Banyak Tugas Pemerintah Bikin Kredit Bank Milik Danantara Melonjak

Banyak Tugas Pemerintah Bikin Kredit Bank Milik Danantara Melonjak

ILUSTRASI. Kantor Cabang Bank BTN (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Beritafintech.com – JAKARTA. Pertumbuhan kredit bank-bank milik negara atau himbara secara akumulasi tercatat tumbuh hingga dobel digit. Kondisi ini menjadi anomali di saat pertumbuhan kredit secara industri masih tertahan di single digit.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat bank BUMN mampu mendongkrak kredit hingga 10,28% secara tahunan (YoY) per November 2025. Padahal, pertumbuhan kredit secara industri hanya 7,74% YoY pada periode yang sama. 

Di sisi lain, pertumbuhan kredit bank umum swasta nasional terbilang masih sejalan dengan industri. Di mana, kredit bank swasta hingga periode November 2025 hanya tumbuh 5,42% YoY.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpandangan pertumbuhan yang moderat seperti bank swasta lebih mencerminkan realitas permintaan kredit yang memang masih lesu. Terlebih kualitas kredit di beberapa segmen seperti UMKM juga memiliki risiko tinggi.

Baca Juga: Menjaga Kinerja Bank Milik Danantara di Tengah Penugasan Program Prabowo

Di sisi lain, Josua bilang laju pertumbuhan kredit yang lebih tinggi di bank BUMN bisa karena ada dorongan untuk menjaga momentum ekonomi lewat kredit investasi ditambah program pemerintah.

“Di segmen bank swasta, penyaluran kredit cenderung lebih berhati-hati,” ujar Josua, Senin (5/1/2026).

Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando pun mengakui pertumbuhan kredit bank BUMN yang lebih cepat bukan semata karena permintaan yang kuat. Melainkan, ada kombinasi penugasan pemerintah, komposisi segmen yang masih berjalan, dan keunggulan likuiditas.

“Bank BUMN lebih banyak bermain di segmen yang relatif resilien seperti UMKM, payroll based lending, rantai pasok proyek pemerintah, serta kredit perumahan subsidi,” ujar Ramon.

TRENDING  Tips Finansial untuk Generasi Sandwich Agar Bebas Beban Ganda

Dari sudut pandang BTN, Ramon mengungkapkan akselerasi kredit juga sangat dipengaruhi oleh tambahan kuota FLPP. Di mana, hal tersebut secara langsung menciptakan permintaan kredit KPR subsidi meski siklus properti komersial masih lemah.

Setali tiga uang, Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar meyakini bahwa pertumbuhan positif yang terjadi di bank syariah milik negara ini juga ditopang dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong permintaan masyarakat. Terkhusus likuiditas, kemudahan akses pembiayaan hingga stimulus subsidi pembiayaan di berbagai sektor.

“Di antaranya, penunjukan BSI sebagai satu-satunya izin Bank Emas/Bullion Bank, penempatan dana SAL, program Makan Bergizi Gratis (MBG), UMKM dan SME, KUR Syariah dan juga FLPP,” jelas Wisnu.

Baca Juga: Saham Bank Milik Danantara Makin Tertekan Kebijakan Negara

Secara keseluruhan, pembiayaan BSI per September 2025 tercatat tumbuh 12,65% YoY. Wisnu menegaskan hal tersebut diimbangi dengan kualitas pembiayaan pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,86% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri. 

Risiko Membayangi

Di sisi lain, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang bahwa permintaan kredit dari pelaku usaha dan juga kredit konsumsi saat ini masih lemah. Jika dipaksakan, hal tersebut tentu bisa mempengaruhi kinerja bank.

“Bank juga harus lebih prudent untuk kredit dan tidak memaksakan yang tidak perlu, utk bisa mem-protect bottom line,” ujar Lani.

Josua pun juga menyoroti ada risiko yang membayangi dengan adanya penugasan program-program pemerintah tersebut. Menurut Josua, bila penugasan membuat bank harus mendorong kredit di saat permintaan belum kuat atau di segmen yang kualitasnya lebih rapuh, maka risiko gagal bayar bisa naik, biaya pencadangan membesar, dan daya tahan permodalan tergerus. 

TRENDING  Daftar 537 Pinjol Ilegal Terbaru 2024 dari OJK

Adapun, ia mengatakan sinyal kehati-hatian itu terlihat dari rasio NPL UMKM yang masih tinggi dan kontraksi KUR. Ini menunjukkan segmen program pemerintah pun tidak otomatis aman bila daya beli dan arus kas pelaku usaha belum pulih.

“Penugasan harus disertai pembagian risiko yang jelas, seleksi debitur yang ketat, dan perbaikan sisi permintaan,” jelas Josua.

Baca Juga: Serapan Dana SAL Mini, BTN Jelaskan Perbedaan Dengan Bank Milik Danantara Lainnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Utang BUMN Karya Berpotensi Ditunda, Laba Bank Himbara Terancam Tertekan

    Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menunda utang BUMN Karya yang berpotensi terlambat, hal ini membuat laba Bank Himbara terancam tertekan. Keputusan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, dengan beberapa pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional. Meskipun demikian, langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi perusahaan BUMN Karya untuk melakukan restrukturisasi dan pemulihan keuangan yang lebih baik

  • Fintech Jadi Solusi untuk Bantu Pembiayaan UKM

    Fintech telah menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk membantu pembiayaan UKM di Indonesia. Dengan teknologi yang terus berkembang, para pelaku usaha kecil dan menengah kini dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui platform fintech. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi para pengusaha dalam mendapatkan modal usaha tanpa harus melewati proses yang rumit dan memakan waktu lama.

    Tidak hanya itu, fintech juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi dalam skala yang lebih kecil namun tetap menguntungkan. Dengan adanya platform peer-to-peer lending, para investor dapat memberikan pinjaman kepada UKM dengan tingkat bunga yang kompetitif, sehingga membantu pertumbuhan bisnis mereka.

    Dengan segala potensi dan manfaatnya, tidak heran jika fintech kini menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha UKM di Indonesia. Diharapkan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, perkembangan fintech di Tanah Air akan semakin pesat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional

  • Tips Mengatur Finansial Saat Bulan Ramadan dari Sequis Life

    Selama bulan Ramadan, penting bagi kita untuk mengatur keuangan dengan bijak. Mulailah dengan membuat anggaran belanja yang realistis dan disiplin dalam mengikuti rencana tersebut. Selain itu, manfaatkan promo-promo dan diskon yang ada selama bulan suci ini untuk menghemat pengeluaran. Jangan lupa juga untuk berbagi rezeki dengan sesama melalui sedekah atau infak agar mendapatkan berkah yang berlipat ganda. Dengan mengatur finansial secara bijak selama bulan Ramadan, kita dapat meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun akhirat

  • Fintech Lending Wajib Credit Scoring dengan Cara Ini Dalam Salurkan Pembiayaan

    Salah satu hal yang menjadi kunci dalam proses pengajuan pembiayaan melalui fintech lending adalah credit scoring. Dengan menggunakan metode ini, pemberi pinjaman dapat menilai risiko dan kemampuan pembayaran calon peminjam dengan lebih akurat. Namun, untuk memastikan bahwa credit scoring berjalan dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, penting untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat tentang calon peminjam. Data-data seperti riwayat kredit, pendapatan, dan informasi lainnya harus terdokumentasi dengan baik agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang profil keuangan calon peminjam.

    Selain itu, penting juga untuk menggunakan teknologi dan analisis data yang canggih dalam melakukan credit scoring. Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence, pemberi pinjaman dapat membuat prediksi yang lebih tepat tentang kemampuan pembayaran calon peminjam.

    Dengan menerapkan metode credit scoring secara efektif, fintech lending dapat menjadi solusi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan. Dengan demikian, proses pengajuan pinjaman akan menjadi lebih transparan dan efisien bagi semua pihak yang terlibat

  • Sun Life Gandeng CIMB Niaga Luncurkan Dua Produk Baru

    Sun Life Financial Indonesia telah mengumumkan kerjasama strategis dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk untuk meluncurkan dua produk baru, yaitu Sun Life Prosperity Dana Berkembang dan Sun Life Prosperity Dana Berkembang Plus. Produk-produk ini dirancang untuk memberikan solusi investasi yang fleksibel dan beragam bagi nasabah, serta meningkatkan aksesibilitas terhadap produk-produk keuangan yang berkualitas. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para nasabah dalam mencapai tujuan keuangan mereka

  • Perusahaan Rintisan Finansial Gandeng Aplikasi Kesehatan

    Perusahaan Rintisan Finansial telah mengumumkan kemitraan strategis dengan sebuah aplikasi kesehatan terkemuka. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan mudah diakses bagi masyarakat. Dengan adanya integrasi teknologi dalam layanan keuangan dan kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bagi semua pengguna. Stay tuned untuk informasi lebih lanjut mengenai kerjasama ini!