Mundur dari Kursi Direktur Bank Jago (ARTO), Simak Profil Peterjan van Nieuwenhuizen

Mundur dari Kursi Direktur Bank Jago (ARTO), Simak Profil Peterjan van Nieuwenhuizen

ILUSTRASI. Nasabah melintas di dekat logo Bank Jago di Jakarta. Salah satu direktur Bank Jago mengajukan pengunduran diri. ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/01/2022.

Beritafintech.com – JAKARTA. Peterjan van Nieuwenhuizen, Direktur Strategi dan Kemitraan Ekosistem PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah memutuskan untuk mengundurkan diri. Surat pengunduran dirinya diajukan pada 22 November 2024.

Mengutip situs resmi Bank Jago pada Selasa (26/11), Peter pertama kali diangkat menjadi Direktur bank digital milik taipan Jerry Ng sejak November 2019. Dirinya kembali diangkat melalui RUPST tanggal 25 Mei 2023 untuk periode jabatan 2023-2026.

Pria berkewarganegaan Belanda ini sebenarnya merupakan salah satu sosok yang penting dalam pendirian Bank Jago sebagai bank digital di Indonesia. Laporan tahunan perseroan tahun 2023, disebutkan bahwa ia adalah anggota tim pendiri.

Baca Juga: Saham Big Caps Perbankan Ini Banyak Ditadah Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu (20/11)

Sebelum di Bank Jago, ia juga turut memimpin peluncuran dan tahap awal operasi bank digital pertama di Indonesia, Jenius (bagian dari Bank BTPN).

Peter pun sempat menjadi anggota direksi di VPBank di Vietnam. Jabatan terakhir Peter sebelum hijrah ke Bank Jago adalah Digital Banking Head di Bank BTPN, saat Jerry Ng menjadi pimpinan di bank tersebut.

Namun, ia mengawali karir di Inggris.Peter bekerja di McKinsey & Company di London dan beralih ke kantor di Toronto sebelum merambah ke Asia Tenggara satu dekade silam.

TRENDING  OJK Bakal Perluas Ruang Lender Fintech P2P Lending

Ia merupakan angkatan pertama Gates Cambridge Scholar yang dibentuk oleh Bill and Melinda Gates Foundation. Peter memegang gelar Sarjana dan Certificate of Advanced Study di bidang Matematika dari University of Cambridge, dan MSc di bidang Ilmu Komputer dari University of Twente di Belanda.

Dalam keterbukaan informasi pada Senin (25/11), Bank Jago menerima surat permohonan pengunduran diri Peterjan van Nieuwenhuizen sebagai Direktur. Pengunduran diri tersebut akan efektif pada tanggal 31 Desember 2024.

Baca Juga: Hasil Kinerja Perbankan Sesuai Proyeksi, Ini Rekomendasi Saham Perbankan

Selanjutnya, Bank Jago akan menjalankan ketentuan yang diatur di POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi Dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik (POJK 33/2024), POJK No.15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan Terbuka (POJK 15/2020), dan Anggaran Dasar Perseroan untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas permohonan pengunduran diri Peterjan van Nieuwenhuizen.

Manajemen menegaskan dengan pengunduran diri Direktur ini tidak ada kejadian, informasi atau fakta material yang berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten.

Selanjutnya: Harga CPO Diproyeksi Menguat di Tahun 2025, Ditopang Permintaan Biodesel

Menarik Dibaca: Muncul Memar? Ini 5 Efek Kekurangan Vitamin C pada Kulit yang Harus Anda Tahu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • AFPI: OJK Kemungkinan Bakal Cabut Moratorium Izin Fintech pada Tahun Ini

    ILUSTRASI. Kahumas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah. Beritafintech.com – JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemungkinan akan mencabut moratoriumizin fintech pada tahun ini.  Terkait hal itu, Kepala Humas AFPI Kuseryansyah tak mengetahui mengenai waktu pastinya. “Harapannya tahun ini dan didengar dari OJK secara informal kemungkinan tahun ini. Kapannya…

  • Fintech merajai uang elektronik berbasis server, bank hanya 0,2%

    Fintech telah merajai dunia uang elektronik berbasis server dengan mengungguli bank-bank tradisional yang hanya memiliki pangsa pasar sebesar 0,2%. Inovasi-inovasi terbaru dari perusahaan-perusahaan fintech telah berhasil menarik perhatian masyarakat dan membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah dan efisien. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidak heran jika fintech kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam mengelola keuangan mereka

  • Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak

    Menyikapi uang THR yang diterima anak, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola uang sejak dini. Berikut adalah 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola uang THR dengan baik:

    1. Ajarkan anak untuk membagi uang THR menjadi tiga bagian, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan jangka panjang, dan sedekah.
    2. Dorong anak untuk membuat catatan pengeluaran agar mereka dapat melihat dengan jelas kemana saja uang THR mereka telah digunakan.
    3. Libatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya merencanakan pengeluaran dan menabung.
    4. Berikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan keuangan agar anak bisa meniru pola pikir dan perilaku finansial yang positif.
    5. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil mengelola uang THR dengan baik, sehingga mereka merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam hal finansial.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak dapat belajar mengenai nilai dari setiap rupiah yang dimiliki serta memiliki keterampilan dalam mengatur keuangannya secara bijaksana sejak usia dini

  • Laba Bank Central Asia (BBCA) Konsisten Tumbuh 14% pada November 2024

    Labuan Bola Central Asia (BBCA) terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, dengan pertumbuhan sebesar 14% pada bulan November 2024. Hal ini menunjukkan bahwa BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam hal layanan perbankan. Dengan kinerja yang solid dan komitmen yang kuat, BBCA terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Tidak heran jika BBCA menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia dan terus mendapatkan dukungan serta kepercayaan dari masyarakat

  • Fintech Lending Terapkan Sejumlah Strategi untuk Tekan Angka Kredit Macet

    Fintech lending telah menjadi solusi yang semakin populer bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. Namun, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh platform fintech ini adalah tingginya angka kredit macet. Untuk mengatasi hal ini, terdapat sejumlah strategi yang diterapkan oleh para pelaku industri fintech lending.

    Salah satu strategi yang digunakan adalah meningkatkan proses analisis risiko terhadap calon peminjam. Dengan melakukan analisis risiko yang lebih mendalam, platform fintech dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kredit macet. Selain itu, penggunaan teknologi seperti machine learning dan big data juga membantu dalam mengidentifikasi potensi peminjam yang berisiko tinggi.

    Selain itu, para pelaku industri fintech lending juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keuangan dan tanggung jawab dalam menggunakan layanan pinjaman online. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada calon peminjam, diharapkan angka kredit macet dapat ditekan secara signifikan.

    Dengan menerapkan sejumlah strategi tersebut, diharapkan platform fintech lending dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka tanpa harus khawatir akan risiko kredit macet

  • Kesadaran Finansial Generasi Muda jadi Fondasi Masa Depan

    Kesadaran finansial generasi muda merupakan fondasi yang sangat penting untuk memastikan masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan, generasi muda dapat menghindari masalah keuangan di masa depan dan menciptakan kestabilan finansial. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mulai belajar dan meningkatkan kesadaran finansial sejak dini agar dapat meraih kesuksesan dalam hidup mereka