BRI Gerilya Cari SDM Baru, Termasuk dari Bank Mandiri?

BRI Gerilya Cari SDM Baru, Termasuk dari Bank Mandiri?

ILUSTRASI. Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Beritafintech.com – JAKARTA. Di tengah upaya transformasi yang dilakukan oleh manajemen baru, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) semakin gencar mengakuisisi Sumber Daya Manusia (SDM) baru dari bank lain. Bahkan, langkah tersebut dilakukan terhadap SDM dari bank milik negara lainnya.

Sumber KONTAN membisikkan bahwa saat ini BRI banyak mengambil talenta-talenta muda dari bank lain seperti PT Bank Mandiri Tbk. Bahkan, disebutkan bahwa kebanyakan posisi yang diambil adalah Relationship Manager (RM).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya lebih banyak mengambil posisi untuk risk management. Menurutnya, ini sejalan dengan arah BRI untuk memperkuat di area Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini diperlukan untuk mencari SDM yang memang sudah berpengalaman. Pasalnya, ada kebutuhan yang mendesak sehingga jika mencari SDM yang masih dalam tahap entry level akan sangat susah.

Baca Juga: BRI Gelar RUPSLB 2025: Ada Rencana Perubahan Pengurus

“Butuh penguatan area GRC yang lebih cepat dan by history area tersebut sangat mendesak,” ujar Hery kepada KONTAN, Senin (1/12/2025).

Hery pun juga tak membantah bahwa saat ini juga mengambil SDM tersebut dari bank lain seperti Bank Mandiri. Namun, ia menegaskan bahwa tak semua SDM yang dia ambil berasal dari bank berlogo pita emas ini.

TRENDING  Industri Fintech Lending Gencar Meliterasi Keuangan hingga Indonesia Timur

“Ada dari bank asing juga, mixed,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan tak terlalu banyak mengkhawatirkan jika memang ada SDM yang ia miliki pindah ke bank lain, termasuk BRI. Menurutnya, hal tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi ketika seseorang hendak meningkatkan karirnya.

Terlebih, ia mengatakan saat ini Bank Mandiri juga tidak sedang kekurangan karyawan. Dalam hal ini, ia menyebutkan Bank Mandiri saat ini memiliki total karyawan sebanyak 114.000 orang, termasuk tenaga alih daya hingga karyawan perusahaan anak.

“Jadi kalau ada yang mengembangkan karir di tempat lain kami juga senang,” ujar Riduan.

Baca Juga: Hery Gunardi: BRI Genjot Laba lewat Segmen Konsumer dan Layanan Emas

Lebih lanjut, Riduan juga menegaskan bahwa di Bank Mandiri memiliki kaderisasi yang mumpuni. Alhasil, proses regenerasi pun bisa berjalan dan tidak perlu dikhawatirkan lebih lanjut. 

Melihat fenomena tersebut,  Moch Amin Nurdin, Advisor Banking & Finance Development Center (BFDC)  mengatakan secara umum kejadian bajak membajak karyawan adalah sesuatu yang normal terjadi. Terlebih, di industri keuangan seperti perbankan. 

Ia berpendapat jikalau perpindahan ini melibatkan karyawan yang berada di posisi-posisi strategis, bisa berdampak pada kinerja Bank Mandiri nantinya. Apalagi, jika posisi karyawan tersebut memberikan kontribusi signifikan. 

“Kalau yang terjadi sebaliknya, maka ini hanya fenomena sesaat yang tidak memberikan dampak signifikan,” pungkasnya.

Baca Juga: BRI Dorong Pertumbuhan Pendapatan Nonbunga Lewat Layanan Wealth Management

Selanjutnya: Perusahaan Asal Singapura Borong 206 Juta Saham Esta Indonesia (NEST)

Menarik Dibaca: Astra Auto Fest 2025 Tawarkan Beragam Promo Hemat Jelang Akhir Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Apresiasi Nasabah, Bank Mayapada (MAYA) Kembali Hadirkan Undian Mayapada Sensasi

Similar Posts

  • Menteri BUMN Dorong BTN Jadi Bank Raksasa

    Menteri BUMN mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bank raksasa di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat sektor perbankan dalam negeri dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan potensi yang dimiliki BTN, diharapkan bank ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Tanah Air. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat luas

  • Pertimbangan OJK Tetapkan Ketentuan Baru Lender Non Profesional Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan ketentuan baru bagi para pemberi pinjaman non profesional di industri fintech lending. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi konsumen dan memastikan bahwa praktik pinjaman yang dilakukan oleh para lender tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan.

