Saham Bank Besar Loyo, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

Saham Bank Besar Loyo, Simak Rekomendasi dari Analis Berikut

ILUSTRASI. Kinerja saham bank besar atau kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 masih tertekan di penghujung Januari 2025. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Beritafintech.com JAKARTA. Kinerja saham bank jumbo atau kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 masih tertekan di penghujung Januari 2025.

Berdasarkan data RTI pada perdagangan Kamis (30/1), saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak memerah. Berbeda dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang menghijau.

Adapun BBCA menjadi saham big banks yang mencatatkan penurunan harga saham paling dalam pada perdagangan Kamis (30/1), terkoreksi 2,14% ke level Rp 9.150, disusul BBRI dengan penurunan 1,67% ke level Rp 4.120. 

Baca Juga: Sunarso Pamer ke Sri Mulyani, Kontribusi BRI ke Keuangan Negara Capai Rp 98,4 Triliun

Saham emiten bank jumbo lain, yakni BMRI juga terdepresiasi 0,41% ke level Rp 6.100. Sementara BBNI harga sahamnya naik 0,65% ke level Rp 4.640 per saham.

Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas menilai, penurunan Harga saham lebih karena foreign outflow yang masih berlanjut, terutama di BBCA.

“Namun secara pertumbuhan kinerja, kalau terkait aturan hapus tagih kredit UMKM, harusnya tidak terlalu masalah, karena pasti manajemen sudah melakukan pencadangan, jadi tidak akan terlalu berpengaruh ke kinerja nya,” kata Yaki kepada Beritafintech.com, Kamis (30/1).

TRENDING  Terbaru, Ini Daftar 20 Pinjol Ilegal Anyar yang Dirilis Satgas Waspada Investasi

Yaki juga melihat, prospeknya ke depan masih menarik untuk akumulasi buy dengan money manajemen yang baik untuk long term investment. 

Selain itu kata Yaki, untuk trading juga menarik karena menjelang rilis kinerja laporan keuangan tahun 2024 untuk BBRI dan BMRI di awal Februari 2025.

Yaki menyarankan hold BBRI untuk target harga Rp 4.400, BBNI buy  dengan target harga Rp 6.075, BMRI buy dengan target harga Rp 7.250, dan BBCA trading buy dengan target harga Rp 1.0250 per saham.

Sementara Senior Market Analyst Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai, saham big banks yang memerah pada hari ini bukan karena penurunan saham, tapi hanya koreksi wajar saja. 

Baca Juga: Bank Muamalat Didapuk sebagai Mitra Treasury Terbaik Kementerian Keuangan RI

“Karena faktornya terkait dengan dinamika global. Para pelaku pasar mencermati terkait dengan The Fed’s dynamics. The Fed’s dynamics ini yang membuat para pelaku pasar lebih bersikap prudent, dan mereka lebih cenderung mengalihkan investasinya ke instrumen yang bersifat safe haven,” jelas Nafan.

Menurutnya, hal itu wajar dengan adanya sikap hawkish bias dari The Fed, itu membuat kinerja saham perbankan terkoreksi, dan sebenarnya bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga berlaku secara internasional atau secara global.

Adapun, dari sisi domestik menurut Nafan yang sebenarnya menjadi concern adalah faktor kinerja pertumbuhan kredit yang sebelumnya relatively underwhelming yang dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi suku bunga yang tinggi.

“Karena di tahun lalu kan BI sempat menaikkan suku bunga, terus turunkan suku bunga lagi. Jadi secara final tidak berubah. Masih di level yang sama, masih cenderung tinggi. Baru di Januari ini BI lebih duluan menerapkan atau menerapkan kebijakan kreatif, walaupun ke forward looking, secara lebih terdahulu menerapkan kebijakan pelonggaran moneter, 25 basis poin,” kata Nafan.

