Prioritas Kurikulum Merdeka, Pemerintah Terbitkan Panduan Pendidikan Literasi Finansial

Prioritas Kurikulum Merdeka, Pemerintah Terbitkan Panduan Pendidikan Literasi Finansial

Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan Panduan Pendidikan Literasi Finansial.  Pendidikan Literasi Finansial merupakan satu dari tiga isu prioritas yang diangkat dalam Kurikulum Merdeka, selain isu pendidikan perubahan iklim dan pendidikan kesehatan. 
 
Panduan yang diterbitkan melalui webinar bertajuk “Bergerak Bersama untuk Pendidikan Literasi Finansial dalam Kurikulum Merdeka” ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemampuan dalam menerapkan konsep pengelolaan finansial yang baik dan bijak dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Pendidikan Literasi Finansial bukanlah kebijakan baru. Ini merupakan sekumpulan resources yang akan memudahkan Ibu dan Bapak guru dalam mengembangkan kecakapan finansial melalui Kurikulum Merdeka,” Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo dalam siaran persnya, di Jakarta.
Anindito menambahkan, literasi finansial yang rendah bukan hanya berdampak pada individu, tetapi secara kolektif. Dengan literasi finansial yang rendah, seseorang rentan mengambil keputusan keuangan yang buruk, misalnya terjerat utang.
 
Krisis pribadi yang terakumulasi secara kolektif selanjutnya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat secara makro. Oleh karena itu, siklus jebakan rantai ini harus diputus dengan Pendidikan Literasi Finansial.
 
“Di Kurikulum Merdeka, kita mengembangkan empat kerangka literasi finansial. Pertama, bagaimana cara memperoleh penghasilan. Kedua, bagaimana mengelola anggaran. Ketiga, menyisihkan penghasilan. Keempat, mengelola risiko dan mempersiapkan masa kedaruratan. Ini kompetensi yang bukan hanya kognitif, sekadar terampil, tapi juga banyak aspek afektifnya.” imbuh Anindito.
 
Panduan Literasi Finansial bisa menjadi pedoman bagi publik, terutama warga sekolah di jenjang dasar dan menengah, dalam menerapkan pendidikan literasi finansial. Melalui panduan ini, sekolah dapat pula menemukan inspirasi strategi pengintegrasian pendidikan tersebut dalam kebijakan dan budaya satuan pendidikan.
 
?Para pendidik dapat menerapkan pendidikan literasi finansial dengan mudah pada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Sekolah bisa memanfaatkan sumber daya yang ada saat menerapkannya. Panduan ini juga memberikan contoh praktik baik yang dapat dilakukan pemerintah daerah, pengawas sekolah, lembaga pelatihan, lembaga swadaya masyarakat, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung implementasi pendidikan literasi finansial. 
 

TRENDING  Guru Didorong Jadi Agen Inklusi Keuangan di Sekolah Lewat Literasi Finansial

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

(CEU)

Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Panduan Pendidikan Literasi Finansial sebagai bagian dari Prioritas Kurikulum Merdeka. Panduan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan, investasi, dan pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan adanya panduan ini diharapkan dapat membantu para pendidik dalam memberikan pendidikan yang lebih baik tentang literasi finansial kepada siswa. Pendidikan literasi finansial dianggap penting karena dapat membantu masyarakat mengelola keuangan mereka dengan baik dan mencegah terjadinya masalah keuangan di masa depan. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan generasi yang mandiri dan cerdas secara finansial.

Similar Posts

  • Gelar Investment Matching Fair, Danamon dan MUFG Dorong Nasabah Bangun Kolaborasi

    Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki (tengah) saat Business and Investment Matching Fair 2023 oleh MUFG Bank bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Beritafintech.com – JAKARTA. MUFG Bank, Ltd bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk hubungkan nasabah korporat dalam ekosistem MUFG dan memberikan akses bagi usaha rintisan (start-up) untuk menjangkau calon investor lewat acara Business and…

  • Mendorong Generasi Muda Melek Finansial Lewat Digitalisasi

    Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang pesat, penting bagi generasi muda untuk melek finansial agar dapat mengelola keuangan mereka dengan baik. Melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital, generasi muda dapat belajar tentang investasi, manajemen keuangan, dan cara mengatur anggaran secara efektif. Dengan adanya kemudahan akses informasi melalui internet, generasi muda diharapkan dapat lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial yang tepat untuk masa depan mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mendukung dan mendorong generasi muda agar menjadi lebih melek finansial melalui digitalisasi

  • Dana Kelolaan Pinnacle Investment Capai Rp 2,5 Triliun per Oktober 2025

    Dana kelolaan Pinnacle Investment telah mencapai Rp 2,5 triliun per Oktober 2025, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Hal ini menandakan kepercayaan besar dari para investor terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola dana mereka dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Dengan pencapaian ini, Pinnacle Investment semakin kokoh sebagai salah satu pemain utama di pasar keuangan Tanah Air

  • Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional, Bank Mandiri Gandeng HBAP

    Bank Mandiri telah menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Bank-Bank Pembangunan Asia Pasifik (HBAP) untuk mendukung program Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri akan memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target listrik nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi di Tanah Air demi mencapai kemandirian energi yang berkelanjutan

  • Simak Syarat dan Cara Pengajuan KUR Bank Kalteng Tahun 2025

    Untuk mendapatkan KUR dari Bank Kalteng tahun 2025, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, calon peminjam harus memiliki usaha mikro, kecil, atau menengah yang telah berjalan minimal satu tahun. Kedua, calon peminjam harus memiliki rekening di Bank Kalteng dan telah melakukan transaksi secara aktif selama minimal enam bulan terakhir.

    Selain itu, calon peminjam juga harus menyediakan jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pengajuan KUR dapat dilakukan secara online melalui website resmi Bank Kalteng atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Setelah pengajuan diajukan, pihak bank akan melakukan verifikasi dan analisis terhadap usaha serta kondisi keuangan calon peminjam.

    Dengan memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan oleh Bank Kalteng, diharapkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat memperoleh akses pembiayaan yang mudah dan cepat untuk mengembangkan usahanya. Jadi jangan ragu untuk mengajukan KUR di Bank Kalteng tahun 2025!

  • Rasio Utang Dibatasi Maksimal 30% Mulai 2026, Begini Dampaknya bagi Fintech Lending

    Keputusan untuk membatasi rasio utang maksimal menjadi 30% mulai tahun 2026 telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi industri fintech lending. Hal ini membuat para perusahaan fintech lending harus melakukan penyesuaian besar-besaran dalam model bisnis mereka. Banyak dari mereka yang harus mengurangi jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah, sehingga berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

    Selain itu, adanya batasan rasio utang juga membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Para pemain baru akan kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki basis pelanggan yang kuat. Namun, di sisi lain, regulasi ini juga dapat memberikan perlindungan bagi konsumen dari risiko over-leveraging dan kemungkinan terjerat dalam utang yang tidak terkendali.

    Secara keseluruhan, kebijakan pembatasan rasio utang maksimal ini telah membawa dampak yang kompleks bagi industri fintech lending. Perusahaan-perusahaan di sektor ini harus mampu beradaptasi dengan cepat dan mencari strategi baru untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif