Saham Bank Banten (BEKS) Terus Terpuruk, Manajemen Siapkan Langkah Ini

Saham Bank Banten (BEKS) Terus Terpuruk, Manajemen Siapkan Langkah Ini

ILUSTRASI. Kinerja saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) kembali melanjutkan tren penurunan yang signfikan.KONTAN/Muradi/2017/05/31

Beritafintech.com – JAKARTA. Kinerja saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) kembali melanjutkan tren penurunan yang signfikan pasca libur lebaran selama sepekan. Harga saham BEKS langsung terjun bebas hingga 9,09% pada pembukaan perdagangan, selasa (16/4).

Kini harga saham BEKS menyentuh level Rp 20 Harga saham BEKS mengalami penurunan yang konsisten sejak penerapan full call auction pada Senin (25/3) lalu yang kala itu harganya masih di kisaran Rp 50 per saham, artinya sudah turun sekitar 60% sejak penerapan kebijakan tersebut.

BEKS terkena dampak kebijakan tersebut mengingat bank daerah milik Pemrov Banten ini masuk dalam papan pemantauan khusus. Alasannya, harga rata-rata sahamnya selama enam bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp 51 per saham.

Baca Juga: Bukukan Kinerja Beragam, Mayoritas Kinerja Bank Mini Masih Tertekan

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Bisnis Bank Banten Rodi Judo mengungkapkan manajemen sudah memiliki beberapa langkah yang telah dan akan diambil untuk menangani pergerakan saham tersebut.

Pertama, melakukan indentifikasi terhadap para pemegang saham Bank Banten untuk mengetahui pergerakan transaksi yang mereka lakukan sejak 25 Maret 2024. Tujuannya, manajemen bisa melakukan pendekatan kepada pemegang saham tersebut.

“Dan bila diperlukan akan melakukan investor gathering,” ujar Rodi.

Kedua, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan beberapa sekuritas untuk mendapatkan pandangan terkait pergerakan harga tersebut. Ditambah, mencari kemungkinan untuk menjalin kerjasama guna meningkatkan harga saham.

TRENDING  Tips Hemat Uang Makan untuk Orang Single

Ketiga dan terakhir, Rodi juga bakal mengusahakan untuk menjaga kinerja fundamental yang dimiliki oleh Bank Banten. Di mana, itu diharapkan bisa menambah kepercayaan investor terhadap kinerja bank ini.

Sebagai informasi, Bank Banten telah mencatatkan sejarah baru pada 2023 dikarenakan tahun tersebut bank bisa memperoleh laba. Bagaimana tidak, sejak berdiri tahun 2016, bank tersebut akhirnya merasakan laba di tahun lalu. 

Berdasarkan laporan keuangannya, Bank Banten mencatatkan laba Rp 26,59 miliar di 2023. Tahun sebelumnya, bank tersebut masih rugi Rp 239,29 miliar. Adapun, efisiensi menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut mulai dari beban bunga hingga beban operasional.

Rodi optimistis kinerja Bank Banten di 2024 akan melanjutkan tren positif. Terlebih, sejak disetujuinya perubahan Anggaran Dasar Bank Banten oleh para pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa tanggal 23 Februari 2024 yang membuat Bank Banten berubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten dengan kepemilikan langsung dibawah Pemprov Banten.

Baca Juga: Menilik Upaya Perbankan Keluar dari Papan Pemantauan Khusus Bursa

Selain itu, ia melihat kinerja positif akan didorong dengan rencana masuknya RKUD dari empat Pemerintah Kota dan Kabupaten di wilayah Banten. Di mana, itu bisa meningkatkan fungsi intermediasi dari Bank Banten.

“Kami memperkirakan bahwa investor khususnya investor yang memiliki dana besar, melihat adanya potensi yang sangat menjanjikan bagi Bank Banten di masa mendatang,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Saham Bank Banten (BEKS) terus mengalami penurunan, membuat manajemen harus⁤ segera melakukan ⁤langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini.⁤ Langkah yang disiapkan manajemen termasuk melakukan ⁣evaluasi terhadap⁣ kondisi​ bank⁢ dan juga memperbaiki sistem manajemen yang ada. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan restrukturisasi utang agar dapat meningkatkan kepercayaan investor. Dengan melakukan langkah-langkah ini, diharapkan Saham Bank ⁢Banten dapat segera pulih dan kembali menjadi saham yang menarik⁣ bagi para investor.