    Ketentuan baru ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya praktik penagihan yang tidak etis serta memberikan perlindungan kepada konsumen dari potensi penyalahgunaan data pribadi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan para lender non profesional dapat menjalankan usahanya dengan lebih transparan dan bertanggung jawab.

    Selain itu, OJK juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan ketentuan baru ini guna memastikan bahwa industri fintech lending dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending juga semakin meningkat

  • Daftar Bunga Simpanan Terbaru di Bank Digital, Siapa yang Paling Tinggi?

    Mengetahui bunga simpanan terbaru di bank digital memang penting untuk mengoptimalkan keuntungan dari tabungan kita. Namun, pertanyaannya adalah, bank mana yang menawarkan bunga simpanan paling tinggi? Dengan informasi yang tepat, kita bisa memilih bank yang memberikan return investasi terbaik untuk masa depan kita. Yuk cari tahu lebih lanjut!

  • Pemicu Kredit Macet Allo Bank (BBHI) Meningkat di Semester I-2025

    Menurut laporan terbaru dari Allo Bank, pemicu kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) mengalami peningkatan signifikan di semester pertama tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil serta tingginya tingkat pengangguran yang membuat para debitur kesulitan untuk membayar cicilan kredit mereka. Meskipun demikian, Allo Bank berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan manajemen risiko guna mengurangi risiko kredit macet di masa mendatang

  • Penyaluran Pembiayaan Fintech P2P Lending ke Luar Jawa Makin Masif

    Penyaluran pembiayaan melalui platform fintech peer-to-peer (P2P) lending ke luar Jawa semakin meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah pinjaman yang terus mengalami peningkatan setiap bulannya. Para pelaku usaha di luar Jawa pun semakin memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.

    Dengan adanya kemudahan akses melalui platform digital, para pengusaha di daerah-daerah terpencil juga dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi finansial ini. Mereka tidak perlu lagi bergantung pada lembaga keuangan konvensional yang seringkali sulit dijangkau dan memerlukan persyaratan yang rumit.

    Selain itu, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending ke luar Jawa juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah tersebut. Dengan adanya tambahan modal usaha, para pelaku usaha lokal dapat mengembangkan bisnis mereka sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

    Dengan potensi pertumbuhan yang masih besar, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending ke luar Jawa diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan utama bagi para pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan modalnya. Selaras dengan hal tersebut, regulasi dan pengawasan dari pihak berwenang perlu diperketat guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam ekosistem fintech P2P lending ini

  • Belajar Saham ala Gen Z dari Medsos, Ini Tips Biar Makin Melek Literasi Finansial

    Belajar saham ala Gen Z dari Medsos memang menjadi tren baru di kalangan anak muda saat ini. Dengan begitu banyak informasi yang dapat diakses secara online, para Gen Z memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang investasi saham dan literasi finansial.

    Salah satu tips agar makin melek literasi finansial adalah dengan aktif mengikuti akun-akun sosial media yang membahas tentang saham dan investasi. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan informasi terbaru seputar pasar modal dan belajar dari pengalaman orang lain.

    Selain itu, jangan ragu untuk bertanya kepada para ahli atau mentor yang sudah berpengalaman dalam dunia investasi saham. Mereka bisa memberikan insight dan tips-tips berharga yang dapat membantu kamu dalam mengembangkan portofolio investasi.

    Dengan rajin belajar dan terus meningkatkan pengetahuan tentang saham, kamu akan semakin melek literasi finansial dan siap untuk meraih kesuksesan di dunia investasi. Jadi, jangan ragu untuk mulai belajar sekarang juga!