TRENDING  Pentingnya Pendidikan Finansial bagi Anak dari Kecil

Baca Juga: Saham BBCA Terkoreksi di Januari 2025, Simak Realisasi Kinerja dan Rekomendasinya

Nafan melihat, kinerja emiten-emiten pada sektor perbankan pada KBMI 4, semestinya fase korektifnya akan relatif lebih terbatas. Karena kalau secara in long term, secara primary trend saja saham-saham perbankan termasuk dalam kategori bullish.

Jadi kata Nafan ini seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk akumulatif buy untuk saham-saham perbankan. Kalau secara fundamental, pastinya saham-saham perbankan itu di bawah fairly valued, jadi istilahnya undervalued.

Ia pun merekomendasikan BBCA buy dengan target harga Rp 9.750, BMRI acummulative buy Rp 6.225, BBNI accumulative buy Rp 4.530, dan BBRI accumulative buy Rp 4.190.

Selanjutnya: 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2025, Prajogo Pangestu Masih di Puncak

Menarik Dibaca: Film Komedi Romansa The Most Beautiful Girl in the World Siap Tayang di Netflix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • OJK Masih Lakukan Pendalaman Perihal Pencabutan Moratorium Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus melakukan pendalaman perihal pencabutan moratorium fintech lending. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil akan memberikan dampak positif bagi industri fintech lending dan juga masyarakat pengguna layanan tersebut. OJK berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari risiko yang mungkin timbul akibat kebijakan yang diambil. Dengan adanya pendalaman lebih lanjut, diharapkan regulasi yang diterapkan nantinya dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi semua pihak yang terlibat dalam industri fintech lending

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • Bank-bank yang Dikendalikan Investor Asing Beberkan Target Kredit di 2025

    Menurut laporan terbaru, bank-bank yang dikendalikan investor asing telah mengungkapkan target kredit mereka di tahun 2025. Para investor asing ini berencana untuk meningkatkan penyaluran kredit mereka secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Hal ini menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta kesempatan bisnis yang tersedia di pasar keuangan. Dengan strategi yang tepat dan dukungan modal yang cukup, bank-bank tersebut optimis dapat mencapai target kredit yang telah ditetapkan

  • Ini Respons OJK Terkait KPPU Tengah Usut Dugaan Kartel Bunga Pinjol

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan respons terkait dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang tengah mengusut dugaan kartel bunga pinjaman online (pinjol). OJK menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan KPPU untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam industri pinjol. Dugaan praktik kartel ini sangat merugikan konsumen dan merusak citra industri keuangan non-bank. OJK menegaskan bahwa mereka akan melakukan langkah-langkah tegas untuk menindak pelaku kartel bunga pinjol demi melindungi kepentingan masyarakat

  • Kursi Kantor Terbaik 2022 Rekomendasi Kami

    beritafintech.com – Kursi Cerdas, Bergaya, dan Nyaman. Panduan Kursi Kantor Terbaik kami menghadirkan kursi terbaik untuk kenyamanan dan postur sempurna, berapa pun anggaran Anda. Selamat datang di panduan pembelian kami untuk kursi kantor terbaik tahun 2022. Jika Anda sedang mencari tempat yang sempurna untuk meletakkan pantat Anda, pilihan paling nyaman untuk menangkal rasa sakit dan nyeri…

  • Samir: Keberadaan Pinjol Ilegal Berdampak Negatif Terhadap Industri Fintech Lending

    Keberadaan Pinjol ilegal sangat berdampak negatif terhadap industri fintech lending. Selain merugikan konsumen dengan bunga yang tinggi dan praktik penagihan yang tidak etis, pinjol ilegal juga merusak reputasi seluruh industri fintech lending yang sebenarnya sudah berusaha memberikan layanan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab. Dengan adanya pinjol ilegal, para pelaku usaha fintech lending resmi harus bersaing dengan praktik-praktik tidak fair yang dilakukan oleh pinjol ilegal tersebut. Hal ini tentu saja membuat kondisi persaingan menjadi tidak sehat dan menghambat pertumbuhan industri fintech lending secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memberantas keberadaan pinjol ilegal demi menjaga keberlangsungan dan integritas industri fintech lending di Indonesia