Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mini Terhimpit Bank Bermodal Jumbo

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mini Terhimpit Bank Bermodal Jumbo

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Jatim Thamrin City Jakarta, Jumat (20/7). Likuiditas bank-bank kecil makin terhimpit penetrasi bank besar. Kondisi ini tercermin dari tren perolehan dana pihak ketiga (DPK).

Beritafintech.com – JAKARTA. Likuiditas bank-bank kecil makin terhimpit penetrasi bank besar. Kondisi ini tercermin dari tren perolehan dana pihak ketiga (DPK) kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dan 2 yang masih mini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah DPK yang dihimpun bank KBMI 4 mencapai Rp 4.547 triliun per Oktober 2024, naik 6,86% secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4.255 triliun.

Nilai DPK bank KBMI 4 yang memiliki modal inti lebih dari Rp 70 triliun ini setara 50% total DPK bank umum di sepanjang Oktober 2024 sebesar Rp 8.751 triliun. Sedangkan bank KBMI 3 menguasai 24,5% dari total DPK. Pertumbuhan DPK bank KBMI 3 mencapai 8,49% secara tahunan menjadi Rp 2.146 triliun.

Baca Juga: Berlangsung Ketat, Intip Strategi Bank Digital Menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK)

Bandingkan dengan perolehan DPK bank KBMI 1 yang hanya Rp 980,15 triliun susut 4,65% yoy dan KBMI 2 sebesar Rp 1.077 triliun tumbuh 14,95%. Total, bank KBMI 1 dan KBMI 2 kebagian porsi DPK Rp 2.057 triliun atau sekitar 23,50% dari total DPK bank umum.

Sebenarnya, strategi bnk-bank mini dalam menjaring DPK tak kalah dengan bank jumbo. Misalnya PT BPD Bank Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), berupaya memberikan program reward, hadiah langsung dan beberapa diskon merchant yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim. 

TRENDING  OJK Beberkan Penyebab 14 Fintech Lending Belum Penuhi Modal Minimum Rp 7,5 Miliar

“Selain upaya tersebut, kami juga meningkatkan kualitas layanan pada Bank Jatim baik layanan e-banking maupun layanan over the counter melalui Agen Jatim terutama di wilayah pelosok,” ungkap Busrul Iman, Direktur Utama Bank Jatim kepada Beritafintech.com, Kamis (9/1).

Di tengah ketatnya persaingan menjaring sumber DPK di perbankan, Bank Jatim juga terlihat masih mampu mempertahankan pertumbuhan simpanannya relatif stabil. Per November 2024 Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 6,54% yoy mencapai Rp 96,74 triliun. 

Baca Juga: Intip Strategi Bank Mega Syariah Genjot Himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Busrul menerangkan, dengan keputusan PPN tetap di angka 11%, dan target pertumbuhan regional diperkirakan sebesar 5,27%-5,63% dapat tercapai, akan menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi sektor perbankan, termasuk Bank Jatim, untuk meningkatkan penyaluran kredit dan pengumulan dana pihak ketiga.

Terutama kata Busrul momentum puasa dan lebaran di awal tahun ini yang secara behavior mampu meningkatkan income Bank Jatim.

Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 diperkirakan mencapai minimal 5%, proyeksi DPK Bank Jatim bisa lebih tinggi dibandingkan tahun 2024. 

“Transformasi digital juga dapat mendukung pencapaian target Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui pengembangan layanan untuk menawarkan produk-produk simpanan dan investasi yang lebih menarik,” katanya.

Sementara Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah menyatakan berbagai upaya telah dilakukan dalam menghimpun DPK. Seperti, melakukan inovasi produk dan layanan, dengan mengembangkan produk yang lebih menarik serta layanan digital yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi.

Baca Juga: Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Perbankan Melambat, Ini Pemicunya

TRENDING  Cara Buka Rekening Bank Mandiri Offline dan Online beserta Syaratnya

“Kami juga melakukan peningkatan layanan digital, mengadakan program promosi dan insentif untuk menarik minat nasabah baru dan mempertahankan nasabah lama, dan melakukan peningkatan Kepercayaan nasabah, dengan memastikan keamanan dalam operasional perbankan untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan nasabah,” jelasnya.

Adapun per November 2024 Oke Bank mencatatkan pertumbuhan DPK 11,36% yoy mencapai Rp 8,1 triliun. Sampai akhir tahun 2024 pihaknya juga memproyeksikan DPK Bank mengalami pertumbuhan lebih kurang 11% apabila dibandingkan dengan akhir tahun 2023. 

