Biro Kredit CLIK & AFPI Himbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Fintech Lending Digital

Laba Fintech Lending Terus Melesat, Tembus Rp 1,65 Triliun per Desember 2024

ILUSTRASI. Ilustrasi pinjaman online.

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri fintech peer to peer (P2P) lending terus melesat tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan laba fintech lending mencapai Rp 1,65 triliun per Desember 2024. 

Jika ditelaah berdasarkan data statistik OJK, laba industri fintech lending terus meningkat sejak April 2024 yang tercatat sebesar Rp 172,84 miliar. Secara month to month, laba fintech lending per Desember 2024 tercatat meningkat 29,92%, jika dibandingkan posisi per November 2024 yang sebesar Rp 1,27 triliun. 

Jika ditelisik secara tahunan, laba fintech lending per Desember 2024 tercatat meningkat signifikan sebesar 236,73%, jika dibandingkan posisi per Desember 2023 sebesar Rp 478,15 miliar.

Baca Juga: Sejumlah Fintech P2P Lending Beberkan Strategi Kejar Target Ekuitas Rp 12,5 Miliar

Lebih lanjut, Agusman memproyeksikan industri fintech lending akan terus mencetak laba pada 2025. Dia bilang proyeksi itu juga berdasarkan proyeksi rencana bisnis penyelenggara fintech lending yang disampaikan kepada OJK.

“Pada 2025, industri fintech lending diperkirakan terus mencetak laba, meski masih dibayangi oleh berbagai ketidakpastian kondisi perekonomian,” ungkapnya dalam lembar jawaban resmi Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, Selasa (18/2).

Di sisi lain, pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat faktor utama laba fintech lending terus meningkat karena diikuti penyaluran pembiayaan fintech lending yang juga meningkat. Adapun outstanding pembiayaan fintech lending mencapai Rp 77,02 triliun per Desember 2024. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 29,14% secara Year on Year (YoY).

TRENDING  Fintech semakin gencar lakukan kolaborasi dengan perbankan

Baca Juga: Laba Fintech Lending Meningkat Signifikan, AFPI Beberkan Penyebabnya

“Kenaikan penyaluran itu artinya ada kenaikan pendapatan operasional dari platform,” ungkapnya kepada Kontan.

Lebih lanjut, Nailul berpendapat adanya penyesuaian batas atas bunga pada tahun ini kemungkinan hanya akan berpengaruh sedikit saja terhadap kinerja industri fintech lending. Dengan demikian, tak akan banyak perubahan yang berarti dalam hal fintech lending meraih laba.

Baca Juga: AFPI Proyeksi akan Semakin Banyak Pemain Baru Pindar di 2025, Ini Penyebabnya

Selanjutnya: Kebijakan Tarif Trump Dorong Bank Sentral Buru Cadangan Emas

Menarik Dibaca: Zalora Kembali Hadirkan Zaloraya, Berlangsung 21 Februari hingga 2 Maret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Kredit Menganggur di Bank Meningkat, Ini Penyebabnya

    Menurut data terbaru, jumlah kredit menganggur di bank-bank Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekonomi dan pelaku bisnis. Beberapa penyebab dari meningkatnya kredit menganggur ini antara lain adalah kondisi ekonomi yang belum stabil, tingginya tingkat pengangguran, serta rendahnya minat masyarakat untuk berinvestasi. Para ahli pun menyarankan agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menangani masalah ini sebelum semakin memburuk

  • Pemanfaatan Fintech Syariah Tingkatkan Daya Tahan Ekonomi Umat

    Pemanfaatan fintech syariah telah membuktikan dirinya sebagai solusi yang efektif dalam meningkatkan daya tahan ekonomi umat. Dengan adanya platform-platform finansial berbasis syariah, umat dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, namun juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat dalam mengelola keuangan mereka. Dengan demikian, pemanfaatan fintech syariah dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi umat secara keseluruhan

  • Bank Digital Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Naik

    Bank Digital Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Naik

    Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan, namun bank digital tetap mampu bertahan dengan menawarkan suku bunga deposito yang kompetitif. Hal ini membuat nasabah semakin tertarik untuk menyimpan dan mengalokasikan dana mereka di bank digital, karena keuntungan yang bisa didapatkan lebih besar dibandingkan dengan bank konvensional.

    Dengan adanya peningkatan BI rate, banyak nasabah yang khawatir akan terjadi kenaikan suku bunga deposito di berbagai bank. Namun, bank digital justru memberikan kepastian bahwa suku bunga deposito mereka tetap stabil dan tidak ikut naik mengikuti kebijakan BI. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para nasabah yang ingin mendapatkan hasil investasi yang optimal tanpa harus khawatir terkena dampak kenaikan suku bunga secara tiba-tiba.

    Selain itu, kemudahan akses melalui platform digital juga menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah untuk memilih menyimpan dana mereka di bank digital. Dengan proses transaksi yang cepat dan mudah serta layanan customer service yang responsif, membuat pengalaman bertransaksi semakin nyaman dan efisien.

    Dengan begitu, Bank Digital berhasil mempertahankan minat nasabahnya meskipun kondisi pasar sedang tidak stabil akibat kenaikan BI rate. Keberhasilan tersebut tentu menjadi bukti bahwa inovasi dalam dunia perbankan semakin dibutuhkan untuk dapat bersaing secara sehat dan memberikan nilai tambah bagi para nasabahnya

  • Jadi Dirut Baru Bank Neo Commerce, Ini Kiprah Eri Budiono Sebagai Bankir

    ILUSTRASI. Jadi Dirut Baru Bank Neo Commerce, Ini Kiprah Eri Budiono Sebagai Bankir Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) resmi memiliki direktur utama baru. Ini setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menunjuk Eri Budiono untuk menempati posisi tersebut. Eri menggantikan posisi Tjandra Gunawan yang mundur pada Juni 2023. Pengangkatannya baru akan berlaku…

  • Penyaluran Kredit Tumbuh 9%, Likuiditas Bank Permata Makin Ketat

    Menurut data terbaru, penyaluran kredit Bank Permata mengalami pertumbuhan sebesar 9% dalam beberapa bulan terakhir. Namun, hal ini diimbangi dengan likuiditas bank yang semakin ketat. Meskipun demikian, bank tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya dan memastikan bahwa kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi dengan baik. Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini, Bank Permata siap untuk menghadapi tantangan dan tetap menjadi mitra yang handal bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka

  • Hindari yang Ilegal, Ini 97 Pinjol Legal Resmi Terdaftar OJK November 2024

    Welcome to our blog!

    Here at Amazing Adventures, we are dedicated to bringing you the latest news and updates on all things travel. Whether you’re a seasoned globetrotter or planning your first trip abroad, our team of experts is here to provide you with tips, recommendations, and inspiration for your next adventure.

    Stay tuned for exciting travel stories, destination spotlights, packing guides, and much more. Join us as we explore the world one adventure at a time!