Laba Bank Jago Melejit 178% secara Tahunan, Analis Soroti 3 Hal Ini

Laba Bank Jago Melejit 178% secara Tahunan, Analis Soroti 3 Hal Ini

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui atm di kantor cabang Bank Jago di Jakarta. PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah menutup periode kuartal I/2025 dengan kenaikan laba yang naik signifikan, mencapai 178% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 60,27 miliar./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/01/2022.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah menutup periode kuartal I/2025 dengan kenaikan laba yang naik signifikan, mencapai 178% secara tahunan (YoY).

Adapun, laba bersih Bank Jago senilai Rp 60,27 miliar. Di mana, itu setara dengan separuh dari keuntungan bank sepanjang 2024 yang mencapai Rp 128 miliar.

Leonardo Lijuwardi, analis NH Korindo Sekuritas, mengungkapkan pencapaian tersebut cukup impresif. Mengingat, secara siklus pertumbuhan kredit perbankan di awal tahun cenderung melandai, seiring aktivitas ekonomi yang belum terlalu menggeliat.

Baca Juga: Bank Jago (ARTO) Bukukan Pertumbuhan Laba 178% pada Kuartal I/2025

Ada tiga hal yang menjadi catatan analis terkait kinerja kuartalan ini dan kaitannya dengan prospek bisnis ke depan serta dampaknya ke peluang pergerakan harga saham.

Pertama, kenaikan laba bersih ditopang fundamental bisnis yang kuat. Maksudnya, pertumbuhan laba sejalan dengan optimalnya fungsi intermediasi. Kredit melaju kencang dengan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) yang seimbang.  

Kredit yang disalurkan Bank Jago per Maret 2025 mencapai Rp20,25 triliun, tumbuh 42% YoY. Pertumbuhan tersebut dipacu segmen pinjaman yang beragam, mulai dari skema kemitraan dengan mitra perusahaan pembiayaan dan P2P Lending, hingga segmen business banking dan digital consumer lending yang baru diluncurkan tahun lalu.

TRENDING  Menimbang Efek Revisi Aturan DHE SDA Bagi Bank Penadah Term Deposit Valas

Baca Juga: Laba Bank Jago (ARTO) Melonjak 78% pada Tahun 2024

Di sisi lain, Bank Jago telah mengumpulkan DPK senilai Rp21,4 triliun, melesat 62% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Dengan demikian, loan to deposit ratio (LDR) atau rasio likuiditas berada di level 94%, masih dalam batas aman.

“Di tengah isu pengetatan likuiditas dan biaya dana tinggi, perbankan selalu menerapkan prinsip ‘liquidity first. Intinya laju kenaikan DPK harus lebih tinggi dari kredit. Bank Jago mampu mewujudkan itu,” kata Leo.

Kedua, struktur funding yang didominasi porsi dana murah. Dari total pendanaan senilai Rp21,4 triliun itu, sebanyak Rp11,5 triliun atau 54% merupakan tabungan dan giro (CASA). Sedangkan Rp9,9 triliun sisanya berbentuk deposito. 

Leo melihat Bank Jago mulai memanen dari konsistensinya membangun ekosistem. Aplikasi Jago yang seamless dengan Gopay, Bibit dan Stockbit berdampak pada peningkatan jumlah pengguna.

“Inovasi ini mungkin yang agak menjauhkan Jago dari sengitnya perang bunga deposito di antara bank digital,” ujar Leo.   

Oleh karenanya, kenaikan beban bunga  sebesar 102% menjadi Rp 197 miliar, terlihat wajar sejalan dengan lonjakan DPK dan kredit pada periode tersebut. Kenaikan beban bunga tersebut terkompensasi dengan pendapatan bunga yang mencapai Rp 789 miliar, melesat 78%. Begitu pula pendapatan bunga bersih tetap tumbuh 71% menjadi Rp591 miliar.

Baca Juga: Kepemilikan Asing Di Saham Bank Jago (ARTO) Naik Jadi 37,4% pada Maret 2025

Ketiga, pengelolaan manajemen risiko dan efisiensi. Menurut Leo, salah satu faktor kunci kinerja Bank Jago terletak pada kemampuannya dalam memilih partner bisnis dan menyeleksi calon debitur. Dengan pertumbuhan kredit sebesar 42%, dan sebagian besar menyasar nasabah individual dari berbagai ekosistem, Jago berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,3%. 