“Adapun untuk akhir tahun 2025 kami memproyeksikan pertumbuhan DPK lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun 2024, yaitu sekitar 8% sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang juga berkisar di angka tersebut,” ujarnya.

Similar Posts

  • Masyarakat Digital Savvy Diajak Tata Kebiasaan Finansial yang Baik

    Masyarakat digital savvy saat ini semakin diajak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, banyak aplikasi dan platform yang dapat membantu mereka dalam mengatur kebiasaan finansial yang baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keuangan pribadi tetap stabil dan terjaga di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. Dengan adanya edukasi dan kesadaran akan pentingnya tata kelola keuangan yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengelola uang mereka demi masa depan yang lebih sejahtera

  • Menjaga Tradisi Angpau Tanpa Stres Finansial

    Menjaga tradisi angpau merupakan bagian penting dari budaya kita. Namun, seringkali hal ini dapat menimbulkan stres finansial bagi banyak orang. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan agar tetap menjaga tradisi angpau tanpa harus merasa terbebani secara finansial. Salah satunya adalah dengan menetapkan budget yang jelas dan disiplin dalam mengelolanya. Dengan cara ini, kita dapat tetap memberikan angpau dengan penuh kebahagiaan tanpa harus khawatir akan kondisi keuangan kita

  • Mitigasi Risiko di Fintech Lending, Bagaimana Penerapan Asuransi Kreditnya?

    Fintech lending merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia keuangan yang memberikan kemudahan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit. Namun, seperti halnya produk keuangan lainnya, risiko tetap ada dalam bisnis ini. Oleh karena itu, mitigasi risiko di fintech lending menjadi sangat penting untuk dilakukan.

    Salah satu cara untuk mengurangi risiko dalam bisnis fintech lending adalah dengan menerapkan asuransi kredit. Asuransi kredit dapat memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari peminjam, sehingga perusahaan fintech tidak akan mengalami kerugian yang besar jika terjadi default pembayaran.

    Penerapan asuransi kredit ini juga dapat meningkatkan kepercayaan dari para investor dan peminjam terhadap perusahaan fintech tersebut. Dengan adanya perlindungan dari asuransi kredit, para peminjam juga akan merasa lebih aman dan nyaman dalam mengajukan pinjaman.

    Dengan demikian, penerapan asuransi kredit menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi risiko di bisnis fintech lending. Dengan melakukan langkah-langkah ini secara tepat dan efektif, diharapkan bisnis fintech lending dapat tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat

  • Tips Mengatur Finansial Saat Bulan Ramadan dari Sequis Life

    Selama bulan Ramadan, penting bagi kita untuk mengatur keuangan dengan bijak. Mulailah dengan membuat anggaran belanja yang realistis dan disiplin dalam mengikuti rencana tersebut. Selain itu, manfaatkan promo-promo dan diskon yang ada selama bulan suci ini untuk menghemat pengeluaran. Jangan lupa juga untuk berbagi rezeki dengan sesama melalui sedekah atau infak agar mendapatkan berkah yang berlipat ganda. Dengan mengatur finansial secara bijak selama bulan Ramadan, kita dapat meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun akhirat

  • Hati-Hati Malware dari Apliasi Finansial! Begini Ciri dan Cara Membersihkannya dari HP

    Hati-hati dengan malware dari aplikasi finansial yang dapat merugikan Anda! Malware ini bisa mengakses informasi pribadi Anda dan menyebabkan kerugian finansial yang besar. Untuk membersihkannya dari HP, Anda perlu memperhatikan ciri-ciri seperti penurunan kinerja, munculnya iklan yang tidak diinginkan, dan penggunaan data yang meningkat secara drastis. Cara membersihkannya adalah dengan menghapus aplikasi yang mencurigakan, melakukan pemindaian antivirus secara berkala, dan menjaga keamanan HP Anda dengan update terbaru. Jangan biarkan malware merusak keuangan dan privasi Anda!

  • Sepatu Lari Terbaik 2023 Rekomendasi Kami

    beritafintech.com – Sepatu lari terbaik untuk lari, latihan, dan balap untuk pria dan wanita. Di kesempatan kali ini, kami sudah mengulas sepatu lari dari Adidas, Nike, ASICS, dan merek lainnya  serta kami beri peringkat berdasarkan spesifikasi yang ditawarkan. Sepatu lari terbaik – atau sepatu latihan lari terbaik, begitu beberapa orang menyebutnya – adalah bagian penting…