Hati-Hati Malware dari Apliasi Finansial! Begini Ciri dan Cara Membersihkannya dari HP

Hati-Hati Malware dari Apliasi Finansial! Begini Ciri dan Cara Membersihkannya dari HP

Jakarta: Pernah merasa smartphone atau laptopmu tiba-tiba lemot, panas, atau baterainya cepat habis padahal baru diisi? Bisa jadi perangkatmu sudah terserang malware.
 
Malware, singkatan dari malicious software, adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menyusup, merusak, hingga mencuri data dari gadget tanpa sepengetahuan pemiliknya. 
 
Ancaman ini bisa datang dari mana saja mulai dari aplikasi tidak resmi hingga modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Tanda-tanda perangkat terserang malware

Merangkum artikel dari laman BCA, berikut beberapa ciri yang patut diwaspadai saat perangkat terserang malware:

  1. Perangkat tiba-tiba panas meski hanya digunakan sebentar.
  2. Muncul suara aneh saat melakukan panggilan telepon.
  3. Baterai cepat terkuras.
  4. Ada SMS OTP masuk padahal tidak melakukan transaksi.
  5. Perangkat sulit dimatikan.
  6. Layar menampilkan glitch atau gangguan visual.
  7. Performa perangkat melambat drastis.
  8. Muncul pop-up peringatan dari fitur keamanan atau antivirus.
  9. Lampu indikator menyala sendiri tanpa sebab.
  10. Kalau tanda-tanda ini muncul, besar kemungkinan perangkatmu sudah terinfeksi malware.

Cara mengatasi malware di perangkat Android

Jangan panik dulu. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan perangkatmu:

1. Aktifkan airplane mode
 
Putuskan koneksi internet agar malware tidak bisa terus berkomunikasi dengan servernya.
 
2. Hapus aplikasi mencurigakan
 
Segera uninstall aplikasi yang tidak diunduh dari Google Play Store atau yang terlihat tidak resmi.
 
3. Blokir dan uninstall aplikasi finansial
 
Kalau perangkatmu digunakan untuk mobile banking, segera blokir layanan e-channel dan hapus aplikasi perbankan sementara waktu untuk keamanan.
 
4. Atur sumber instalasi aplikasi
 
Masuk ke menu Settings > System Security > App Installation > Installation Sources. Pastikan semua sumber instalasi non-resmi dalam kondisi off agar ke depan kamu hanya menginstal aplikasi resmi.
 
5. Nyalakan Google Play protect
 
– Buka aplikasi Google Play Store
– Tekan tombol Profile di kanan atas
– Pilih Play Protect > Settings
– Aktifkan Scan apps with Play Protect dan Improve harmful app detection
– Lakukan Scan hingga selesai
 
6. (Opsional) Factory Reset
 
Kalau malware sulit dihapus, lakukan Factory Reset. Tapi hati-hati, cara ini bisa menghapus semua data. Pastikan kamu sudah melakukan backup sebelum melakukannya.
 
Setiap malware punya cara kerja berbeda. Maka itu, selalu gunakan langkah preventif, seperti unduh aplikasi hanya dari sumber resmi, aktifkan proteksi keamanan, dan jangan mudah tergiur link mencurigakan.
 
Jadikan Beritafintech.com sumber informasi pilihan Anda

TRENDING  OJK Proyeksi Pembiayaan Fintech Lending ke Sektor Produktif akan Tumbuh ke Depannya

(ANN)

Similar Posts

  • Menteri BUMN Dorong BTN Jadi Bank Raksasa

    Menteri BUMN mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank raksasa di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat sektor perbankan dalam negeri dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan potensi yang dimiliki BTN, diharapkan bank ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Tanah Air. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat luas

  • Membandingkan Kredit Tanpa Agunan Perbankan dan Fintech yang Masih Jadi Andalan

    Kredit tanpa agunan menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Perbankan dan fintech kini bersaing ketat dalam menawarkan produk kredit tanpa agunan yang menguntungkan. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit, penting untuk membandingkan antara produk perbankan dan fintech agar bisa mendapatkan penawaran terbaik sesuai kebutuhan. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, layanan fintech menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan proses pengajuan kredit yang lebih cepat dan mudah. Meskipun demikian, tidak ada salahnya juga untuk mempertimbangkan produk kredit tanpa agunan dari perbankan yang memiliki reputasi kuat dan jaringan luas. Jadi, sebelum membuat keputusan, pastikan untuk melakukan perbandingan secara teliti agar dapat memilih opsi terbaik sesuai dengan kebutuhan finansial Anda

  • Ekuitas Fintech P2P Lending Tertekan, OJK Ungkap Penyebabnya

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tekanan yang dialami oleh ekuitas fintech peer-to-peer (P2P) lending tidak terlepas dari beberapa faktor. Salah satunya adalah tingginya persaingan di pasar yang membuat para pelaku usaha harus berjuang keras untuk bertahan. Selain itu, regulasi yang ketat juga menjadi salah satu penyebab utama dari kondisi tersebut.

    Dalam situasi seperti ini, OJK menekankan pentingnya bagi para pelaku usaha untuk mematuhi aturan dan regulasi yang ada guna menjaga keberlangsungan industri fintech P2P lending. Hal ini juga sebagai upaya untuk melindungi konsumen dan mencegah terjadinya risiko-risiko yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.

    Meskipun mengalami tekanan, OJK optimis bahwa dengan kerjasama antara regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, industri fintech P2P lending akan tetap berkembang secara sehat dan berkelanjutan di masa mendatang

  • Tersisa 96 Perusahaan Pinjol Resmi Per Mei 2025, Ini Daftar Lengkapnya

    Menurut data terbaru yang dirilis pada bulan Mei 2025, terdapat 96 perusahaan pinjaman online yang resmi beroperasi di Indonesia. Daftar lengkapnya mencakup berbagai layanan dan produk yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan tersebut. Dengan adanya regulasi yang ketat, konsumen dapat memilih dengan lebih bijak dan aman saat mengajukan pinjaman online. Simak daftar lengkapnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan pinjol resmi di Indonesia!

  • Perusahaan Fintech Akan Banding Putusan KPPU Soal Bunga Fintech

    Perusahaan fintech telah menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait masalah bunga yang dikenakan oleh perusahaan fintech. Keputusan KPPU tersebut dinilai tidak adil dan merugikan perusahaan fintech, sehingga mereka memutuskan untuk melawan putusan tersebut demi keberlangsungan bisnis mereka. Hal ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang adil dalam industri fintech agar tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat

  • Masyarakat Digital Savvy Diajak Tata Kebiasaan Finansial yang Baik

    Masyarakat digital savvy saat ini semakin diajak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, banyak aplikasi dan platform yang dapat membantu mereka dalam mengatur kebiasaan finansial yang baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keuangan pribadi tetap stabil dan terjaga di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. Dengan adanya edukasi dan kesadaran akan pentingnya tata kelola keuangan yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengelola uang mereka demi masa depan yang lebih sejahtera