Ant Digital Debut di Asia Tenggara, Bawa Solusi GenAI untuk Sektor FinTech

Ant Digital Debut di Asia Tenggara, Bawa Solusi GenAI untuk Sektor FinTech

Jakarta: Ant Digital Technologies, pionir dalam teknologi berkembang, secara resmi memulai debutnya di kawasan Asia Tenggara pada ajang Alibaba Cloud Indonesia AI Conference 2025.
 
Kehadiran ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkenalkan serangkaian produk AI generatif (GenAI) perdana yang dirancang khusus untuk sektor FinTech, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap inovasi AI yang aplikatif dalam mendorong transformasi digital di seluruh kawasan.
 
Berangkat dari rekam jejak yang telah terbukti di Tiongkok, salah satu pasar fintech paling dinamis di dunia, Ant Digital Technologies membawa solusi AI yang dirancang khusus untuk institusi keuangan ke Asia Tenggara.

Pemilihan Indonesia sebagai titik awal strategis menunjukkan komitmen perusahaan untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal dan mendorong kemajuan di kawasan yang berkembang pesat ini.
 
Dalam acara tersebut, Ant Digital Technologies memperkenalkan jajaran lengkap produk AI mereka, termasuk inovasi terbaru dalam rangkaian solusi Zoloz, yaitu Agentar dan mPaaS.
 
Zoloz, pemimpin global dalam identitas digital dan keamanan berbasis AI, telah banyak digunakan oleh institusi keuangan papan atas seperti Bank Mandiri di Indonesia, GCash di Filipina, dan TnGD di Malaysia. Solusi e-KYC (electronic Know Your Customer) dari Zoloz bahkan telah berhasil melayani lebih dari 100 juta pengguna di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
 
Inovasi utama dalam rangkaian solusi Zoloz mencakup Zoloz Deeper, solusi anti-deepfake end-to-end yang dirancang untuk menangani ancaman keamanan deepfake di berbagai lapisan.
 
Kemudian ada RealDoc, mesin kecerdasan dokumen berbasis AI yang menawarkan fungsi komprehensif mulai dari penyusunan konten, ekstraksi data, hingga deteksi pemalsuan, mampu memproses berbagai jenis dokumen dengan pemahaman multibahasa.
 
Terakhir, VideoVerify dirancang untuk skenario dengan tingkat kepercayaan tinggi seperti onboarding dan pinjaman, menyederhanakan proses verifikasi identitas dan KYC melalui interaksi agen yang realistis dan multi-langkah.
 
Selain Zoloz, Ant Digital Technologies juga memperkenalkan Agentar, platform pengembangan berbasis zero-code/low-code yang dirancang khusus untuk industri keuangan. Platform ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembuatan aplikasi cerdas secara signifikan, memungkinkan pengembangan berbagai jenis agen AI untuk layanan pelanggan, saran investasi cerdas, pemantauan risiko, dan analisis keuangan.
 
Tidak ketinggalan, mPaaS, platform pengembangan mobile terpadu yang awalnya dikembangkan sebagai bagian dari infrastruktur teknologi Alipay, juga diperkenalkan. mPaaS memungkinkan perusahaan membangun aplikasi berkinerja tinggi secara cepat dan efisien dengan biaya lebih rendah, seperti yang telah dimanfaatkan oleh Kenanga Investment Bank untuk mengembangkan “SuperApp” mereka.
 
William Yao, Head of International Product and Technology Department Ant Digital Technologies sekaligus Chief Technology Officer Zoloz, menyatakan komitmen perusahaannya. “Kami terus berinvestasi dalam pengembangan solusi yang tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui kebutuhan pelanggan dan mitra kami yang terus berkembang, memastikan perjalanan menuju inovasi yang aman, lancar, dan cerdas.”
 
Dengan jaringan global yang mencakup lebih dari 300 mitra dan 80 solusi yang telah diimplementasikan di 10.000 klien, Ant Digital Technologies menetapkan arah jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.
 
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, sebuah acara khusus untuk pelanggan akan diselenggarakan di Indonesia pada bulan September mendatang, memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk menggali lebih dalam inovasi perusahaan serta visinya dalam membentuk masa depan industri keuangan berbasis AI.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Optimalisasi Perlindungan Data Diri Jadi Kunci Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat kepada Fintech

(MMI)

Similar Posts

  • Pengamat: OJK Harus Benahi Industri Fintech Lending Sebelum Cabut Moratorium

    ILUSTRASI. Peer to Peer Lending. Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara terkait wacana pencabutan moratorium fintech peer to peer (P2P) lending. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyampaikan saat ini pihaknya masih mendalami terkait pencabutan moratorium tersebut. Mengenai hal itu,…

  • AAUI: Asuransi Kredit Fintech P2P Lending Butuh Kehati-hatian

    Asuransi kredit fintech P2P lending merupakan salah satu produk yang sedang populer saat ini. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan produk ini juga memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Hal ini dikarenakan risiko default atau gagal bayar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

    Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan asuransi kredit fintech P2P lending, penting bagi kita untuk melakukan riset dan analisis mendalam terlebih dahulu. Pastikan bahwa perusahaan penyedia asuransi tersebut memiliki reputasi yang baik dan telah terdaftar secara resmi.

    Selain itu, jangan lupa untuk membaca dengan teliti syarat dan ketentuan dari polis asuransi tersebut. Pastikan bahwa semua informasi yang diberikan sudah jelas dan tidak ada celah untuk penafsiran ganda.

    Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita dapat menghindari risiko kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan asuransi kredit fintech P2P lending tanpa pertimbangan matang. Jadi, selalu ingatlah untuk berhati-hati dalam menggunakan produk-produk finansial seperti ini demi melindungi diri kita sendiri dari kemungkinan kerugian di masa depan

  • Menjaga Nadi Finansial di Era Digital

    Dalam era digital yang terus berkembang, penting bagi kita untuk menjaga nadi finansial agar tetap sehat dan stabil. Berbagai teknologi baru telah memudahkan kita dalam mengelola keuangan, namun juga menuntut kedisiplinan dan kehati-hatian yang lebih tinggi. Dengan adanya aplikasi-aplikasi finansial dan layanan perbankan digital, kita harus bijak dalam menggunakannya agar tidak terjebak dalam pola konsumtif yang berlebihan. Menjaga nadi finansial bukan hanya soal memiliki uang banyak, namun juga tentang bagaimana cara mengelolanya dengan baik demi masa depan yang lebih cerah. Jadi, mari bersama-sama belajar untuk menjadi pintar dalam mengatur keuangan di era digital ini!

  • Manajemen Bank Nagari Tegaskan Belum Berencana IPO hingga 2027

    Manajemen Bank Nagari dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan mereka belum memiliki rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun 2027. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang dan strategi bisnis yang telah disusun oleh manajemen. Meskipun banyak pihak yang menunggu kehadiran Bank Nagari di pasar modal, namun perusahaan tetap konsisten dengan visi dan misinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah serta memperkuat posisi sebagai bank terkemuka di Indonesia. Dengan komitmen yang kuat, Bank Nagari yakin dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi negara

  • Meneropong Prospek Saham Emiten Bank di 2025, Seperti Apa Rekomendasinya

    Dalam meneropong prospek saham emiten bank di tahun 2025, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Dari pertumbuhan ekonomi hingga kebijakan pemerintah, semuanya dapat memengaruhi kinerja saham sebuah bank. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan haruslah didasarkan pada analisis mendalam dan pemahaman yang kuat terhadap pasar modal.

    Sebagai investor, penting untuk memilih emiten bank yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang tinggi di masa depan. Selain itu, juga perlu memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan regulasi pemerintah.

    Dengan melakukan riset secara menyeluruh dan mengikuti perkembangan pasar dengan cermat, investor dapat membuat keputusan investasi yang cerdas dan menguntungkan di tahun 2025. Jadi, jangan ragu untuk mencari saran dari para ahli finansial atau melakukan analisis sendiri sebelum menentukan investasi Anda di sektor perbankan