Similar Posts

  • Hidup Terlilit Utang? Begini Cara Cerdas Keluar dari Jerat Finansial

    Apakah Anda merasa terjebak dalam jerat utang yang tak kunjung usai? Jangan khawatir, ada cara cerdas untuk keluar dari masalah finansial ini. Dalam buku Hidup Terlilit Utang? Begini Cara Cerdas Keluar dari Jerat Finansial, Anda akan diajak untuk memahami akar permasalahan utang dan belajar strategi jitu untuk mengatasinya. Dengan langkah-langkah yang terbukti efektif, Anda bisa mulai membangun keuangan yang sehat dan bebas dari beban utang. Jadi, jangan menyerah! Mulailah langkah pertama menuju kebebasan finansial dengan membaca buku ini sekarang juga

  • Dukung Kebutuhan Finansial​, BNC Tambah Limit Neo Pinjam Hingga Rp100 Juta

    Dukung Kebutuhan Finansial Anda dengan BNC Tambah Limit Neo yang dapat meminjam hingga Rp100 juta! Jangan biarkan kebutuhan finansial Anda terbengkalai, segera manfaatkan penawaran ini dan dapatkan dana tambahan yang Anda butuhkan. Dengan proses yang cepat dan mudah, BNC siap membantu mewujudkan impian dan kebutuhan finansial Anda. Jangan ragu lagi, segera ajukan pinjaman sekarang!

  • 14 Fintech Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5Miliar, AFPI Urai Penyebabnya

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa dari 14 perusahaan fintech lending yang telah beroperasi di Indonesia, belum ada satu pun yang memenuhi persyaratan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. AFPI pun mulai menyelidiki penyebab dari masalah ini.

    Menurut Ketua Umum AFPI, Tumbur Pardede, salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang regulasi dan persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi di industri fintech lending. Banyak perusahaan masih belum memahami pentingnya memiliki modal yang cukup untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Selain itu, Tumbur juga menyoroti masalah transparansi dalam pengelolaan dana nasabah oleh beberapa perusahaan fintech lending. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa investor enggan untuk menanamkan modal lebih banyak ke dalam industri ini.

    AFPI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada para pelaku usaha fintech lending agar dapat memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dengan demikian, diharapkan industri fintech lending di Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat bagi semua pihak

  • Ini Kata AFPI Soal Adanya Ketentuan Pembatasan Pinjaman Borrower Fintech Lending

    Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), ketentuan pembatasan pinjaman bagi para peminjam fintech lending merupakan langkah yang sangat penting untuk melindungi konsumen. Dengan adanya aturan ini, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya overborrowing dan meminimalisir potensi terjerumus ke dalam jerat utang yang tidak terkendali. AFPI juga menegaskan bahwa regulasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem fintech lending yang sehat dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terlibat dalam industri ini

  • Izin Bank Syariah Matahari Terbit, PP Muhammadiyah Imbau Anggota Gunakan Bank Ini

    Izin Bank Syariah Matahari Terbit, PP Muhammadiyah Imbau Anggota Gunakan Bank Ini

    Pengumuman penting datang dari PP Muhammadiyah terkait dengan izin pendirian Bank Syariah Matahari Terbit. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.

    Dengan adanya bank syariah ini, diharapkan para anggota Muhammadiyah dapat memanfaatkan layanan perbankan yang lebih sesuai dengan ajaran agama Islam. Selain itu, bank syariah juga memberikan berbagai produk dan layanan yang halal dan transparan bagi para nasabahnya.

    Dengan demikian, PP Muhammadiyah berharap agar anggotanya dapat mendukung dan memanfaatkan Bank Syariah Matahari Terbit sebagai alternatif dalam menjalankan aktivitas keuangan mereka. Semoga dengan adanya bank syariah ini, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya menggunakan sistem perbankan yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam

  • Dampak Inflasi Kesehatan bagi Kondisi Finansial Keluarga

    Inflasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Kenaikan harga-harga barang dan jasa akan membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga menyebabkan pengeluaran keluarga meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya daya beli keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

    Selain itu, inflasi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga. Kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan kesehatan akan membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Akibatnya, banyak keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan mengabaikan perawatan kesehatan karena tidak mampu membayar biayanya.

    Dengan demikian, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dampak inflasi terhadap kondisi finansial dan kesehatan mereka. Merencanakan anggaran secara bijaksana dan mempertimbangkan perlindungan keuangan seperti asuransi kesehatan dapat membantu melindungi kondisi finansial keluarga dari dampak negatif inflasi