AirAsia Move dan HTS Integrasikan Produk Pendukung Fintech

AirAsia Move dan HTS Integrasikan Produk Pendukung Fintech

Jakarta: AirAsia Move (sebelumnya airasia Superapp) umumkan kemitraan dengan HTS (Hopper Technology Solutions) untuk mengintegrasikan produk pendukung teknologi keuangan (fintech)ke dalam platform digital AirAsia.
 
Dalam kurun beberapa bulan ke depan, AirAsia Move akan menawarkan opsi “Cancel for Any Reason”, atau Pembatalan dengan Alasan Apapun untuk pemesanan penerbangan tanpa fasilitas pengembalian dana (non-refundablefares). Nantinya, opsi “Cancel for Any Reason” tersedia setelah pengguna memilih penerbangan di aplikasi AirAsia Move dan airasia.com untuk mendapatkan proteksi refund.
 
Selaras visi AirAsia Move sebagai onlinetravelagent (OTA) terdepan di Asia Tenggara, “Cancel for Any Reason” dari HTS merupakan solusi fleksibilitas dan kenyamanan terkini di industri. Kemitraan ini juga menjadi bagian dari komitmen AirAsia Move untuk menyediakan perjalanan dengan nilai terbaik kepada lebih dari 15 juta pengguna aktif bulanan aplikasi.
Di samping itu, AirAsia Move terus berekspansi secara agresif melalui kolaborasi bersama ratusan maskapai global, jaringan hotel, perbankan, hingga perusahaan fintech, demi mewujudkan ekosistem perjalanan yang praktis dan terpersonalisasi.
 
Sebelumnya, AirAsia Move juga telah meluncurkan berbagai produk pionir, seperti “Fast Pass”, beserta produk pendukung penerbangan dan hotel untuk memenuhi kebutuhan para pelancong.
 
CEO AirAsia Move, Nadia Omer menyampaikan, pengguna mereka mencari ketenangan dan kemudahan saat melakukan pemesanan perjalanan dan berwisata. Kemitraan dengan HTS akan memberikan fleksibilitas terbaik untuk pemesanan penerbangan tanpa fasilitas refund.
 
“Kami ingin mengakomodasi semakin banyak pilihan dan kendali bagi pengguna dalam hal merencanakan perjalanan mereka.”
 
President and Co-Founder Hopper, Dakota Smith menuturkan, integrasi produk pendukung fintech dari HTS dapat membantu mitra untuk memuaskan pelanggan dengan tambahan opsi dan fleksibilitas.
 
“Kami sangat senang dapat menjalin kemitraan bersama AirAsia Move untuk menawarkan opsi pengembalian dana yang lebih besar, tanpa syarat alasan pembatalan apapun kepada setiap pelancong.”
 
HTS, divisi business-to-business dari perusahaan Hopper, mengakselerasi seluruh mitranya dengan agen perjalanan, e-commerce, produk pendukung fintech, termasuk “Cancel for Any Reason” yang mengubah kesulitan para pelanggan menjadi hal positif terhadap peningkatan loyalitas dan performa korporasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Bank DBS hingga Bank Jepang Dirumorkan Bidik Akuisisi Bank Panin

(MMI)

AirAsia‍ Move⁢ dan HTS telah mengumumkan kemitraan strategis untuk mengintegrasikan produk⁣ pendukung Fintech. Melalui kerjasama ini, pengguna AirAsia Move akan dapat mengakses layanan keuangan yang ‌lebih luas, seperti pembayaran digital, ⁣transfer uang, dan investasi online. HTS, sebagai perusahaan teknologi keuangan yang‍ sudah berpengalaman, ⁤akan membantu AirAsia Move dalam⁣ mengembangkan platformnya untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih‍ baik. Dengan integrasi ‌produk pendukung Fintech ini, diharapkan dapat memperluas layanan keuangan yang tersedia bagi pengguna AirAsia Move⁣ dan mempermudah akses⁣ terhadap produk⁤ keuangan⁤ yang inovatif.

Check Also

Ini daftar lengkap 158 fintech yang mengantongi izin dari OJK

Ini alasan fintech lending syariah jauh tertinggal dibanding pemain konvensional

Fintech lending syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pemain konvensional karena beberapa alasan utama. Pertama, masih minimnya pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan keuangan syariah. Kebanyakan orang lebih familiar dengan sistem konvensional sehingga sulit untuk beralih ke fintech lending syariah. Kedua, regulasi yang belum mendukung perkembangan fintech lending syariah juga menjadi hambatan utama. Beberapa aturan yang ada cenderung lebih menguntungkan pemain konvensional daripada syariah, sehingga membuat para pelaku usaha enggan untuk berinvestasi di sektor ini. Selain itu, kurangnya kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan fintech lending juga turut memperlambat pertumbuhan industri ini. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara kedua pihak agar dapat memberikan layanan finansial yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. Meskipun demikian, potensi pasar untuk fintech lending syariah tetap besar dan masih perlu terus dikembangkan agar dapat bersaing secara sehat dengan pemain konvensional. Diperlukan upaya bersama dari semua pihak terkait untuk meningkatkan literasi keuangan syariah serta menciptakan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri ini di masa depan

%site% | NEWS