TRENDING  Skor Literasi Finansial Indonesia Rendah, Ini Dampaknya Bagi Generasi Muda

“Pencapaian ini juga patut diapresiasi di tengah maraknya isu negatif di industri fintech lending selama beberapa bulan terakhir. Dengan kondisi NPL serendah ini, Bank Jago harusnya bisa lebih ekspansif lagi ke segmen bisnis lain,” katanya. 

Terakhir, Ia menambahkan jika performa kuartal I-2025 ini bisa dipertahankan, saham ARTO layak untuk diakumulasi.

Hingga Jumat (25/4) pukul 14.20 wib, saham ARTO bertengger di level Rp 1.880 per saham. Harganya sudah naik 5,62% dari harga penutupan sehari sebelumnya. 

Selanjutnya: Mulai Luluh, China Akan Bebaskan Tarif Sebagian Barang Impor AS

Menarik Dibaca: Denpasar Cerah Sepanjang Hari, Ini Ramalan Cuaca Besok di Bali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Lebaran 2025, Kapan Bank BRI Buka dan Beroperasi?

    Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat saat Lebaran 2025 adalah kapan Bank BRI akan buka dan beroperasi? Dengan tingginya minat dan antusiasme dari para nasabah, Bank BRI diharapkan segera memberikan informasi terkait jadwal operasional mereka selama libur Lebaran. Hal ini tentu menjadi perhatian utama bagi banyak orang yang membutuhkan layanan perbankan selama masa libur panjang ini. Semoga Bank BRI segera memberikan pengumuman resmi agar para nasabah dapat merencanakan kegiatan finansial mereka dengan lebih baik

  • Pertimbangan OJK Tetapkan Ketentuan Baru Lender Non Profesional Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan ketentuan baru bagi para pemberi pinjaman non profesional di industri fintech lending. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi konsumen dan memastikan bahwa praktik pinjaman yang dilakukan oleh para lender tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan.

    Ketentuan baru ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya praktik penagihan yang tidak etis serta memberikan perlindungan kepada konsumen dari potensi penyalahgunaan data pribadi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan para lender non profesional dapat menjalankan usahanya dengan lebih transparan dan bertanggung jawab.

    Selain itu, OJK juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan ketentuan baru ini guna memastikan bahwa industri fintech lending dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending juga semakin meningkat

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • Pembiayaan Fintech Lending Naik Saat Ramadan, Waspadai Potensi Kenaikan Kredit Macet

    Pembiayaan fintech lending mengalami lonjakan yang signifikan selama bulan Ramadan. Namun, perlu diwaspadai potensi kenaikan kredit macet yang bisa terjadi akibat peningkatan permintaan pinjaman. Hal ini menuntut para pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan memastikan kemampuan untuk membayar kembali pinjaman tepat waktu. Jangan sampai terjebak dalam jerat utang yang bisa merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih jenis pembiayaan dan pastikan untuk melakukan perencanaan keuangan yang matang sebelum mengajukan pinjaman kepada lembaga fintech lending

  • DBS Ungguli CIMB dalam Perebutan Saham Mayoritas Panin Bank

    Dalam perebutan saham mayoritas Panin Bank, DBS berhasil unggul dalam persaingan dengan CIMB. DBS berhasil menarik perhatian para investor dengan strategi yang tepat dan keputusan yang cerdas. Dengan langkah-langkah yang terukur, DBS mampu memenangkan pertarungan ini dan menjadi pemegang saham mayoritas di Panin Bank. Kemenangan ini membuktikan bahwa DBS adalah pemain kuat dalam dunia perbankan Indonesia dan siap bersaing dengan pesaing-pesaingnya. Selamat untuk DBS atas pencapaian gemilang ini!

  • Cara Raih Kemerdekaan Finansial di Era Digital

    Untuk meraih kemerdekaan finansial di era digital, kita perlu memahami bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi peluang besar bagi kita. Dengan memanfaatkan internet dan platform digital lainnya, kita bisa mengembangkan berbagai sumber penghasilan secara online. Selain itu, penting juga untuk memiliki pola pikir yang proaktif dan kreatif dalam mencari peluang bisnis baru. Dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih kemerdekaan finansial di era digital ini