BRI Buka Suara Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Fintech Koinworks Rp 600 Miliar

BRI Buka Suara Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Fintech Koinworks Rp 600 Miliar

ILUSTRASI. Pertumbuhan Laba Bersih Bank BRI (KONTAN/Baihaki)

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRRI) buka suara terkait proses hukum yang tengah berjalan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana oleh BRI melalui fintech KoinWorks. 

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dikabarkan telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus manipulasi pengajuan kredit fintech KoinWorks.

Tiga orang tersangka dalam kasus ini adalah Sdr. BAA (Direktur Operasional PT LAT pada 2021 s/ d sekarang); Sdr. BH (Direktur Utama PT LAT 2015 s/d 2022 dan Komisaris PT. LAT 2022 s/d skrg); dan Sdr. JB (Direktur Utama PT. LAT pada tahun 2024 s/d sekarang).

Baca Juga: Laba Allianz Life Melonjak Signifikan per Maret 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Semua tersangka sebagai pengurus PT LAT Pemilik Fintech KoinWorks bekerja sama dengan analisa yang tidak layak. Mereka juga mengajukan serta menyalurkan pembiayaan yang melawan hukum dari sebuah bank persero ke beberapa nasabah. Para tersangka membuat analisis yang tidak benar sehingga menyebabkan pencairan asuransi dari pihak BRI senilai Rp 600 miliar.

Menanggapi hal ini, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perusahaan menghormati proses penegakan hukum yang saat ini dilakukan aparat penegak hukum terkait perkara tersebut.

“BRI menghormati proses penegakan hukum yang tengah dilakukan aparat penegak hukum terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana fintech KoinWorks,” ujar Dhanny dalam jawaban tertulis, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan, perusahaan akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Dhanny memastikan dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasional, BRI senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG), prudential banking, serta manajemen risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan.

TRENDING  Ini yang dilakukan Raiz Invest untuk berekspansi di Indonesia

“Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap Good Corporate Governance, BRI terus memperkuat sistem pengawasan dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Baca Juga: OJK Siapkan New RBC, Ini Kata ASEI Soal Dampaknya Bagi Industri Asuransi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Banyak Pengajuan KPR Ditolak, Bukti Edukasi Finansial Masih Kurang

    Banyaknya pengajuan KPR yang ditolak menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang cukup dalam hal finansial. Hal ini menjadi bukti bahwa edukasi finansial masih kurang di masyarakat. Penting bagi setiap individu untuk memahami betul mengenai manajemen keuangan agar dapat mengelola keuangan dengan baik dan mendapatkan persetujuan dalam pengajuan KPR. Dengan meningkatkan pemahaman finansial, diharapkan jumlah pengajuan KPR yang disetujui juga akan meningkat sehingga masyarakat dapat memiliki rumah impian mereka

  • Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Jakarta, 15 Februari 2022 – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) telah resmi bergabung dengan Principles for Responsible Investment (PRI), sebuah inisiatif global yang mendorong praktik investasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya Bahana TCW dalam jaringan PRI, perusahaan ini semakin memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bahana TCW, Bapak Sigit Wiryadi mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan mereka dalam jaringan PRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab, kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bapak Sigit.

    Selain itu, keikutsertaan Bahana TCW dalam jaringan PRI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasinya. Dengan adanya kerjasama antara Bahana TCW dan PRI, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif dalam upaya memperkuat prinsip-prinsip investasi berkelanjutan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu manajer aset terkemuka di Indonesia, Bahana TCW memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan praktik investasi yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan bergabungnya mereka dalam jaringan UN PRI ini, diharapkan akan semakin banyak institusi keuangan lainnya yang ikut serta aktif dalam mendukung prinsip-prinsip investasi berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang

  • Kolaborasi dengan Fintech, Bisnis Pengiriman Uang Perbankan Tumbuh Pesat

    Kolaborasi antara perusahaan perbankan dengan fintech telah membawa dampak yang signifikan pada pertumbuhan bisnis pengiriman uang. Dengan adanya kerjasama ini, layanan pengiriman uang semakin mudah, cepat, dan efisien bagi para konsumen. Hal ini turut memberikan dorongan positif bagi perkembangan industri perbankan yang kini tumbuh pesat. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam teknologi finansial, pelanggan pun semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan layanan yang lebih modern dan praktis. Kolaborasi antara kedua pihak ini menjadi kunci sukses dalam menghadapi persaingan di era digital saat ini

  • Saham Big Banks Kompak Turun di Awal Pekan, Begini Fundamentalnya Menurut Analis

    Saham big banks turun secara kompak di awal pekan ini, membuat para investor dan analis khawatir. Namun, menurut analis, hal ini dipengaruhi oleh faktor fundamental yang perlu diperhatikan dengan seksama. Dengan kondisi pasar yang tidak stabil saat ini, para pelaku pasar diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi mereka. Semua pihak diharapkan dapat memperhatikan fundamental-fundamental yang ada agar dapat mengantisipasi pergerakan saham selanjutnya

  • OJK Perketat Regulasi Fintech P2P Lending, AFPI Pastikan Kepatuhan Industri

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan bahwa mereka akan memperketat regulasi terkait dengan layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dan memastikan keberlangsungan industri fintech P2P lending di tanah air.

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyambut baik langkah OJK dalam meningkatkan pengawasan terhadap industri ini. Mereka menegaskan bahwa para anggotanya siap untuk patuh dan bekerja sama dengan regulator guna menjaga integritas pasar serta memberikan perlindungan kepada para pemangku kepentingan.

    Dengan semakin ketatnya regulasi yang diterapkan, AFPI yakin bahwa industri fintech P2P lending akan semakin berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Mereka juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar operasional agar dapat memenuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh OJK

  • Laba Bank Mandiri Naik 4,67% per November 2024

    Menurut laporan terbaru, Laba Bank Mandiri naik 4,67% per November 2024. Kenaikan ini menunjukkan performa yang sangat baik dari bank tersebut dan memberikan optimisme bagi para investor. Dengan pertumbuhan laba yang stabil, Bank Mandiri terus menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya. Hal ini juga menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang dijalankan oleh bank tersebut mampu menghasilkan hasil yang positif