Pesan OJK, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Meminjam di Fintech Lending

Cek Ciri-Ciri Pinjol Ilegal dan 3 Cara Cek Legalitasnya di OJK

ILUSTRASI. Maraknya pinjol ilegal yang menjerat masyarakat, membuat kita harus lebih waspada saat akan menggunakan layanan pinjaman ini.

Penulis: Tiyas Septiana

Beritafintech.com –  Maraknya pinjol ilegal yang menjerat masyarakat, membuat kita harus lebih waspada saat akan menggunakan layanan pinjaman ini. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas layanan keuangan termasuk pinjol, secara berkala memberikan informasi tentang daftar pinjol ilegal dan legal. 

Melansir laman resmi OJK, sejak tahun 2018, sudah ada lebih dari 3.000 aplikasi/website pinjol ilegal yang diblokir oleh OJK.

Meskipun banyak pinjol ilgal yang sudah diblokir, faktanya pinjol-pinjol ilegal baru terus bermunculan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dengan pinjol tidak resmi ini. 

Baca Juga: Ini Cara Daftar Akun Microsoft untuk Pengguna Laptop Baru

Ciri-ciri pinjol atau rentenir online ilegal

Berikut ini beberapa ciri-ciri pinjol ilegal dan rentenir online yang harus diwaspadai masyarakat dirangkum dari situs OJK:

1. Tidak terdaftar atau berizin OJK

2. Menggunakan SMS/WhatsApp sebagai media penawaran

3. Bunga dan denda tinggi mencapai 1-4% per hari

4. Biaya tambahan lainnya tinggi hingga mencapai 40% dari nilai pinjaman

5. Jangka waktu pelunasan tidak sesuai kesepakatan dan biasanya lebih singkat

6. Meminta akses data pribadi seperti kontak, foto, video, lokasi, dan data penting pribadi lainnya. Data tersebut nantinya digunakan untuk meneror peminjam yang gagal bayar. 

7. Penagihan tidak beretika seperti meneror, intimidasi, hingga pelecehan

8. Tidak memiliki alamat kantor yang jelas dan tidak tersedia layanan pengaduan. 

TRENDING  DPLK PertaLife Targetkan Return on Investment Capai 6,40% hingga Akhir 2025

Cara cek pinjol legal OJK

Melalui situs OJK

  • Buka situs resmi OJK melalui laptop, komputer, atau smartphone Anda
  • Klik pada Menu IKNB lalu klik pada submenu “Fintech” di bagian kanan bawah drop down menu. 
  • Klik pada informasi daftar pinjol legal sesuai dengan tanggal update dari OJK

Baca Juga: Waspadai Modus Salah Transfer, Cek Daftar Pinjol Legal & Ilegal 2024

Melalui WhatsApp OJK

  • Simpan nomor WhatsApp resmi OJK yakni 0811-5715-7157  
  • Selanjutnya buka aplikasi WhatsApp dan kirim pesan ke nomor OJK tersebut dengan mengetik nama website pinjol yang ingin dicek. 
  • Tunggu hingga bot selesai menelusuri data
  • Kemudian Anda akan mendapatkan balasan jawaban terkait status pinjol tersebut di OJK

Melalui email dan telepon 157

Anda juga bisa mengecek status legal tidaknya pinjol dengan menelepon kontak resmo OJK di nomor 157. Anda juga bisa mengirim surat elektronik (email) ke alamat email [email protected].

Selain melakukan pengecekan, Anda bisa melakukan langka-langkah berikut ini agar terhindar dari pinjol ilegal: 

1. Tidak mengklik tautan/menghubungi kontak pada SMA/WhatsApp penawaran pinjol ilegal

2. Jangan tergoda dengan penawaran pinjol, khususnya yang menawarkan pinjaman cepat tanpa angunan

3. Segera hapus pesan dan blokir nomor pinjol ilegal

4. Selalu cek legalitas perusahaan pinjol sebelum mengajukan pinjaman

5. Meminjam dana dengan bijak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasi pinjaman. 

Tetap waspada dan selalu berhati-hati saat Anda akan mengajukan pinjaman. Pastikan untuk memilih perusahaan layanan pinjaman yang sudah legal dan baca ketentuan mengajukan pinjaman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Ini alasan BTN beli 30% saham PNM Investment Management

Check Also

Ini daftar lengkap 158 fintech yang mengantongi izin dari OJK

Ini alasan fintech lending syariah jauh tertinggal dibanding pemain konvensional

Fintech lending syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pemain konvensional karena beberapa alasan utama. Pertama, masih minimnya pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan keuangan syariah. Kebanyakan orang lebih familiar dengan sistem konvensional sehingga sulit untuk beralih ke fintech lending syariah. Kedua, regulasi yang belum mendukung perkembangan fintech lending syariah juga menjadi hambatan utama. Beberapa aturan yang ada cenderung lebih menguntungkan pemain konvensional daripada syariah, sehingga membuat para pelaku usaha enggan untuk berinvestasi di sektor ini. Selain itu, kurangnya kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan fintech lending juga turut memperlambat pertumbuhan industri ini. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara kedua pihak agar dapat memberikan layanan finansial yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. Meskipun demikian, potensi pasar untuk fintech lending syariah tetap besar dan masih perlu terus dikembangkan agar dapat bersaing secara sehat dengan pemain konvensional. Diperlukan upaya bersama dari semua pihak terkait untuk meningkatkan literasi keuangan syariah serta menciptakan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri ini di masa depan

%site% | NEWS