekian operator yang ada di industri, perusahaan fokus untuk menjadikan Intrajasa sebagai pemimpin di pasar terkait transaksi keuangan di Indonesia.
“Dengan adanya tambahan modal baru, kami tidak hanya akan mengembangkan jangkauan di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu pemain penting di pasar pengiriman uang internasional,” kata Milasari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 November 2017.
Dia mengaku, dalam usaha memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan untuk menerima pengiriman uang di Indonesia, Intrajasa menguatkan jaringan pengiriman, termasuk memberikan fasilitas kepada mitra usaha dalam mendistribusikan pengiriman uang.
Selain itu, telah ditambahkan pula kemitraan yang memungkinkan terjadinya pengambilan pengiriman di kantor Pos untuk mereka yang tidak memiliki rekening bank, sebagai pelengkap dari penerimaan melalui bank channel.
Milasari menyebutkan perusahaan telah menyiapkan aplikasi mobile yang bertujuan memberikan kemudahan sekaligus rasa aman bagi pelanggan dalam mengirimkan uang secara real-time.
“Perluasan jaringan layanan baik di dalam maupun di luar negeri adalah sangat penting agar pelanggan dapat menggunakan layanan Intrapayment dengan mudah,” jelas Milasari.
Dengan produk yang telah dimiliki, sambung dia, perusahaan memiliki keyakinan untuk memenuhi kebutuhan dari pelanggannya terkait dengan pengiriman uang dari dan ke Indonesia.
Perusahaan berambisi menjadi platform transaksi keuangan yang terbesar, dengan kelengkapan layanan mulai dari pengiriman uang, payment gateway, dan layanan komunitas yang berbasis transaksi.
Dia menambahkan pengembangan sesuai dengan obyektif tersebut, adanya penambahan modal akan melengkapi aset yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis pengiriman uang dari dan ke Indonesia, dan memberikan kesempatan cross selling baik bagi bisnis payment gateway dan layanan transaksi komunitas di masing-masing lingkup jaringan.
“Pencapaian perusahaan sampai dengan saat ini secara finansial maupun koneksi dengan mitra pengiriman memberikan optimisme yang melompat jauh dari target perkembangan bisnis yang dicanangkan,” pungkas Milasari.
Jadikan Beritafintech.com sumber informasi pilihan Anda
(AHL)