Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain

Outstanding Pembiayaan Fintech Lending ke Luar Jawa Rp 25,42 Triliun per Juli 2025

ILUSTRASI. Outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) ke luar Pulau Jawa tumbuh signifikan

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) ke luar Pulau Jawa tumbuh signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan outstanding pembiayaan fintech lending yang disalurkan ke luar Pulau Jawa mencapai Rp 25,42 triliun per Juli 2025.

“Nilainya tumbuh 37,69%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK OJK, Minggu (7/9).

Agusman menerangkan pertumbuhan tersebut tak terlepas dari adanya dorongan melalui kegiatan business matching. Adapun business matching adalah kegiatan pertemuan bisnis yang terstruktur dan terjadwal antara dua pihak atau lebih untuk menemukan peluang kerja sama, menjalin kemitraan, dan memperluas jaringan bisnis.

Baca Juga: OJK Nilai Industri Fintech Lending Turut Berkontribusi bagi Perekonomian Indonesia

Untuk terus mendorong kinerja pembiayaan fintech lending ke luar Pulau Jawa, Agusman mengatakan penyelenggara perlu mengoptimalisasi program sinergi. Selain itu, mengoptimalkan relaksasi batas maksimum pembiayaan untuk mendukung sektor produktif. 

Adapun batas maksimum pembiayaan sektor produktif kini ditingkatkan menjadi Rp 5 miliar dari Rp 2 miliar. Hal itu tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) 40 Tahun 2024.

TRENDING  TWP90 Mencapai Level 81,18%, Ini Tanggapan Fintech iGrow

Secara keseluruhan, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 84,66 triliun per Juli 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 22,01%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Kasus Dugaan Kesepakatan Bunga Fintech Lending Masuk Persidangan, Ini Respons OJK

Jika ditelaah, porsi outstanding pembiayaan fintech lending ke luar Pulau Jawa sebesar 30,03% terhadap total outstanding pembiayaan industri per Juli 2025. Artinya, sisa porsi merupakan pembiayaan ke Pulau Jawa. 

OJK juga menyampaikan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Juli 2025 masih dalam kondisi terjaga. TWP90 per Juli 2025 tercatat sebesar 2,75%. 

Adapun angka TWP90 per Juli 2025 tercatat meningkat, jika dibandingkan posisi Juli 2024 yang sebesar 2,53%. Namun, angka TWP90 per Juli 2025 terbilang membaik, jika dibandingkan dengan posisi Juni 2025 yang sebesar 2,85%.

Selanjutnya: IHSG Menguat 0,92% ke 7.699 pada Rabu (10/9/2025), ARTO, BRPT, MAPI Top Gainers LQ45

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Periode 1-15 September 2025, Beli 1 Gratis 1 Joyday-Kaluli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Membedah Kredit Bermasalah Bank Mandiri

    Dalam buku “Membedah Kredit Bermasalah Bank Mandiri”, penulis mengungkapkan secara detail tentang berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah di bank tersebut. Mulai dari kurangnya pengawasan terhadap debitur, hingga kebijakan internal yang kurang efektif dalam menangani risiko kredit. Penjelasan yang disajikan sangat mendalam dan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang masalah ini. Buku ini sangat direkomendasikan bagi para pelaku industri perbankan maupun masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam mengenai fenomena kredit bermasalah di Indonesia

  • OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus melakukan pendalaman terkait rencana merger antara dua perusahaan fintech lending syariah. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses penggabungan kedua entitas tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan konsumen maupun pihak lainnya. OJK juga akan memastikan bahwa merger ini tidak melanggar prinsip-prinsip syariah dalam industri keuangan. Dengan adanya pendalaman yang dilakukan oleh OJK, diharapkan proses merger ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak yang terlibat

  • Fitch Beri KB Bank Peringkat Investment Grade, Analis Bilang Fundamental Membaik

    ILUSTRASI. KB Bukopin – kontan kilas online Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) terus melakukan perbaikan fundamental. Perbaikan ini juga didukung induk usahanya, Kookmin Bank, yang merupakan bagian dari konglomerasi keuangan Korea Selatan, KB Financial Group. Berkat perbaikan tersebut, KB Bank sukses mendapat peringkat utang BBB dengan outlook stabil dari Fitch Ratings….

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • Badai Kredit Macet Menerpa Industri Fintech P2P Lending

    Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo . Beritafintech.com – JAKARTA. Sejumlah fintech peer to peer (P2P) lending dihadapkan pada permasalahan kredit macet membengkak. Terpantau, sejumlah fintech P2P lending memiliki TWP90 di atas 5%. Artinya, masyarakat gemar utang sehingga menyebabkan angka kredit macet fintech lending membengkak. Mengenai hal itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut