Seleksi Alam Bagi Fintech Lending Lewat Aturan Modal Minimal

Seleksi Alam Bagi Fintech Lending Lewat Aturan Modal Minimal

Reporter: Nadya Zahira | Editor: Tendi Mahadi

Beritafintech.com – JAKARTA. Jumlah pelaku industri fintech lending berpotensi semakin ramping. Aturan pembatasan ekuitas minimal yang diterapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai akan menjadi seleksi alam yang menyisakan pemain dengan kapasitas memadai.

Saat ini, OJK mematok ekuitas minimal yang harus dimiliki perusahaan fintech lending di angka Rp 7,5 miliar. Namun per akhir 2024, masih ada sebelas dari 97 perusahaan yang belum bisa memenuhi aturan tersebut. Padahal pada Juli nanti, batas ekuitas akan dikerek jadi Rp 12,5 miliar.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Antam Siap Memasok Nikel di Proyek Titan

| Senin, 28 April 2025 | 04:24 WIB

Antam Siap Memasok Nikel di Proyek Titan

Dalam proyek Titan, Antam akan berperan sebagai pemasok bahan baku baterai EV berbasis nikel atau nikel mangan kobalt (NMC

TRENDING  Panduan Menuju Kesejahteraan Finansial untuk Menjamin Masa Depan Anda!

Produsen Baja Perluas Pasar dan Produksi

| Senin, 28 April 2025 | 04:12 WIB

Produsen Baja Perluas Pasar dan Produksi

Salah satu kelemahan utama industri baja nasional adalah ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti scrap dan pellet.

Kredit Konstruksi Perbankan Loyo

| Senin, 28 April 2025 | 03:41 WIB

Kredit Konstruksi Perbankan Loyo

Per akhir Maret 2025, outstanding kredit perbankan tumbuh 9,16% secara tahunan, melandai dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,3% secara tahunan​

Reformasi Tata Kelola

| Senin, 28 April 2025 | 03:41 WIB

Reformasi Tata Kelola

Reformasi tata kelola bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi memastikan keberlanjutan dan integritas dunia usaha ke depan.

Pembiayaan Investasi Multifinance Masih Tumbuh

| Senin, 28 April 2025 | 03:41 WIB

Pembiayaan Investasi Multifinance Masih Tumbuh

Salah satunya adalah PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang mencatatkan pembiayaan investasi Rp 794 miliar pada kuartal I-2025, naik 76%. 

 Bunga Simpanan Bank Mulai Turun

| Senin, 28 April 2025 | 03:40 WIB

Bunga Simpanan Bank Mulai Turun

Kondisi likuiditas perbankan saat ini mengalami pengetatan. Namun, suku bunga simpanan di perbankan justru tampak mulai menurun​

INDEKS BERITA

Terpopuler

Similar Posts

  • POJK RBB Baru Ubah Arah Bisnis Bank, Ini Kata Sejumlah Ekonom

    Perubahan arah bisnis bank yang diatur dalam POJK RBB baru menuai beragam tanggapan dari sejumlah ekonom. Mereka menyambut langkah ini dengan antusiasme, menganggapnya sebagai langkah positif untuk meningkatkan daya saing industri perbankan di Indonesia. Beberapa ekonom menilai bahwa perubahan ini akan membuka peluang baru bagi bank-bank untuk berkembang dan berinovasi dalam menyediakan layanan keuangan yang lebih baik kepada masyarakat. Meskipun demikian, ada juga yang menyoroti potensi risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh bank-bank dalam mengimplementasikan perubahan ini. Namun, secara keseluruhan, para ekonom sepakat bahwa POJK RBB baru merupakan langkah penting untuk memperkuat sektor perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

  • Banyak Terjerat Pinjol, Pelajar Penting Memperkuat Literasi Finansial

    Jakarta: Berita maraknya pelajar terjerat pinjaman online (pinjol) memberikan sinyal penting bahwa literasi finansial dibutuhkan generasi muda. Generasi muda membutuhkan pemahaman keuangan yang baik untuk mengambil keputusan finansial yang tepat.  Guna mendukung upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) mengimplementasikan program edukasi finansial bertajuk FILTER (FInanciaL liTERacy Program)

  • Hadirnya Fintech Lending Berdampak Terhadap Industri Multifinance

    Fintech lending telah hadir sebagai inovasi baru dalam industri multifinance, memberikan dampak yang signifikan terhadap cara tradisional dalam memberikan pinjaman. Dengan kemudahan akses dan proses yang cepat, banyak konsumen mulai beralih ke layanan fintech lending untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi industri multifinance untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan agar tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya fintech lending, konsumen juga diuntungkan dengan pilihan lebih banyak dan persaingan yang sehat antar penyedia layanan pinjaman. Sehingga, hadirnya fintech lending dapat dikatakan sebagai angin segar bagi industri multifinance untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para konsumennya

  • Perusahaan Rintisan Finansial Gandeng Aplikasi Kesehatan

    Perusahaan Rintisan Finansial telah mengumumkan kemitraan strategis dengan sebuah aplikasi kesehatan terkemuka. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan mudah diakses bagi masyarakat. Dengan adanya integrasi teknologi dalam layanan keuangan dan kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bagi semua pengguna. Stay tuned untuk informasi lebih lanjut mengenai kerjasama ini!

  • Simak Strategi Berkelanjutan Bank Mandiri Taspen

    Bank Mandiri Taspen terus mengembangkan strategi berkelanjutan guna memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Dengan komitmen yang kuat, bank ini terus berinovasi dalam menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kerjasama yang erat dengan para mitra usaha, Bank Mandiri Taspen siap memberikan solusi keuangan yang tepat dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggannya. Dengan fokus pada pelayanan prima dan keberlanjutan, Bank Mandiri Taspen siap menjadi mitra terpercaya bagi setiap individu dan perusahaan di Indonesia

  • Fintech Jadi Solusi untuk Bantu Pembiayaan UKM

    Fintech telah menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk membantu pembiayaan UKM di Indonesia. Dengan teknologi yang terus berkembang, para pelaku usaha kecil dan menengah kini dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui platform fintech. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi para pengusaha dalam mendapatkan modal usaha tanpa harus melewati proses yang rumit dan memakan waktu lama.

    Tidak hanya itu, fintech juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi dalam skala yang lebih kecil namun tetap menguntungkan. Dengan adanya platform peer-to-peer lending, para investor dapat memberikan pinjaman kepada UKM dengan tingkat bunga yang kompetitif, sehingga membantu pertumbuhan bisnis mereka.

    Dengan segala potensi dan manfaatnya, tidak heran jika fintech kini menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha UKM di Indonesia. Diharapkan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, perkembangan fintech di Tanah Air akan semakin pesat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional