Calon Deputi Gubernur BI Sugeng Usung Empat Program Strategis

Calon Deputi Gubernur BI Sugeng Usung Empat Program Strategis

Beritafintech.com, Jakarta: Staf Ahli Dewan Gubernur dalam pengelolaan Bank Indonesia (BI) Institute Sugeng mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Fit and proper test dijalankan Sugeng di hadapan Wakil Ketua Komisi XI DPR ‎Achmad Hafisz Thohir dan anggota Komisi XI DPR lainnya.
 
Dalam paparannya, Sugeng mengusung empat program strategis dan formulasi terobosan ekonomi. Keempat program itu meliputi pemberdayaan ekonomi rakyat, kemandirian dan kedaulatan bangsa, revitalisasi sistem pembayaran, dan penguatan SDM dan Research and Development BI.
 
Adapun untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, nantinya terkait pengembangan UMKM dengan dukungan industri financial technology (fintech), yang mendorong keuangan inklusif melalui perluasan akses layanan keuangan digital.

“Nanti juga di program pertama ini akan ada memperluas fungsi remitansi TKI secara digital, dan mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang tepat kaidah dan manfaat,”‎ ucap Sugeng, ditemui di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
Program kedua terkait kemandirian dan kedaulatan bangsa akan menyinggung empat hal, yaitu peningkatan perdana domestik dalam memproduksi uang kertas, optimalisasi pengelolaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia, mengakselerasi berdirinya gerbang pembayaran nasional, dan mengakselerasi peran Fintech Office.
 
Baca: DPR Fit and Proper Test 3 Calon Deputi Gubernur BI
 
Sedangkan program ketiga terkait revitalisasi pembayaran, Sugeng akan melakukan pencegahan dan mitigasi kejahatan sistem pembayaran secara lebih komprehensif dan antisipatif dan membuat ketentuan tanggung-gugat atas kejahatan sistem pembayaran (fraud liability rules).
 
“Program keempat mengacu pada penguatan SDM dan research and development, saya akan memperkuat BI institute sebagai strategic think tank, dan pengembangan research and development di daerah,” jelas Sugeng.
 
Program yang akan dijalankan Sugeng, mendapat respons langsung dari Anggota Komisi XI DPR dari patai PPP Amir Uskara. Dia berharap bahan baku uang kertas bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak perlu impor dari luar negeri. “Dan juga apa yang belum dilakukan pak Ronald Waas (Deputi Gubernur BI) dalam meningkatkan BI, bisa dilakukan pak Sugeng,” kata Amir.
 
Anggota Komisi XI DPR dari Partai Demokrat Evi Zainal menambahkan, langkah konkrit Sugeng sebagai calon Deputi Gubernur BI, agar tingkat keamanan nasabah bisa dipercayakan.
 
“Ada satu catatan juga, saya catat janji bapak ingin membuat lembaga penyediaan untuk bahan kertas uang sendiri. Agar semua tahu‎ apakah benar kertas dari Inggris lebih baik dari pada kertas buatan yang dari Kudus,” ungkap Evi.
 
Jadikan Beritafintech.com sumber informasi pilihan Anda

TRENDING  OJK: Laporan Aduan Terbanyak Investasi dan Pinjol Ilegal Berasal dari Jawa Barat

(AHL)

Similar Posts