Laba Bersih Bank Capital (BACA) Naik 6,43% Jadi Rp 109,39 Miliar di 2024

Terungkap! Ini Pemilik Baru 14% Saham Bank Capital (BACA)

ILUSTRASI. Bank Capital (Dok/BACA)

Beritafintech.com – JAKARTA. Teka teki siapa pemilik saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) sebanyak 14,033% akhirnya terjawab. Ini nampak dari susunan daftar pemegang saham BACA per 31 Desember 2025. 

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/1/2026) dipaparkan jika susunan pemegang saham BACA yang memiliki 5% atau lebih saham yang ditempatkan dan disetor penuh diantaranya sebagai berikut : 

  • PT Capital Global Investama 50,66% 
  • Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 24,033% 
  • Masyarakat 25,3%. 

Susunan kepemilikan saham BACA ini berubah dari bulan sebelumnya pada November 2025. Di mana Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore hanya memiliki 10% setara dengan 1,99 miliar saham. Sementara per 31 Desember 2025, Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore memegang 24,033% setara dengan 4,79 miliar saham. 

Baca Juga: Gia Venture Borong Saham Bank Capital (BACA) Rp 470 Miliar

Dan kepemilikan saham Capital Global Investama berkurang menjadi 50,66% setara dengan 10,11 miliar saham. Dari November 2025, kepemilikan Capital Global Investama sebanyak 12,91 miliar saham setara dengan 64,6978%. 

Sementara kepemilikan saham masih sama yakni 25,3% setara dengan 5,048 miliar saham.

Jumlah pemegang saham BACA juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 16.658 pemegang saham menjadi 18.182 pemegang saham. 

Penambahan kepemilikan saham oleh Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore tersebut dilakukan melalui transaksi pada 19 Desember 2025. Dalam keterbukaan informasi BEI saat itu dijelaskan bahwa transaksi menggunakan SID atas nama Bank of Singapore Limited, dengan kepemilikan langsung oleh Gia Ventures Pte Ltd. 

TRENDING  Marak Pinjol dan Judol, Gen Z dan Milenial Wajib Paham Finansial

Adapun jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 2,8 miliar setara dengan 14,3% saham di harga Rp 168 per saham. Sehingga nilai transaksi tersebut sebesar Rp 470,4 miliar. 

Pembelian saham BACA tersebut oleh Bank of Singapore dari Capital Global Investama dengan jumlah dan harga yang sama. 

Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), harga saham BACA ditutup turun 4,2% di harga Rp 228 per saham. Dalam sebulan terakhir saham BACA naik 39,88%.  

Selanjutnya: Jual Bisnis Rp 1,5 T, Apakah Saham Blue Chip Ini Semakin Menarik Dikoleksi?

Menarik Dibaca: Kristal Asam Urat Menumpuk? Cek Daftar Makanan Pemicunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Technical Notes

    Teknik pengoptimalan yang digunakan dalam penelitian ini telah berhasil meningkatkan efisiensi sistem sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang kami gunakan mampu memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kinerja sistem. Selain itu, kami juga berhasil mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kinerja sistem dan merancang strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi informasi di masa depan

  • Guru Didorong Jadi Agen Inklusi Keuangan di Sekolah Lewat Literasi Finansial

    Guru-guru diharapkan dapat menjadi agen inklusi keuangan di sekolah melalui literasi finansial. Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan, guru dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswinya. Hal ini akan membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas dalam mengelola uang dan investasi di masa depan. Selain itu, guru juga dapat memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya tabungan dan investasi untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Dengan demikian, para guru memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku finansial positif pada generasi mendatang

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Solusi DIgital Menjaga Tantangan Keamanan Finansial

    Solusi digital saat ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan finansial. Dengan adanya teknologi yang terus berkembang, kita harus mampu memanfaatkannya dengan bijak untuk melindungi aset dan informasi keuangan kita. Tantangan keamanan finansial semakin kompleks, namun dengan solusi digital yang tepat, kita dapat mengatasi semua risiko tersebut. Jadi, jangan ragu untuk mulai menggunakan teknologi digital dalam mengelola keuangan Anda agar tetap aman dan terlindungi dari ancaman cybercrime

  • Angka Kredit Macet Fintech Lending Masih Tinggi, Capai 4,32% per Akhir 2025

    Angka kredit macet di industri fintech lending masih tinggi, mencapai 4,32% per akhir tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha dalam mengelola risiko kredit. Meskipun demikian, potensi pertumbuhan industri fintech lending tetap besar dan menarik minat investor untuk terus berinvestasi di sektor ini. Diperlukan langkah-langkah strategis dan inovatif untuk mengurangi angka kredit macet sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending