ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN)? Ini Kata Manajemen dan Rencana Bisnis di 2026

ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN)? Ini Kata Manajemen dan Rencana Bisnis di 2026

ILUSTRASI. ATM Bank Panin di Jakarta.

Beritafintech.com – JAKARTA. Rumor penjualan saham PT Bank Panin Tbk (PNBN) tak langsung dibantah oleh manajemen. Hasil publik expose manajemen dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (2/12/2025) menyebut, manajeman Bank Panin belum mengetahui hal tersebut. 

“Kami belum bisa bicara banyak karena hal tersebut memang area pemegang saham,” papar manajemen Bank Panin dalam keterbukaan informasi. Manajemen PNBN menyebut jika pihak ANZ memang telah mengumumkan niatnya untuk melepas saham Bank Panin. PT Panin Financial Tbk sebagai pemegang saham mayoritas Bank Panin belum menyampaikan informasi apapun terkait hal tersebut kepada manajemen Bank Panin. 

Baca Juga: Rumor ANZ Jual Bank Panin (PNBN) Bikin Saham Terbang, Cek Rekomendasi Sahamnya

Di tahun ini, Bank Panin mengakui jika industri perbankan memang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor global, geopolitik, suku bunga dan lain-lain. Pertumbuhan Bank Panin terbatas menurut manajemen PNBN, tak terlepas dari risk appetite yang berbeda. 

“Peer Bank umumnya saat ini dimiliki oleh pemegang saham asing yang mungkin lebih longgar dan proses yang lebih fleksibel,” papar manajemen Bank Panin. Saat ini, Bank Panin terus
membenahi proses perkreditan agar bisa tumbuh lebih baik.

Pada tahun depan, manajemen Bank Panin memperkirakan, pertumbuhan kredit akan sebesar 6%. Hingga Oktober 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp 119,51 triliun. Angka ini menurun 7,69% secara tahunan dari Rp 129,47 triliun. 

TRENDING  OJK Bakal Perluas Ruang Lender Fintech P2P Lending

Manajemen Bank Panin juga menjelaskan jika penambahan likuiditas ke perbankan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan merupakan
langkah yang positif. Dengan bertambahnya likuiditas maka bank-bank Himbara tidak lagi jor-joran menarik dana di pasar, sehingga suku bunga akan turun. “Dengan Cost of Fund yang lebih murah akan membantu penurunan suku bunga kredit,” papar manajemen. 

Harga saham PNBN pada Selasa (2/12/2025) ditutup melemah 2,62% menjadi Rp 1.115 per saham. 

Selanjutnya: Amunisi Jasa Marga dari Operasi Ruas Tol Baru

Menarik Dibaca: Cara Seru Mengajarkan Anak Mengatur Uang, Belajar Sambil Praktik yuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Ada 142 Lender dari 4 Fintech Lending Gugat OJK di PTUN, Ini Isi Tuntutannya

Menilik Masalah Gagal Bayar di Industri Fintech P2P Lending yang Tak Kunjung Usai

Industri fintech P2P lending semakin marak di Indonesia belakangan ini. Namun, masalah gagal bayar menjadi momok yang tak kunjung usai bagi para pelaku usaha di sektor ini. Menilik dari berbagai kasus yang terjadi, banyak investor yang merasa kecewa dan merugi akibat nasabah yang tidak bisa membayar pinjaman mereka tepat waktu. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi regulator dan pihak terkait untuk menemukan solusi agar industri fintech P2P lending dapat berkembang dengan baik tanpa adanya risiko gagal bayar yang terus mengintai

%site% | NEWS