Bank Digital Makin Buktikan Kinerja Efisien Ketimbang Bank Konvensional

Bank Digital Makin Buktikan Kinerja Efisien Ketimbang Bank Konvensional

ILUSTRASI. Kinerja perbankan digital semakin menunjukkan kinerja yang lebih efisien ketimbang bank konvensional. ?(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Beritafintech.com – JAKARTA. Kinerja perbankan digital semakin menunjukkan kinerja yang lebih efisien ketimbang bank konvensional. Hal ini tercermin dari beberapa rasio-rasio keuangan yang menunjukkan tingkat efisiensi bank digital lebih baik ketika beberapa beban sebetulnya sama-sama naik.

Dalam hal ini, rasio keuangan yang digunakan untuk melihat efisiensi bank adalah Net Interest Margin (NIM) dan Cost to Income Ratio (CIR). NIM digunakan untuk melihat margin antara beban bunga dengan pendapatan bunga ,sementara CIR untuk melihat proporsi biaya operasional terhadap pendapatan operasional.

Ambil contoh, PT Bank Jago Tbk yang mencatatkan beban bunga mengalami kenaikan hingga 110% secara tahunan (YoY) per Juni 2025. Sementara, beban operasional juga naik 21% YoY menjadi Rp 797 miliar pada periode yang sama.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Bank Digital di Tengah Kinerja Kuartal II-2025 yang Mentereng

Meski beban bunga naik, rasio NIM justru mengalami kenaikan yang artinya semakin  membaik. Dalam hal ini, NIM Bank Jago naik dari 7,3% di semester I-2024 menjadi 8,4% di semester I-2025.

Hal serupa juga terjadi pada rasio CIR dari Bank Jago yang turun dan berarti semakin efisien. Rasio CIR dari bank digital yang merupakan ekosistem Goto Grup ini turun dari 79% di semester I-2024 menjadi 58% di semester I-2025.

Direktur Finance, Technology & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo mengataka, beban operasional secara umum meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis serta pengembangan produk, layanan, dan fitur baru.  Terlebih Bank Jago sedang ada ada beberapa inisiatif baru sehingga terbilang wajar kalau meningkat

TRENDING  Tak Ada Aksi Tarik Uang di Bank BUMN, OJK: Masyarakat Sudah Dewasa

Hanya saja, ia menjelaskan bahwa bahwa peningkatan beban operasional Bank Jago tidak sebesar peningkatan pendapatan operasional sehingga pendapatan bersih operasional mengalami pertumbuhan yang cukup baik. 

Rasio biaya terhadap pendapatan juga berada di posisi 58% pada Kuartal II-2025, menurun dari posisi setahun penuh 2024 yang berada di posisi 74%. 

“Ini menunjukkan operasional yang semakin efisien,” ujarnya.

Baca Juga: Kinerja Bank Digital Makin Moncer Berkat Panen Pendapatan Bunga Melimpah

Pola yang sama juga terjadi di PT Bank Amar Indonesia Tbk yang mengalami kenaikan beban bunga hingga 31,87% YoY menjadi Rp 42,37 miliar. Namun, NIM dari Bank Amar tetap naik secara tahunan dari 22,9% menjadi 23,59% di semester I-2025.

Beban operasional dari Bank Amar pun juga mengalami kenaikan 11,44% YoY menjadi Rp 324,86 miliar. Kenaikan tersebut juga tak berdampak pada rasio CIR yang mereka miliki dengan turun dari 38,51% di Juni 2024 menjadi 34,54% di Juni 2025.

Coba bandingkan dengan bank konvensional seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini justru mengalami penurunan beban bunga sekitar 8,12% YoY. Hanya saja, NIM BCA hanya naik 10 basis poin (bps) menjadi 5,8% secara tahunan.

Di sisi lain, beban operasional dari BCA tercatat naik 5,3% YoY menjadi Rp 18,6 triliun di Juni 2025. Namun, rasio CIR dari BCA terbilang stagnan di periode tersebut karena secara tahunan sama-sama di level 30%.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang pencapaian kinerja laba BCA di paruh pertama 2025 ditopang oleh pendapatan bunga maupun pendapatan selain bunga, serta terjaganya operational expense (opex). 

Ia bilang pihaknya juga selalu menjaga keseimbangan antara income, biaya operasional, dan kebutuhan investasi berkelanjutan.

TRENDING  Aset Finansial yang Wajib Dimiliki Generasi Sandwich, Apa Saja?

“BCA mengoptimalkan pendapatan dari segala lini bisnis, dan meningkatkan efisiensi operasional dengan tetap menjaga kualitas layanan bagi seluruh nasabah,” ujar Hera.

Di bank konvensional lainnya seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk juga memiliki pola yang berkebalikan dengan kinerja bank digital. Pasalnya, rasio NIM dan CIR dari bank tersebut mengalami pemburukan didorong oleh beban bunga dan beban operasional mengalami kenaikan.

