Pesan OJK, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Meminjam di Fintech Lending

Angka Kredit Macet Fintech Lending Melonjak, Tembus 4,33% per November 2025

ILUSTRASI. Ilustrasi pinjol – p2p lending (KONTAN/Muradi) Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech peer to peer (P2P) lending melonjak drastis pada November 2025.

Beritafintech.com – JAKARTA. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech peer to peer (P2P) lending melonjak drastis. Jika ditelaah berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka TWP90 fintech lending per November 2024 sebesar 2,52%. Namun, angkanya melonjak per November 2025.

“Angka TWP90 per November 2025 tercatat sebesar 4,33%,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (9/1).

Adapun angka TWP90 per November 2025 juga terbilang meningkat drastis, jika dibandingkan dengan posisi Oktober 2025 yang sebesar 2,76%. 

Baca Juga: 10 Unitlink Saham Terbaik Desember 2025: MNC Life Memimpin, Return Capai 22,58%

Meskipun demikian, pencapaian TWP90 per November 2025 tersebut masih berada di batas aman ketentuan OJK, yakni tidak melebihi 5%. 

Sementara itu, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,45% secara Year on Year (YoY)

Angka TWP90 per November 2025 yang terbilang tinggi itu senada dengan prediksi Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda. 

TRENDING  Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Hanya Rp 780 Miliar per Agustus 2025

Nailul sempat memprediksi angka TWP90 industri fintech lending biasanya akan meningkat pada akhir tahun. Hal itu dipicu pengeluaran masyarakat yang akan meningkat, sehingga porsi untuk membayar utang juga dapat berkurang. 

“Jadi, saya melihat memang ada pola atau siklus untuk angka kredit macet di fintech lending,” ungkapnya kepada Kontan.

Untuk mengatasi hal itu, Nailul beranggapan regulator perlu mempunyai perhatian lebih mengenai mitigasi jika terjadi gagal bayar. Terlebih, banyak faktor gagal bayar disebabkan oleh kondisi tidak terduga atau ekonomi sedang lesu. 

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Industri Pergadaian Masih Tumbuh Signifikan per November 2025

Selanjutnya: Menkeu Jepang Akan Nyatakan Sikap Atas Kontrol Ekspor China Pekan Depan

Menarik Dibaca: Permasalahan Usia Anak dan Remaja yang Paling Sering Dikonsultasikan ke Psikolog

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Marak Pinjol dan Judol, Gen Z dan Milenial Wajib Paham Finansial

    Jakarta: Gen Z dan milenial harus mempersiapkan diri agar kelak menjadi generasi cerdas pengetahuan, memiliki moral yang baik, dan mapan finansial.   Hal itu lantaran pada 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia sekitar 70 persen tergolong dalam usia produktif (15-64 tahun).   Faculty Head Sequis Quality Empowerment, STAE, Yan Ardhianto Handoyo…

  • Simak Syarat dan Cara Pengajuan KUR Bank Kalteng Tahun 2025

    Untuk mendapatkan KUR dari Bank Kalteng tahun 2025, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, calon peminjam harus memiliki usaha mikro, kecil, atau menengah yang telah berjalan minimal satu tahun. Kedua, calon peminjam harus memiliki rekening di Bank Kalteng dan telah melakukan transaksi secara aktif selama minimal enam bulan terakhir.

    Selain itu, calon peminjam juga harus menyediakan jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pengajuan KUR dapat dilakukan secara online melalui website resmi Bank Kalteng atau datang langsung ke kantor cabang terdekat. Setelah pengajuan diajukan, pihak bank akan melakukan verifikasi dan analisis terhadap usaha serta kondisi keuangan calon peminjam.

    Dengan memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan oleh Bank Kalteng, diharapkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat memperoleh akses pembiayaan yang mudah dan cepat untuk mengembangkan usahanya. Jadi jangan ragu untuk mengajukan KUR di Bank Kalteng tahun 2025!

  • 3 Gaya Gen Z Atur Finansial

    Generasi Z saat ini semakin cerdas dalam mengatur keuangan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada gaya hidup instant, namun juga memikirkan masa depan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, generasi Z dapat dengan mudah mengelola dan mengontrol keuangan mereka melalui aplikasi finansial yang tersedia. Mereka juga lebih aware akan pentingnya investasi dan tabungan untuk mencapai tujuan keuangan mereka di masa depan

  • OJK Terapkan Aturan Baru Terkait Lender dan Borrower Fintech Lending, Ini Detailnya

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerapkan aturan baru terkait lender dan borrower dalam industri fintech lending. Aturan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan konsumen dan memastikan transparansi dalam layanan pinjaman online.

    Salah satu detail aturan baru yang diterapkan adalah adanya kewajiban bagi platform fintech lending untuk melakukan verifikasi identitas calon peminjam secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penipuan dan memastikan bahwa pinjaman diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkannya.

    Selain itu, OJK juga menetapkan batas maksimal bunga yang dapat dikenakan oleh platform fintech lending kepada para peminjam. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan dalam penetapan bunga yang dapat memberatkan konsumen.

    Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan industri fintech lending dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Konsumen pun diharapkan lebih bijak dalam menggunakan layanan pinjaman online demi menghindari masalah keuangan di masa depan

  • KoinWorks Jadi Fintech Lending Pertama yang Hadirkan Layanan Customer Service 24 Jam

    KoinWorks telah menjadi pionir dalam dunia fintech lending di Indonesia dengan menghadirkan layanan customer service 24 jam pertama kali. Dengan adanya layanan ini, para pengguna KoinWorks dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dan informasi kapan pun mereka membutuhkannya. Hal ini tentu saja membuat pengalaman bertransaksi di platform KoinWorks menjadi lebih nyaman dan aman. Tidak heran jika KoinWorks berhasil menarik perhatian banyak orang dan menjadi salah satu platform fintech lending terkemuka di Indonesia

  • Penurunan Saham Bank Masih Terjadi, Asing Banyak Jual

    Penurunan saham Bank masih terjadi hari ini, membuat para investor semakin khawatir. Pasar saham dipenuhi dengan aksi jual dari investor asing yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap kinerja Bank belum pulih sepenuhnya. Para analis pun memberikan saran agar para investor tetap waspada dan mempertimbangkan untuk menjaga aset investasi mereka dengan baik. Semoga kondisi pasar segera membaik dan saham Bank dapat kembali mengalami kenaikan nilai