Investree Hadir di FinExpo 2022 dan Fintech Lending Days Yogyakarta

Investree Hadir di FinExpo 2022 dan Fintech Lending Days Yogyakarta

ILUSTRASI. Partisipasi Investree di OJK Fintech Days Manado 2018.

Beritafintech.comSadar bahwa pembukaan akses keuangan untuk berbagai lapisan masyarakat merupakan prioritas yang harus dilakukan oleh seluruh layanan keuangan di Indonesia, pionir fintech lending Investree akan berpartisipasi di 2 (dua) gelaran literasi keuangan yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FinExpo Bulan Inklusi Keuangan (BIK), dan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Fintech Days Yogyakarta.

Bersama regulator dan asosiasi, partisipasi Investree bertujuan untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap produk/jasa keuangan termasuk fintech lending produktif seperti Investree. Jika pemanfaatannya meluas, otomatis inklusi keuangan dapat turut meningkat.

Mendukung kesuksesan BIK oleh OJK setiap tahun, Investree akan menghadirkan booth di FinExpo BIK 2022 pada 26–30 Oktober 2022 di Central Park Jakarta. Tepatnya di Terra Atrium Lower Ground, No. Booth TA 30 mulai pukul 10.00–21.00 WIB. Pada acara penutupan BIK tahun ini di FinExpo, masyarakat yang berkunjung ke booth akan mendapatkan informasi tentang produk, layanan, promosi, reward, edukasi, dan kegiatan Investree lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selama periode kegiatan BIK 2022 berlangsung.

Melalui ini juga, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan fintech lending meningkat–memperluas akses pembiayaan menguntungkan bagi pelaku UMKM dan menyajikan alternatif pendanaan bagi mereka yang ingin melakukan diversifikasi portofolio atau meningkatkan aset.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, berujar, “Selama sebulan terakhir, Investree telah mempublikasikan dan mengoptimalkan program-program inklusi keuangan yang kami miliki, termasuk meluncurkan Pinjaman Usaha Mikro yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro dari ekosistem rekanan serta mensosialisasikannya melalui saluran komunikasi Investree. Secara strategis, seluruh inisiatif yang Investree lakukan bertujuan untuk memperkuat ekonomi nasional agar semua pihak tumbuh semakin tangguh pasca pandemi.

TRENDING  OJK Naikkan Free Float Jadi 15%, Bank Kecil Harus Bersiap Gelar Aksi Korporasi

Menutup BIK, Investree mengundang masyarakat untuk ikut memeriahkan FinExpo dan mengunjungi booth kami. Akan ada banyak keseruan dan stimulus yang sayang jika dilewatkan. Investree juga mendemokan secara langsung produk-produk kami agar masyarakat semakin paham dengan kegunaannya.”

Selain FinExpo BIK 2022, Investree juga akan bergabung dalam rangkaian acara Fintech Days Yogyakarta oleh AFPI yang diselenggarakan pada 26–27 Oktober 2022 antara lain kunjungan UMKM, talkshow, dan pameran di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Co-Founder & CEO Investree sekaligus Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi, akan memberikan keynote speech bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Direktur Perizinan, Pengawasan & Peraturan Fintech OJK, Tris Yulianta.

Sedangkan untuk kunjungan UKM, yang akan dikunjungi oleh rekan-rekan penyelenggara fintech lending adalah Sentra Batik Jogja Kampung Batik Giriloyo dan Sentra Kerajinan Perak Kotagede HS Silver. Kehadiran Fintech Days di Yogyakarta bermisi untuk mengenalkan alternatif pembiayaan kepada pelaku UMKM di sana serta menghubungkan mereka dengan platform fintech lending berlisensi OJK.

Jejak kontribusi Investree di Yogyakarta sebetulnya sudah cukup besar. Investree memiliki basis Borrower dengan profil ibu-ibu pengusaha ultra mikro dari ekosistem Gramindo Berkah Madani melalui subusahanya Gayatri Microfinance, yang mayoritas berdomisili di area Yogyakarta.

Kerja sama antara Investree dan Gramindo telah dirajut sejak 2020, bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis pengusaha ultra mikro seperti pemilik rumah makan sederhana, toko kelontong, dan binatu rumahan. Kolaborasi ini memungkinkan Investree menyalurkan bantuan pembiayaan kepada nasabah Gramindo yang memiliki karakteristik berkelompok dan merupakan perempuan tanpa akses ke bank (unbankable). Hingga hari ini, Investree telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp74 miliar kepada 19 ribu pengusaha ultra mikro Gramindo.

TRENDING  OJK Terbitkan Aturan Baru tentang Rahasia Bank, Apa Saja Isinya?

Bagi Investree, meski akses keuangan merupakan hak dasar masyarakat dan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masing-masing dari mereka, namun hal tersebut harus diikuti dengan upaya edukasi masyarakat supaya melek terhadap berbagai produk dan layanan keuangan yang ada.  

Investree berharap agar masyarakat kian lihai dalam menentukan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, memahami manfaat dan risiko, serta mengetahui hak dan kewajiban mereka. “Selain itu, masyarakat juga harus rajin mengecek legalitas platform fintech lending apakah sudah terdaftar/berizin dan diawasi oleh regulator atau belum, bisa lewat Cekfintech.id. Investree senantiasa mengimbau hal ini dalam berbagai kesempatan,” tambah Adrian.

Merayakan ulang tahun ke-7 dengan kampanye #GrowToge7her, Investree menyuguhkan beberapa promosi menarik yang bisa diikuti oleh Borrower dan Lender salah satunya cashback untuk setiap pengajuan pinjaman dan pendanaan di platform Investree. Selengkapnya dapat dilihat di sini.

Baca Juga: HUT ke-7, Investree Dorong Semua Pihak GrowToge7her lewat Kolaborasi & Digitalisasi

Tentang Investree

Investree adalah perusahaan fintech lending yang mendapatkan Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Misi kami adalah mengoptimalkan data dan teknologi untuk memberikan akses pembiayaan lebih mudah dan terjangkau bagi UKM selagi menghubungkan mereka dengan Lender yang ingin membantu dan memperoleh imbal hasil atraktif. Melalui kolaborasi dengan rekanan strategis dalam ekosistem digital dan keuangan serta inovasi produk dan layanan pembiayaan, Investree berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi bisnis digital bagi UKM. Investree berbasis di Indonesia dan telah berekspansi ke Thailand dan Filipina.

TRENDING  Fintech Lending Terapkan Sejumlah Strategi untuk Tekan Angka Kredit Macet

Hingga Agustus 2022, Investree berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman Rp18,1 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan Rp11,8 triliun dengan rata-rata tingkat imbal hasil +16.3 p.a. dan rata-rata TKB90: 96,83%. Investree juga dinobatkan sebagai “Best Fintech of the Year” oleh Majalah The Asset, “Best P2P Lending Platform for SMEs” oleh The Asian Banker, dan “The Expandable Company” oleh Mandiri Capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Resmi Batal Merger, OJK Minta Nobu Dan MNC Bank Lakukan Hal Ini

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Nationalnobu Tbk dan PT Bank MNC Internasional Tbk untuk melakukan langkah-langkah tertentu setelah resmi membatalkan rencana merger mereka. OJK menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam proses bisnis perbankan, serta mengingatkan kedua bank tersebut untuk tetap menjaga stabilitas keuangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Langkah apa yang akan diambil oleh Nobu dan MNC Bank selanjutnya? Kita tunggu kabar selanjutnya dari kedua bank tersebut

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • Menteri BUMN, Erick Thohir Dorong BTN Jadi Bank Raksasa

    Menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan dorongan kuat kepada Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menjadi bank raksasa di Indonesia. Dalam pertemuan dengan jajaran direksi BTN, Erick Thohir menegaskan pentingnya peran BTN dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki oleh BTN, Menteri BUMN yakin bahwa bank ini dapat menjadi salah satu bank terbesar dan terpercaya di Indonesia. Dorongan ini disambut baik oleh jajaran direksi BTN yang siap bekerja keras untuk mencapai visi tersebut

  • KoinWorks Jadi Fintech Lending Pertama yang Hadirkan Layanan Customer Service 24 Jam

    KoinWorks telah menjadi pionir dalam dunia fintech lending di Indonesia dengan menghadirkan layanan customer service 24 jam pertama kali. Dengan adanya layanan ini, para pengguna KoinWorks dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dan informasi kapan pun mereka membutuhkannya. Hal ini tentu saja membuat pengalaman bertransaksi di platform KoinWorks menjadi lebih nyaman dan aman. Tidak heran jika KoinWorks berhasil menarik perhatian banyak orang dan menjadi salah satu platform fintech lending terkemuka di Indonesia

  • OJK Bakal Hapus KBMI 1, Amar Bank Fokus Perkuat Fundamental Bisnis

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk menghapus Kriteria Buku Modal Inti (KBMI) 1 dalam upaya untuk memperkuat sektor perbankan di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan fundamental bisnis perbankan, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang lebih baik. Salah satu bank yang telah menunjukkan komitmen kuat terhadap perbaikan fundamental bisnis adalah Amar Bank, yang terus berupaya untuk memperkuat posisinya di pasar melalui inovasi produk dan layanan serta peningkatan efisiensi operasional. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor perbankan Indonesia dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara

  • Cegah Fraud, AFPI Luncurkan Fintech Data Centre

    AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) meluncurkan Fintech Data Centre sebagai langkah untuk mencegah penipuan di industri fintech. Dengan adanya pusat data ini, diharapkan para pelaku usaha fintech dapat lebih mudah dalam melakukan verifikasi data calon nasabah dan mengurangi risiko terjadinya fraud. Langkah ini merupakan upaya serius AFPI dalam menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech di Indonesia