Rasio NIM dari CIMB Niaga mengalami penurunan secara tahunan dari 4,21% di semester I-2024 menjadi 3,96% di semester I-2025. Sementara, rasio CIR yang mereka miliki mengalami kenaikan sekitar 160 bps menjadi 45,5%

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan pun hanya berkomentar bahwa ia menilai rasio-rasio efisien seperti CIR masih berada dalam kisaran wajar menurut panduan internal. Dalam hal ini, mereka menilai CIR yang sehat di kisaran 45% 

“Kami pastikan bahwa biaya investasi harus tetap berjalan terutama untuk digitalisasi, siber, data & IT security serta SDM yang terus kami tingkatkan kualitasnya,” ujar Lani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Fintech Memperluas Basis Investor Muda dengan Kolaborasi Lintas Industri

    Fintech telah menjadi salah satu industri yang terus berkembang pesat di era digital ini. Salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan fintech untuk memperluas basis investor muda adalah dengan melakukan kolaborasi lintas industri. Dengan adanya kolaborasi ini, para investor muda dapat lebih mudah mengakses informasi dan produk-produk finansial yang ditawarkan oleh perusahaan fintech. Hal ini tentu saja memberikan peluang besar bagi para investor muda untuk mendapatkan keuntungan dari investasi mereka. Selain itu, kolaborasi lintas industri juga dapat membantu perusahaan fintech dalam meningkatkan inovasi dan daya saing mereka di pasar. Dengan demikian, tidak heran jika semakin banyak perusahaan fintech yang mulai melirik potensi kerjasama lintas industri untuk memperluas basis investor muda mereka

  • Julo Berhasil Meraih Tiga Penghargaan Dari Asia Fintech Awards 2024

    ILUSTRASI. PT JULO Teknologi Finansial (JULO) memborong tiga penghargaan di Asia Fintech Awards 2024. Beritafintech.com – JAKARTA. Perusahaan teknologi karya anak bangsa Indonesia PT Julo Teknologi Finansial (JULO meraih tiga penghargaan dalam ajang Asia FinTech Awards 2024. Ajang ini memberikan penghargaan pada perusahaan-perusahaan teknologi keuangan di kawasan Asia yang telah menghadirkan inovasi, solusi dan kontribusi positif…

  • Pantau Aktivitas Fintech, OJK Segera Bangun Pusat Data Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera membangun pusat data untuk mengawasi aktivitas fintech lending di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri fintech yang semakin berkembang pesat. Dengan adanya pusat data ini, diharapkan OJK dapat lebih efektif dalam mengontrol dan mengawasi aktivitas fintech lending agar tidak melanggar regulasi yang berlaku. Hal ini juga bertujuan untuk melindungi konsumen dari risiko-risiko yang mungkin timbul akibat praktik-praktik ilegal dari perusahaan fintech lending. Dengan demikian, keberadaan pusat data ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi para pelaku usaha maupun konsumen dalam menjalankan transaksi finansial dengan perusahaan fintech lending

  • OJK Buka Suara Terkait Nasib Merger Bank Nobu dengan Bank MNC

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya buka suara terkait nasib merger antara Bank Nobu dengan Bank MNC. Menurut OJK, proses merger ini masih dalam tahap evaluasi yang ketat untuk memastikan keberlangsungan dan stabilitas kedua bank tersebut. Meskipun demikian, OJK menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai merger ini akan diambil berdasarkan pertimbangan yang matang demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Para pelaku pasar pun turut menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini, sementara spekulasi dan pro kontra terus berkembang di kalangan masyarakat

  • Cara Asuransi Syariah Kurangi Beban Finansial Akibat Musibah

    Asuransi syariah merupakan solusi terbaik untuk mengurangi beban finansial akibat musibah yang tidak terduga. Dengan membayar premi secara berkala, Anda dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko keuangan yang mungkin timbul akibat bencana alam, kecelakaan, atau penyakit serius. Dengan cara ini, Anda dapat memiliki ketenangan pikiran dan fokus pada pemulihan diri tanpa harus khawatir tentang masalah keuangan. Jadi, jangan ragu untuk memilih asuransi syariah sebagai perlindungan finansial Anda!

  • Pentingnya Menjaga Kesehatan Finansial dengan Data Credit Score Mumpuni

    Menjaga kesehatan finansial sangatlah penting untuk kehidupan kita. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memantau dan meningkatkan data credit score kita. Data credit score yang mumpuni akan membantu kita dalam mendapatkan akses ke berbagai layanan keuangan, seperti pinjaman atau kartu kredit dengan bunga yang lebih rendah.

    Dengan memiliki data credit score yang baik, kita juga dapat menunjukkan kepada pihak lain bahwa kita merupakan individu yang bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Hal ini akan membuka peluang bagi kita untuk mendapatkan penawaran-penawaran finansial yang lebih menguntungkan.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga dan meningkatkan kesehatan finansial kita dengan memiliki data credit score yang mumpuni. Dengan begitu, kita dapat meraih kesuksesan dalam mengelola keuangan dan mencapai tujuan-tujuan finansial yang telah ditetapkan