Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi

Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi

ILUSTRASI. Peluncuran Aplikasi Raiz Invest Indonesia

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Raiz Invest Indonesia alias Raiz Invest berkomitmen menghadirkan pengalaman investasi bagi kaum milenial yang belum pernah berinvestasi. Pihaknya berkata, milenial di Indonesia terutama first jobber mulai berpikir untuk mempersiapkan masa depannya, salah satunya dengan investasi.

First jobber biasanya sudah mulai punya keinginan untuk investasi. Untuk cakupannya daerah, kami tidak ada target spesifik, urban dan rural semua yang ingin investasi untuk pertama kali bisa menggunakan Raiz Invest,” terang Commissioner Raiz Invest Michael N. Luhukay, pada Rabu (11/9).

Baca Juga: Optimalkan dana nganggur, Raiz Invest jajaki kerja sama dengan e-wallet

Menurut hasil risetnya, beberapa milenial yang telah memiliki keinginan investasi biasanya memilih arisan sebagai salah satu sarananya. Pihaknya menjelaskan, berbeda dengan arisan, investasi melalui Raiz Invest akan membuat uang bertumbuh plus mendapatkan bunga.

Mengingat karakter milenial yang mengutamakan kemudahan, Raiz juga memberikan penawaran portofolio yang sederhana yakni konservatif, moderat, dan agresif. Ketiganya memiliki profil risiko yang berbeda.

Michael menjelaskan, saat ini milenial lebih mudah disapa lewat sesuatu yang sifatnya personalisasi. Nantinya, Raiz pun akan memberikan notifikasi pribadi pada setiap penggunanya atas pergerakan portofolio yang mereka pilih.

Raiz Invest ingin menghadirkan kebiasaan investasi yang tidak mengubah gaya hidup dari anak muda. Oleh sebab itu, produk yang mereka kembangkan bersifat otomatis. jadi anak muda tidak merasa terbebani dan sudah melakukan investasi sekaligus.

Baca Juga: Modalku resmi gandeng Zilingo

Selain itu, Raiz Invest juga memberikan edukasi kepada milenial mengenai pentingnya investasi. Sesuai dengan harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Raiz juga diharapkan mampu mempercepat tingkat inklusi keuangan kepada masyarakat yang belum tersentuh perbankan.

TRENDING  Rahasia Finansial Gen Z: Begini Cara Biar Hidup Makin Stabil

“Target yang ingin dicapai Raiz bukan dana kelola, tapi jumlah orang yang berlangganan. Kalau sekarang masih gratis. Target pengguna aktif kami 40.000 sampai akhir tahun,” tambah dia.

Dalam upaya mencapai targetnya tersebut, Raiz Invest mengandalkan promosi lewat sosial media, mengikuti event, dan juga menggandeng beberapa rekan kerja. Selain itu, pihaknya juga telah mendapat dukungan dari OJK untuk mendorong masyarakat yang unbankable bisa berinvestasi.

Baca Juga: OJK berharap kolaborasi fintech dan e-commerce bisa dinikmati di luar Pulau Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Raiz Invest, sebuah platform investasi daring, kini tengah membidik generasi milenial yang belum pernah berinvestasi sebelumnya. Perusahaan ini ingin memberikan kesempatan kepada para milenial untuk memulai perjalanan investasi mereka dengan mudah dan aman melalui platform yang user-friendly dan terpercaya. Dengan fasilitas yang disediakan oleh Raiz Invest, generasi milenial diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan investasi sebagai sarana untuk membangun kekayaan mereka di masa depan. Raiz Invest tidak hanya memberikan kemudahan dalam berinvestasi, tetapi juga memberikan edukasi tentang manfaat dan cara-cara berinvestasi yang benar kepada para milenial yang belum berpengalaman.

Similar Posts

  • Terungkap! Ini Pemilik Baru 14% Saham Bank Capital (BACA)

    Terungkap! Pemilik baru telah mengakuisisi 14% saham Bank Capital (BACA), menarik perhatian para investor dan pelaku pasar. Transaksi ini menjadi pembicaraan hangat di dunia keuangan, dengan spekulasi tentang dampaknya terhadap kinerja bank tersebut. Bagaimana nasib Bank Capital selanjutnya? Simak berita lengkapnya untuk mendapatkan informasi terbaru!

  • Menkes Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial

    Menkes Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial

    Kementerian Kesehatan (Menkes) telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan praktik dokter umum bagi para calon spesialis (PPDS) guna membantu ringankan beban finansial mereka. Keputusan ini disambut baik oleh para PPDS yang merasa lega dengan adanya kemudahan akses layanan kesehatan.

    Dengan izin praktik dokter umum, para PPDS dapat memperoleh penghasilan tambahan selain dari gaji mereka sebagai calon spesialis. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban finansial yang biasanya dialami oleh para PPDS selama menjalani pendidikan spesialis.

    Para PPDS pun berharap agar kebijakan ini dapat terus diperluas dan diterapkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan adanya kemudahan akses layanan kesehatan, akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus khawatir dengan biaya yang mahal.

    Dengan langkah progresif ini, diharapkan sistem kesehatan Indonesia dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak, termasuk para calon spesialis yang sedang menjalani pendidikan mereka

  • OJK Batasi Skema Tadpole P2P Lending: Perlindungan Konsumen Pinjol

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi skema tadpole pada layanan peer-to-peer (P2P) lending guna melindungi konsumen dari praktik pinjaman online yang merugikan. Perlindungan konsumen terhadap pinjol menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan penipuan yang sering terjadi di dunia digital. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan para pelaku usaha P2P lending dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap industri fintech dapat meningkat

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • AFTECH: Fintech Indonesia Masuki Fase Baru, Kepercayaan Jadi Kunci

    Fintech Indonesia kini memasuki fase baru yang menjanjikan, di mana kepercayaan menjadi kunci utama kesuksesannya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, para pelaku industri fintech harus mampu memenangkan kepercayaan konsumen agar dapat terus berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Inovasi dan transparansi akan menjadi faktor penentu dalam meraih keberhasilan di era digital ini

  • Menjaga Tradisi Angpau Tanpa Stres Finansial

    Menjaga tradisi angpau merupakan bagian penting dari budaya kita. Namun, seringkali hal ini dapat menimbulkan stres finansial bagi banyak orang. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan agar tetap menjaga tradisi angpau tanpa harus merasa terbebani secara finansial. Salah satunya adalah dengan menetapkan budget yang jelas dan disiplin dalam mengelolanya. Dengan cara ini, kita dapat tetap memberikan angpau dengan penuh kebahagiaan tanpa harus khawatir akan kondisi keuangan kita