Berkat Finansial Model, Perusahaan Bisa Berkembang Lebih Cepat!

Berkat Finansial Model, Perusahaan Bisa Berkembang Lebih Cepat!

ILUSTRASI. Setiap kali berbinis, pasti Anda ingin berjalan mulus dan terus bertumbuh.

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Beritafintech.com – JAKARTA. Setiap kali berbinis, pasti Anda ingin berjalan mulus dan terus bertumbuh. Namun, tak hanya mampu mengendus berbagai peluang dan memahami seluk-beluk bisnis, Anda juga harus bisa membuat perencanaan bisnis yang matang. 

Tentu saja, perencanaan bisnis ini juga harus sesuai dengan kinerja perusahaan selama ini.  Nah, ada baiknya pula, Anda membuat finansial model. 

Lantas, apakah Anda sudah pernah dengar financial modelFinancial model merupakan elemen penting dalam bisnis yang menjadi bagian dari perencanaan bisnis.

Financial model menunjukan rencana keuangan bagaimana bisnis bisa menghasilkan keuntungan dan sangat membantu pebisnis dalam membuat keputusan – keputusan strategis.

Baca Juga: Investor pemula, catat tips investasi dari CEO UOB Asset Management berikut

Dengan financial model, Anda bisa menerjemahkan rencana strategis perusahaan dalam bentuk perencanaan keuangan bisnis. Biasanya dalam jangka waktu lima tahun ke depan dengan melihat dari kinerja historis perusahaan. 

Output dari financial model biasanya berbentuk laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas dan jadwal pendukung. Dari sini, model-model yang lebih advance dapat dibangun seperti Discounted Cash Flow (DCF) model, Leverage Buy-out, Merger dan Akuisisi dan analisis skenario dan sensitivitas. 

“Dengan financial model, Anda sebagai manajemen perusahaan dapat memahami  pemicu-pemicu dalam bisnis (key driver ) untuk  mendorong bisnis hingga  dapat mengalokasikan sumber daya perusahaan secara tepat dan efektif,” jelas Ikin Solihin, seorang praktisi keuangan dengan latar belakang sebagai CEO lebih dari 20 tahun di berbagai perusahaan. 

TRENDING  Gelar Investment Matching Fair, Danamon dan MUFG Dorong Nasabah Bangun Kolaborasi

Baca Juga: Ini kiat berinvestasi bagi milenial agar bisa dapat cuan di masa pandemi

Financial model digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis, baik untuk keperluan internal atau eksternal.  Manajemen  menggunakan financial model untuk membuat keputusan strategis tentang, peningkatan modal usaha baik dengan cara pinjaman atau penerbitan saham, akuisisi bisnis/aset. 

Selain itu, finansial model juga menjadi acuan untuk pengembangkan bisnis secara organik. Mulai dari  membuka outlet baru, produk baru, memasuki pasar baru dan lainnya. Termasuk juga saat menjual atau mendivestasi aset dan unit bisnis, membuat anggaran dan prediksi tahun-tahun mendatang,  alokasi modal untuk memilih proyek prioritas hingga melakukan penilaian bisnis.

Baca Juga: Hai milenial, ingin sukses berinvestasi? Simak tipsnya

Kontan Academy akan menyelenggarakan Workshop Financial model bersama Ikin Solihin pada 14-15 April 2021. Workshop ini akan membahas langkah demi langkah membuat financial model dan mempresentasikannya dalam grafik yang memukau dengan menggunakan international best practice. Semua template Excel akan diberikan dan dapat digunakan di tempat kerja Anda.

Materinya antara lain : 
1. Prinsip-prinsip Best Practice Financial Modeling 
2. Model Setup and assumption
3. Forecast Revenue down to EBITDA
4. Forecast Working Capital and PP&E
5. Forecast Capital Structure
6. Forecast Balance Sheet 
7. Forecast Cash Flow Statement
8. Review dan Audit Financial Model

Tertarik untuk menyelami lebih dalam soal finansial model, segera daftarkan diri Anda melalui http://bit.ly/KAFMF-4a. 

Selanjutnya: Simak tips sukses investasi dari pakar Universitas Airlangga (Unair)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Kabar rush money berhembus, simak langkah perbankan dan OJK untuk tenangkan nasabah

Check Also

Ini Kata Pengamat Soal Adanya Kejadian Fraud di Industri Fintech Lending

Ini Kata Pengamat Soal Adanya Kejadian Fraud di Industri Fintech Lending

Menurut pengamat, kejadian fraud di industri fintech lending merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Fraud dapat merugikan banyak pihak, mulai dari konsumen hingga perusahaan penyedia layanan fintech itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya fraud di industri ini. Selain itu, peran pengawasan dan regulasi dari pemerintah juga sangat penting agar industri fintech lending dapat berkembang dengan sehat dan aman bagi semua pihak yang terlibat

%site% | NEWS