Pinnacle Investment Tertarik Dirikan DPLK, Tapi Dana Kelolaan Hanya Rp 2,41 Triliun

Pinnacle Investment Tertarik Dirikan DPLK, Tapi Dana Kelolaan Hanya Rp 2,41 Triliun

ILUSTRASI. PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment Indonesia tertarik untuk menyelengarakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Beritafintech.com – JAKARTA. Perusahaan manajer investasi (MI), PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment Indonesia tertarik untuk menyelengarakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Namun, Pinnacle Investment Indonesia belum memenuhi syarat nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang harus dipenuhi, yaitu sebesar Rp 25 triliun. 

Adapun hingga akhir Desember 2024, total dana kelolaan Pinnacle Investment Indonesia baru mencapai Rp 2,41 triliun. 

Angka tersebut naik 12% secara year on year (YoY), dan belum termasuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) sehingga menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. 

Sementara itu, ia menyebutkan hingga saat ini rata-rata total dana kelolaan (belum termasuk KPD) Pinnacle Investment Indonesia, baru mencapai sekitar Rp 2,2 triliun dalam tiga tahun terakhir. 

Baca Juga: Panin AM Minat Dirikan DPLK, Tapi Dana Kelolaan Baru Capai Rp 14,7 Triliun

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK Nomor 35 Tahun 2024 (POJK 35/2024) tentang Perizinan dan Kelembagaan Dana Pensiun. 

POJK ini telah diundangkan pada 23 Desember 2024 dan efektif berlaku tiga bulan sejak diundangkan, atau pada 23 Maret 2025.  

Dalam Pasal 7 POJK tersebut mengatur manajer investasi (MI) dapat mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan syarat tembahan berupa memiliki dana kelolaan atau AUM minimal sebesar Rp 25 triliun.

CEO Pinnacle Investment Indonesia, Guntur Putra menerangkan, alasan pihaknya tertarik mendirikan DPLK karena akan membuka peluang untuk mendukung pertumbuhan kinerja Industri MI, termasuk Pinnacle Investment Indonesia. Terlebih, dalam menghadapi situasi industri reksadana yang memang sedang menghadapi tantangan. 

TRENDING  AFPI Sambut Positif Aturan OJK Tidak Boleh Pinjam di Lebih Tiga Pinjol

“Pinnacle tertarik dan selalu memperhatikan berbagai peluang yang ada untuk menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan kami. Namun akan tetapi, karena belum memenuhi syarat, untuk saat ini, Pinnacle masih akan fokus untuk mengembangkan inovasi produk investasi,” jelas Guntur kepada Kontan, Selasa (14/1). 

Selanjutnya, Guntur mengatakan bahwa di tahun 2025, Pinnacle Investmenet Indonesia juga akan memperlebar jaringan distribusi penjualan reksadana dalam rangka meningkatkan pertumbuhan total dana kelolaan. 

Di sisi lain, ia menilai bahwa syarat dana kelolaan yang harus mencapai Rp 25 triliun dalam tiga tahun terakhir itu, memang merupakan angka yang terlalu besar. Meski begitu, menurutnya hal ini bisa dilihat sebagai upaya untuk memastikan bahwa manajer investasi yang terlibat dalam DPLK memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup. 

“Tapi idealnya, syarat ini seharusnya mempertimbangkan perkembangan industri dan kapasitas MI yang lebih kecil, agar bisa memberi kesempatan bagi berbagai pemain di pasar, bukan hanya yang besar saja,” imbuhnya. 

Terakhir, Guntur menegaskan bahwa Pinnacle Investment Indonesia pada tahun ini juga akan selalu berkomitmen untuk meningkatkan dana kelolaan melalui strategi investasi yang prudent dan inovatif, serta berfokus pada pemberian hasil yang optimal bagi nasabah. 

Baca Juga: Manajer Investasi Bisa Dirikan Dana Pensiun, Tapi Banyak Tantangan yang Dihadapi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Optimalkan dana nganggur, Raiz Invest jajaki kerja sama dengan e-wallet

    Raiz Invest, platform investasi yang sedang naik daun, kini tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa e-wallet terkemuka di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan dana nganggur para pengguna e-wallet tersebut, sehingga dapat diinvestasikan secara cerdas dan menguntungkan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para pengguna e-wallet dapat lebih mudah dan efisien dalam mengelola dan mengoptimalkan keuangan mereka. Selain itu, Raiz Invest juga memberikan berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing pengguna, sehingga mereka dapat meraih tujuan keuangan mereka dengan lebih baik

  • Fintech Lending Resmi Didukung Asuransi Kredit, Begini Skemanya

    Fintech lending resmi kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah adanya asuransi kredit yang melindungi para peminjam dari risiko default. Dengan skema ini, proses pengajuan pinjaman menjadi lebih aman dan terjamin. Tidak heran jika minat masyarakat terhadap layanan fintech lending semakin meningkat. Jadi, jangan ragu untuk mencoba skema ini dan nikmati kemudahan dalam mendapatkan pinjaman tanpa khawatir akan risiko yang timbul

  • Securely Storing Business Equipment in a Bali Monthly Villa

    Menyimpan peralatan bisnis dengan aman di sebuah vila bulanan di Bali adalah langkah penting untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan Anda. Dengan fasilitas penyimpanan yang aman dan terjamin, Anda dapat memiliki ketenangan pikiran saat meninggalkan peralatan berharga Anda di vila selama kunjungan bisnis atau liburan. Jangan biarkan risiko kehilangan atau kerusakan mengganggu fokus Anda, pastikan untuk memilih vila bulanan yang menyediakan layanan penyimpanan yang aman dan andal

  • Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak

    Menyikapi uang THR yang diterima anak, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola uang sejak dini. Berikut adalah 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola uang THR dengan baik:

    1. Ajarkan anak untuk membagi uang THR menjadi tiga bagian, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan jangka panjang, dan sedekah.
    2. Dorong anak untuk membuat catatan pengeluaran agar mereka dapat melihat dengan jelas kemana saja uang THR mereka telah digunakan.
    3. Libatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya merencanakan pengeluaran dan menabung.
    4. Berikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan keuangan agar anak bisa meniru pola pikir dan perilaku finansial yang positif.
    5. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil mengelola uang THR dengan baik, sehingga mereka merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam hal finansial.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak dapat belajar mengenai nilai dari setiap rupiah yang dimiliki serta memiliki keterampilan dalam mengatur keuangannya secara bijaksana sejak usia dini

  • Return Produk Unitlink Saham Terkontraksi, Ini Penjelasan Zurich Topas Life – Page all

    ILUSTRASI. Karyawan melintasi logo asuransi Zurich di kantornya di Jakarta, Kamis (2/2). mayoritas produk unitlink saham beberapa perusahaan asuransi terlihat terkontraksi cukup dalam. Beritafintech.com – JAKARTA. Rata-rata return (imbal hasil) unitlink saham terkontraksi 3,32% per Mei 2024. Data Infovesta mencatat, kinerja unitlink saham menjadi yang paling negatif di antara jenis lain. Bahkan, mayoritas produk unitlink…

  • Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank-bank digital kini semakin agresif dalam menarik perhatian generasi Z. Mereka tak lagi hanya mengandalkan tabungan sebagai produk utama, namun juga menawarkan berbagai layanan dan fitur yang sesuai dengan gaya hidup anak muda saat ini. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan transaksi online yang cepat, generasi Z pun semakin tertarik untuk menggunakan layanan perbankan digital ini.

    Selain itu, bank digital juga memberikan berbagai promo menarik dan cashback yang membuat pengguna merasa lebih diuntungkan ketika menggunakan layanan mereka. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi Z yang selalu mencari keuntungan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

    Dengan strategi pemasaran yang cerdas dan inovatif, bank digital berhasil memenangkan hati generasi Z sebagai konsumen potensial mereka. Tak heran jika kini banyak anak muda mulai beralih dari bank konvensional ke bank digital untuk memenuhi kebutuhan perbankan mereka