Vincent Abdur

Saham Bank Relatif Murah, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

Saham Bank Relatif Murah, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

Saham Bank Relatif Murah, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut Analis keuangan terkemuka merekomendasikan untuk mempertimbangkan saham bank yang saat ini dianggap relatif murah. Dengan kondisi pasar yang sedang tidak stabil, investasi pada saham bank bisa menjadi pilihan yang cerdas. Menurut analis tersebut, saham bank memiliki potensi pertumbuhan yang cukup tinggi dalam jangka panjang. Selain itu, dengan harga yang masih tergolong murah saat ini, ada peluang besar bagi investor untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan. Jika Anda sedang mencari investasi yang aman namun tetap menguntungkan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan saham bank sebagai pilihan. Dengan rekomendasi dari analis berpengalaman, Anda bisa lebih yakin dalam mengambil keputusan investasi Anda

Baca Selanjutnya »

Terungkap! Ini Pemilik Baru 14% Saham Bank Capital (BACA)

Laba Bersih Bank Capital (BACA) Naik 6,43% Jadi Rp 109,39 Miliar di 2024

Terungkap! Pemilik baru telah mengakuisisi 14% saham Bank Capital (BACA), menarik perhatian para investor dan pelaku pasar. Transaksi ini menjadi pembicaraan hangat di dunia keuangan, dengan spekulasi tentang dampaknya terhadap kinerja bank tersebut. Bagaimana nasib Bank Capital selanjutnya? Simak berita lengkapnya untuk mendapatkan informasi terbaru!

Baca Selanjutnya »

OJK Luncurkan Dukungan Asuransi Kredit untuk Perkuat Ekosistem Fintech Lending

OJK Terus Pantau Proses Penyelesaian Likuidasi Fintech Ringan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini meluncurkan dukungan asuransi kredit untuk memperkuat ekosistem fintech lending di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi para pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan layanan pinjaman online dari risiko gagal bayar. Dengan adanya asuransi kredit, diharapkan para peminjam dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengakses dana tambahan untuk mengembangkan bisnis mereka. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri fintech lending sehingga pertumbuhan sektor ini dapat semakin berkembang pesat

Baca Selanjutnya »

Perdana, Startup Backingan 2 Fintech Indonesia Masuk Daftar NextGen Tech 30

Perdana, Startup Backingan 2 Fintech Indonesia Masuk Daftar NextGen Tech 30

Perdana, startup backingan dari perusahaan investasi ternama, baru saja masuk dalam daftar NextGen Tech 30 sebagai salah satu fintech terbaik di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Perdana mampu bersaing dan berkembang di tengah persaingan yang ketat dalam industri teknologi keuangan. Dengan inovasi dan dedikasi tim yang kuat, Perdana berhasil menarik perhatian para investor dan mendapatkan dukungan yang besar untuk terus berkembang dan memberikan solusi finansial yang inovatif bagi masyarakat Indonesia. Selamat kepada tim Perdana atas pencapaian gemilang ini!

Baca Selanjutnya »

Bank of Singapore Borong Saham Bank Capital (BACA) Rp 470 M, Bakal Jadi Pengendali?

Laba Bersih Bank Capital (BACA) Naik 6,43% Jadi Rp 109,39 Miliar di 2024

Bank of Singapore dikabarkan telah memborong saham Bank Capital (BACA) sebesar Rp 470 Miliar. Langkah ini menuai perhatian publik, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah Bank of Singapore akan menjadi pengendali dari Bank Capital. Hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi dan antusiasme tinggi di kalangan pelaku pasar saham. Menarik untuk melihat bagaimana perkembangan selanjutnya dari investasi besar ini

Baca Selanjutnya »

OJK Batasi Skema Tadpole P2P Lending: Perlindungan Konsumen Pinjol

Terus Meningkat, Laba Fintech P2P Lending Tembus Rp 1,34 Triliun per Juli 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi skema tadpole pada layanan peer-to-peer (P2P) lending guna melindungi konsumen dari praktik pinjaman online yang merugikan. Perlindungan konsumen terhadap pinjol menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan penipuan yang sering terjadi di dunia digital. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan para pelaku usaha P2P lending dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap industri fintech dapat meningkat

Baca Selanjutnya »

Prospek Cerah Fintech Lending: OJK Soroti Pertumbuhan 2026

Jangan Sampai Tertipu! Ini Daftar 97 Pinjol Legal Berizin OJK per Februari 2025

Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan industri fintech lending diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026. Hal ini menjadi sorotan penting bagi regulator dan pelaku pasar dalam mengantisipasi perkembangan yang semakin pesat di sektor ini. Dengan prospek cerah yang dihadirkan oleh fintech lending, OJK pun memberikan perhatian khusus untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang ketat serta pengawasan yang intensif menjadi langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari potensi risiko. Para pelaku industri pun diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman. Dengan kerjasama antara regulator, pelaku pasar, dan konsumen, industri fintech lending di Indonesia diyakini akan terus berkembang positif menuju tahun 2026 mendatang

Baca Selanjutnya »

Babak Baru Industri Fintech Lending, Dapat Dukungan Asuransi Kredit

Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain

Industri fintech lending semakin berkembang pesat di Indonesia. Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah adanya dukungan asuransi kredit. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman modal untuk mengembangkan bisnis mereka. Dengan adanya asuransi kredit, risiko default atau gagal bayar dapat diminimalkan, sehingga memberikan kepercayaan lebih kepada pemberi pinjaman. Selain itu, para peminjam juga merasa lebih aman karena memiliki perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga. Dukungan asuransi kredit ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri fintech lending di Indonesia dan memberikan manfaat yang besar bagi para pelaku usaha. Dengan adanya perlindungan dari risiko default, diharapkan semakin banyak orang yang berani mengembangkan bisnisnya tanpa takut akan masalah keuangan

Baca Selanjutnya »
%site% | NEWS