AIA Indonesia Menyasar Nasabah yang Mencari Aman

Ada 78 fintech yang terdaftar di OJK, cek daftarnya di sini

Beritafintech.com – JAKARTA. Industri financial technology (fintech) kian bertumbuh pesat. Hal ini dibarengi bertambahnya jumlah pemain yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Regulator mencatat, sampai Desember 2018, terdapat 78 perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending yang sudah mengantongi izin dan tanda terdaftar. Dari jumlah tersebut, terdapat penambahan enam pemain baru, yaitu Danamart, SAMAKITA, Saya Modalin, PLAZA PINJAMA, Vestia P2P Lending Platform, dan Singa.

Di sisi lain, ada satu pemain yang tanda terdaftarnya dicabut oleh OJK yakni Qreditt. 

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi menjelaskan, bahwa penarikan tanda terdaftar tersebut disebabkan perusahaan yang bersangkutan ingin memperbaiki bisnis model dan infratruktur teknologinya.

“Hal ini merupakan hal yang wajar dan memang diberi ruang dalam masa status terdaftar. Penyelenggara dapat mengembalikan surat tanda terdaftar dalam periode ini dan melakukan perbaikan agar dapat menyediakan layanan terbaik bagi publik,” kata Hendirkus, baru-baru ini.

Hendrikus memproyeksikan sampai akhir tahun lalu penyaluran pinjaman fintech akan tembus di kisaran Rp 18 triliun hingga Rp 20 triliun. Dengan nilai sebesar itu, diperkirakan jumlah peminjaman akan bertambah antara 5.000-6.000 debitur.

Sementara sampai posisi Oktober 2018, industri fintech lending telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 15,99 triliun, atau naik 524,60% dari Desember tahun lalu Rp 2,56 triliun. 

Pinjaman tersebut disalurkan kepada 2,8 juta peminjam, serta dana yang terkumpul dari 5,6 juta transaksi lender.

Adapun daftar 78 fintech yang terdaftar di OJK, adalah:

1. Danamas
2. Koinworks
3. Amartha
4. Investree
5. Modalku
6. Danacepat
7. AwanTunai
8. KlikACC
9. CROWDO
10. Akseleran
11. UangTeman
12. Dompet Kilat
13. Taralite
14. FINTAG
15. Invoila
16. KIMO
17. TunaiKita
18. Igrow
19. Cicil
20. Dana Merdeka
21. Cash Wagon
22. Esta Kapital
23. Ammana
24. Gradana
25. Dana Mapan
26. Aktivaku
27. Danakini
28. Finmas
29. Rupiah Plus
30. Tokomodal
31. Indodana
32. Kredivo
33. Mekar.id
34. PinjamanGo
35. Iternak.id
36. Kredit Pintar
37. Kredito
38. Crowde
39. PinjamGampang
40. TaniFund
41. Danai
42. Indofund.id
43. SGPIndonesia
44. KreditPro
45. Avantee
46. Do-It
47. RupiahCepat
48. Danarupiah
49. Danabijak
50. Cashcepat
51. Danalaut
52. Danasyariah
53. Telefin
54. Modalrakyat
55. Kawancicil
56. Sanders One Stop Solution
57. Kreditcepat
58. Uangme
59. Pinjam Duit
60. Pinjam Yuk
61. Pinjam Modal
62. Julo
63. Easy Cash
64. Maucash
65. RupiahOne
66. Pohon Dana
67. Dana Cita
68. DANAdidik
69. TrustIQ
70. Danai
71. Pinduit
72. Pinjam
73. Danamart
74. SAMAKITA
75. Saya Modalin
76. PLAZA PINJAMAN
77. Vestia P2P Lending Platform
78. Singa

TRENDING  Berita Keuangan dan Perbankan Terbaru - KONTAN - bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Menakar Potensi Bisnis Bullion Bank di Indonesia

    Bullion bank merupakan lembaga keuangan yang bergerak di bidang perdagangan logam mulia seperti emas dan perak. Potensi bisnis bullion bank di Indonesia sangat besar mengingat tingginya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia sebagai salah satu bentuk perlindungan nilai aset. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan regulasi yang mendukung, bullion bank dapat menjadi pilihan investasi yang menjanjikan bagi para investor di Indonesia. Selain itu, dengan adanya layanan jual beli logam mulia secara online, memudahkan para investor untuk melakukan transaksi dengan cepat dan aman. Dengan demikian, tidak heran jika bisnis bullion bank semakin diminati dan berkembang pesat di Indonesia

  • Ketua SWI: Jangan Terlibat Pinjol Ilegal, Sangat Berbahaya!

    Ketua SWI memperingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik pinjaman online ilegal, karena sangat berbahaya! Pinjol ilegal dapat merugikan Anda secara finansial dan membahayakan keamanan data pribadi Anda. Jadi, jangan tergiur dengan tawaran pinjaman yang tidak jelas asal-usulnya. Lebih baik aman daripada menyesal di kemudian hari

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • Daftar 537 Pinjol Ilegal Terbaru 2024 dari OJK

    ILUSTRASI. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) OJK menemukan ada 537 pinjol ilegal. ANTARA FOTO/Didik Suhartono Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OK) terus memperbarui aftar pinjaman online (pinjol) ilegal secara berkala. Berdasarkan temuan terbarunya, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menemukan ada 537 pinjaman online (pinjol) ilegal. Melansir ojk.go.id, temuan tersebut…

  • Bank Dituntut untuk Menghadirkan Layanan Digital seperti Fintech

    Bank-bank tradisional dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan digital seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan fintech. Hal ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tingginya permintaan masyarakat akan kemudahan dalam bertransaksi secara online. Dengan adanya layanan digital, diharapkan bank dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah serta meningkatkan daya saing di pasar finansial. Selain itu, kehadiran layanan digital juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke bank konvensional. Oleh karena itu, bank dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya