FinHope Beri Edukasi Finansial di UBM, Bangun Literasi Keuangan Sejak Dini

FinHope Beri Edukasi Finansial di UBM, Bangun Literasi Keuangan Sejak Dini

Jakarta:  FinHope organisasi non-profit yang didirikan oleh generasi muda Indonesia, Alicia Caitlyn Susanto menghadirkan edukasi finansial di Universitas Bunda Mulia (UBM).  Agenda ini untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan anak muda serta membangun semangat kepedulian sosial.
 
Sebagai bagian dari komitmen FinHope dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda tentang pentingnya literasi keuangan, Finhope turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (Welcoming Freshmen) Universitas Bunda Mulia Tahun Ajaran 2025/2026 melalui sesi edukatif bertema “Building Financial Literacy for a Brighter Future.”, kegiatan ini dirancang khusus untuk mahasiswa baru yang sedang memasuki tahap awal perjalanan akademik.
 
Melalui pendekatan interaktif  dan aplikatif, FinHope mengajak para peserta untuk memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, serta mengenali risiko dan peluang dalam dunia keuangan digital.

“Kami percaya bahwa membangun kebiasaan finansial yang sehat harus dimulai sejak dini, terutama di masa  transisi menuju kehidupan perkuliahan yang marak dengan keinginan versus kebutuhan. Karena itu, kehadiran  kami di Universitas Bunda Mulia bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tapi juga menanamkan mindset finansial yang bertanggung jawab,” ujar Founder FinHope, Alicia Caitlyn Susanto dalam siaran persnya, Kamis, 14 Agustus 2025. 
 
Kegiatan ini mendapatkan respons antusias dari para mahasiswa baru yang tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga dibekali dengan tips praktis untuk mengelola uang saku, membuat anggaran, dan memahami pentingnya  menabung serta berinvestasi secara cerdas.
 
Dalam kesempatan ini, Finhope juga mengumumkan lima pemenang lomba Finhope Essay Contest berthemakan  Financial Planning for Tomorrow: Your Smart Steps After High School, yang telah diadakan beberapa waktu lalu.  Setiap pemenang mendapatkan beasiswa kuliah hingga 100 persen.
 
Kegiatan ini sebagai langkah nyata dari Finhope untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA terhadap literasi keuangan sejak dini, serta membentuk karakter mandiri, kritis, dan bijak dalam mengelola keuangan pribadi mereka. Ini sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa depan.
 
Tidak hanya fokus pada edukasi, Finhope juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi, dengan membangun kembali 100 rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di Maumere, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmennya untuk menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan. 
 

TRENDING  Mandiri Investment Forum bidik 15.000 investor

“Kami percaya bahwa edukasi harus berjalan beriringan dengan aksi nyata. Membangun kembali 100 rumah di m Maumere bukan hanya tentang menyediakan tempat tinggal yang layak , tapi juga tentang memberikan harapan dan martabat bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Alicia.
 
Kegiatan ini menunjukkan, literasi keuangan tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana pemahaman yang benar bisa membawa dampak sosial yang besar, termasuk dalam mewujudkan solidaritas dan kepedulian kepada sesama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(CEU)

Similar Posts

  • OJK Sebut Gelombang PHK Dapat Pengaruhi Pembiayaan Multifinance dan Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa gelombang PHK yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dapat berdampak pada pembiayaan perusahaan multifinance dan fintech lending di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kemampuan konsumen dalam membayar cicilan pinjaman, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kredit bagi lembaga pembiayaan tersebut. OJK pun memberikan peringatan kepada para pelaku usaha di sektor ini untuk lebih berhati-hati dalam mengelola risiko kredit agar tidak terjadi peningkatan jumlah kredit bermasalah

  • Inilah Daftar Fintech Resmi OJK Terbaru Mei, Ribuan Pinjol Ilegal Diblokir Awal 2025

    Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat ribuan perusahaan fintech ilegal yang berhasil diblokir pada awal tahun 2025. Daftar resmi fintech yang telah mendapatkan izin dari OJK juga telah diperbarui pada bulan Mei ini. Hal ini menunjukkan upaya keras OJK dalam memberantas praktik pinjaman online ilegal di Indonesia. Selengkapnya bisa Anda simak di artikel berikut!

  • Fintech Lending Wajib Credit Scoring dengan Cara Ini Dalam Salurkan Pembiayaan

    Salah satu hal yang menjadi kunci dalam proses pengajuan pembiayaan melalui fintech lending adalah credit scoring. Dengan menggunakan metode ini, pemberi pinjaman dapat menilai risiko dan kemampuan pembayaran calon peminjam dengan lebih akurat. Namun, untuk memastikan bahwa credit scoring berjalan dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, penting untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat tentang calon peminjam. Data-data seperti riwayat kredit, pendapatan, dan informasi lainnya harus terdokumentasi dengan baik agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang profil keuangan calon peminjam.

    Selain itu, penting juga untuk menggunakan teknologi dan analisis data yang canggih dalam melakukan credit scoring. Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence, pemberi pinjaman dapat membuat prediksi yang lebih tepat tentang kemampuan pembayaran calon peminjam.

    Dengan menerapkan metode credit scoring secara efektif, fintech lending dapat menjadi solusi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan. Dengan demikian, proses pengajuan pinjaman akan menjadi lebih transparan dan efisien bagi semua pihak yang terlibat

  • OJK Terus Pantau Proses Penyelesaian Likuidasi Fintech Ringan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau proses penyelesaian likuidasi perusahaan fintech ringan yang sedang berlangsung. Langkah-langkah yang diambil oleh OJK dalam menyelesaikan kasus ini telah mendapat perhatian yang tinggi dari masyarakat. Dengan adanya transparansi dan kejelasan dalam proses likuidasi ini, diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada para pelaku pasar terkait dengan regulasi dan pengawasan yang dilakukan oleh OJK. Selain itu, upaya untuk melindungi konsumen juga menjadi prioritas utama dalam penyelesaian kasus ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan fintech yang sehat dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat

  • Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank-bank digital kini semakin agresif dalam menarik perhatian generasi Z. Mereka tak lagi hanya mengandalkan tabungan sebagai produk utama, namun juga menawarkan berbagai layanan dan fitur yang sesuai dengan gaya hidup anak muda saat ini. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan transaksi online yang cepat, generasi Z pun semakin tertarik untuk menggunakan layanan perbankan digital ini.

    Selain itu, bank digital juga memberikan berbagai promo menarik dan cashback yang membuat pengguna merasa lebih diuntungkan ketika menggunakan layanan mereka. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi Z yang selalu mencari keuntungan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

    Dengan strategi pemasaran yang cerdas dan inovatif, bank digital berhasil memenangkan hati generasi Z sebagai konsumen potensial mereka. Tak heran jika kini banyak anak muda mulai beralih dari bank konvensional ke bank digital untuk memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • Lender fintech didominasi sektor perbankan

    Lender fintech saat ini mendominasi sektor perbankan dengan inovasi-inovasi terbaru yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Dengan teknologi canggih yang dimiliki, para pelaku usaha di sektor ini mampu memberikan solusi finansial secara cepat dan efisien. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang semakin membutuhkan akses keuangan yang mudah dan aman. Dengan adanya Lender fintech, proses peminjaman uang pun menjadi lebih transparan dan terjangkau bagi semua kalangan. Selain itu, kemudahan dalam melakukan transaksi online juga membuat pengguna semakin tertarik untuk menggunakan layanan dari Lender fintech ini