Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1

Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1

ILUSTRASI. PT Bank Aladin Syariah Tbk (“Bank Aladin Syariah”) terus memperluas sinerginya dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan surat imbauan kepada Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) 1 dengan modal inti di antara Rp 3 triliun hingga Rp 6 triliun, untuk naik kelas atau berkonsolidasi.

Dalam hal ini, OJK akan menghilangkan Kelompok Bank KBMI 1. Dengan adanya penyesuaian tersebut, nantinya cuma akan ada tiga kelompok bank. Hanya saja, kewajiban ini nantinya tidak berlaku bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, menyampaikan bahwa OJK menekankan empat poin utama yang perlu dijalankan industri perbankan sebagai langkah penguatan, yakni evaluasi kondisi keuangan bank, identifikasi peluang kolaborasi, meningkatkan kapasitas infrastruktur IT, dan memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

“Alasannya jelas, antara lain peningkatan risiko siber, kebutuhan memperkuat fundamental, serta dorongan untuk mempercepat transformasi digital,” ujarnya kepada Beritafintech.com, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga: Laba Bank Aladin Berbalik Positif Rp 83,1 Miliar di Semester I-2025

Pihaknya pun menegaskan bahwa posisi perusahaan justru sudah berada selangkah lebih maju dalam transformasi digital.

“Saya bersyukur karena Bank Aladin Syariah sudah melakukan transformasi digital yang lebih advance dibanding bank lain. Kami benar-benar bank syariah digital tanpa cabang, full online. Jadi apa yang tertuang di POJK poin tiga itu sudah kami implementasikan,” katanya.

TRENDING  Hingga Agustus, Bahana TCW Investment Catatkan AUM Rp 77,39 Triliun

Terkait aspek permodalan, Bank Aladin juga memastikan bahwa kondisi perusahaan tetap solid. “Modal kami sudah lebih dari Rp 3 triliun. Dari awal kita memang merencanakan masuk ke KBMI 2, jadi tidak ada masalah dengan imbauan ini,” jelasnya.

Sebagai bank yang sudah berstatus terbuka (Tbk), Bank Aladin menilai akses terhadap investor maupun potensi penguatan modal sangat terbuka. “Tidak ada isu soal investor masuk. Kami punya cita-cita naik kelas ke KBMI 2,” tegasnya.

Baca Juga: Soal Wacana OJK Hapus KBMI 1, Perbankan Kecil Siapkan Strategi untuk Naik Kelas

Namun, ia belum dapat mengungkapkan waktu pasti terkait rencana aksi korporasi terkait penguatan modal. “Untuk rencana aksi korporasi saya belum bisa sampaikan detail apa pun,” ujarnya.

Bank juga memastikan bahwa selain transformasi digital, penguatan governance menjadi prioritas.

“Kami akan terus memperkuat internal dan tata kelola. Sebagai entitas TBK, prosesnya lebih mudah dan transparan,” tambahnya.

Menurutnya, imbauan OJK menjadi momentum untuk mempertegas posisi Bank Aladin sebagai bank syariah digital yang telah menerapkan standar transformasi lebih maju dibandingkan bank konvensional maupun bank syariah yang masih beroperasi secara fisik.

Per September 2025, modal inti Bank Aladin Syariah telah mencapai Rp 3,17 triliun, naik dari modal inti di Setepmber 2024 sebesar Rp 3 triliun.

Baca Juga: OJK Bakal Wajibkan Bank KBMI 1 Naik Kelas Lewat Konsolidasi

Selanjutnya: OJK Beri Izin Usaha kepada Esa Bina Sejati Reinsurance Brokers Usai Ganti Nama

Menarik Dibaca: Apakah Berat Badan Bisa Turun dengan Jalan Kaki atau Tidak? Ini Jawabannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Publicom Communications & Bank DKI Kolaborasi: Solusi Finansial Mudah untuk Karyawan

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS